
Resepsi pernikahan di adakan dua kali, setelah acara di Jepang, mereka kembali membuat acara di dalam negri. Semua sanak saudara, kerabat, rekan kerja dan semua yang mereka kenal telah di undang. Merrik sengaja mengundang banyak tamu. Ia bagaikan membalas apa yang telah ia lakukan dulu agar orang lain tidak mengetahui pernikahan mereka. Kini, ia ingin seluruh dunia mengetahui pernikahan mereka.
Merrik tidak peduli dengan pandangan orang lain yang menganggap pernikahan mereka terlalu berlebihan. Mereka bukan artis yang di kenal banyak orang, mereka hanya salah satu orang terkaya di negri dan bahkan di Asia. Yang mengenal, akan memberi selamat dan bahkan ikut senang. Masyarakat yang tidak mengenal mereka hanya menganggap angin lalu berita pernikahan mereka.
"Kenapa mengundang banyak tamu? Aku lelah!" bisik Elena di tengah acara resepsi .
"Iya, agar semua orang tahu bahwa kita menikah!" jawab Merrik.
"Tapi tidak harus seperti ini juga, kemarin kita sudah mengadakan di Jepang!"
Merrik memeluk pinggang Elena. "Tidak apa! Aku menginginkannya," ucap Merrik tersenyum.
Di tengah meriah nya pernikahan Elena dan Merrik, Arka datang menghadiri pernikahan mereka dengan menggandeng seorang wanita. Lebih tepatnya, sang wanita lah yang melilitkan tangannya ke lengan Arka.
"El, selamat atas pernikahanmu!" ucap Arka, merentangkan tangan untuk memberikan pelukan pada Elena namun di halangi oleh Merrik. Merrik lah yang memeluk Arka.
"Terima kasih telah bersedia menghadiri pernikahan kami," ucap Merrik.
Arka tidak tersinggung sama sekali atas perlakuan Merrik yang melarang nya menyentuh Elena. "Semoga kalian bahagia!" ucap Arka tulus.
"Semoga kamu juga bahagia." Elena melihat wanita cantik di samping Arka. "Jangan lupa undang kami jika kalian menikah," tambah Elena.
"Tentu," jawab Aisley tersenyum, wanita yang berada di samping Arka.
Arka tidak merespon perkataan Aisley, dia pamit undur diri dari mempelai setelah mengucapkan selamat.
"Apa itu kekasih Arka?" tanya Elena pada Merrik
"Mana aku tahu!" jawab Merrik datar.
"Tapi sepertinya, Arka tidak nyaman dengan wanita itu."
Merrik menoleh ke arah Elena setelah itu mengecup bibir Elena sekilas. "Apa yang kamu lakukan? Acara belum selesai!" protes Elena.
"Aku mencium istriku sendiri, tidak ada yang salah dengan itu!" protes Merrik.
"Tapi ini masih banyak tamu!" ucap Elena dengan memukul ringan paha Merrik.
"Kalau itu bisa membuatmu berhenti membicarakan pria lain, aku tidak akan segan membungkam mulutmu itu."
__ADS_1
"Cih, ternyata karena cemburu!" dengus Elena.
"Apa kamu mau meninggalkan pesta sekarang? Sudah cukup malam, aku kira para orang tua bisa menyambut tamu!" usul Merrik.
"Mana ada seperti itu! Pengantin meninggalkan tamu. Salah sendiri mengundang banyak tamu! Lelah sendiri 'kan!" ejek Elena.
Merrik hanya melirik Elena sebentar, dia bukannya lelah karena resepsi namun karena sudah lama tidak berdinas. Acara pernikahan di Jepang, Elena masih belum selesai dengan urusan bulanan wanita. Merrik yakin, saat ini urusan Elena sudah selesai dan bisa berdinas kembali. Merrik menarik Elena lebih dekat dengannya dan berbisik. "Kamu cantik, tidak tahan membawamu ke kamar!" ucap Merrik tanpa rasa malu.
Elena mencubit pinggang Merrik. "Dasar Messum!"
"Aku serius!"
"Kamu juga tampan!" ujar Elena, meskipun Merrik 10 tahun di atasnya, tidak di pungkiri masih sangat terlihat tampan dan gagah.
Mereka akan melempar senyum dan pujian hingga akhirnya para tamu undangan semakin sepi karena sudah banyak yang pamit pulang, kini sudah saatnya Merrik dan Elena ke kamar pengantin mereka.
Mereka memasuki kamar hotel yang sudah di persiapkan. Elena dan Merrik masih menggunakan pakaian pengantin mereka. Merrik menatap Elena dengan intens. "Kenapa kamu selalu cantik?" tanya Merrik.
"Jadi kamu mau aku jelek?"
Mereka masih berdiri di ruang tamu kamar hotel, Merrik menarik pinggang Elena hingga tidak ada jarak di antara mereka. "Aku tidak rela jika kamu di lihat pria lain, rasanya ingin mengantongimu ke dalam saku ku saja." Merrik mengelus kepala Elena dan melepas hiasan yang ada di kepalanya.
Cup! Merrik mencium sekilas bibir Elena. "Aku akan memberikan kebebasan tapi tetap ada batasnya, kamu harus mementingkan keluarga dari pada yang lain!" ucap Merrik serius, ia menyentuh pipi Elena dan beralih menyentuh bibir Elena. "Aku mulai ya?"
Merrik mulai mencium Elena lembut, Elena membalasnya dengan semangat. "Sekarang agresif ya!" ucap Merrik saat melepas ciuman mereka.
"Mandi dulu ya, Ka?" ujar Elena.
"Tidak perlu!" Merrik langsung menggendong Elena menuju ranjang yang sudah banyak bertabur kelopak mawar, merrik mengecup seluruh wajah Elena. Merrik membantu melepas pakaian Elena, begitu sebaliknya. Belum terlepas sempurna sudah ada suara bel terdengar. "Kak, ada tamu!" ucap Elena mencoba melepas Merrik yang masih mencium tubuhnya.
"Biarkan saja!"
Suara bel masih terus berbunyi, Elena mendorong Merrik. "Buka dulu!"
Dengan enggan Merrik bangkit dari tubuh istrinya, memakai kembali pakaiannya dan menuju ke arah pintu. "Daddy lama sekali sih buka pintunya?" ucap Melena kesal.
"Melena ingin tidur dengan kalian!" ucap Amel setelah itu meninggalkan Melena dengan Merrik.
"Melena ingin tidur dengan Daddy?" tanya Merrik.
__ADS_1
"Iya," jawab Melena.
"Baiklah, ayo!" Meskipun hasratnya sedang membuncah namun di hadapkan putri kecilnya dia tidak akan tega membuat Melena sedih. "Daddy mandi dulu, setelah itu akan Daddy ceritakan."
...***...
Hari terus berlalu, Elena dan Merrik begitu bahagia menikmati pernikahan mereka. Tidak ada pertengkaran berarti, mereka sudah pisah rumah dengan orang tua Elena. Melena memiliki jadwal menginap sendiri antara kedua Kakek Neneknya, dan hari ini adalah hari kebebasan Merrik dan Elena, mereka akan menghabis waktu berdua jika Melena sedang menginap di tempat orang tua mereka. "Kita mau kemana?" tanya Elena.
"Nanti kamu akan tahu!" jelas Merrik masih fokus dalam berkendara.
Elena hanya tersenyum, dia percayakan semua pada Merrik, melihat jalan yang di lalui. "Jangan-jangan kamu mau mengajakku ke rumah ku?"
Merrik hanya tersenyum, tidak bisa di sembunyikan karena arah tujuannya pasti akan di ketahui oleh Elena.
Tibalah mereka di desa tempat awal mereka bertemu. "Sudah lama kita tidak ke sini, kita bermalam di sini ya!" ucap Merrik berjalan menuju rumah Elena.
Elena menatap takjub dengan pemandangan di depannya, tidak menyangka Merrik merenovasi kembali rumahnya, dulu sempat Merrik renovasi namun kini, Merrik membeli lahan di samping rumah Elena, merenovasi ulang rumahnya dengan gaya rumah kayu. "Kamu membuat ini semua?" tanya Elena.
"Ya, aku merasa rumah ini banyak kenangannya, dari sinilah kita bertemu."
"Tapi, kenapa jadi besar sekali, rumah ku dulu tidak sebesar ini!"
"Rumah ini akan menjadi rumah peristirahatan, kita bisa mengajak anak-anak kita menginap di sini."
Elena menghadap Merrik dan memeluknya. "Terima kasih telah menjadi suamiku, kamu selalu memanjakanku."
"Aku yang harus berterima kasih padamu karena mau memberiku kesempatan, terima kasih telah menjadi wanita hebat yang bersedia menerimaku." Merrik memeluk erat tubuh Elena.
...💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖...
...Jangan lupa setelah membaca kasihlah Age like, love, vote, gift 😊...
...Terima kasih telah mengikuti kisah Merrik dan Elena....
...Salam Age Nairie 🥰😘😘...
Cus kepoin novel temen Age di bawah ini 👇
__ADS_1