Kamuflase Cinta Sang CEO

Kamuflase Cinta Sang CEO
BAB 67 Kembalinya Serigala Lapar Bag 1


__ADS_3

Hari-hari berlanjut, Elena dan Merrik seperti tidak memiliki hubungan selain pekerjaan. Mereka tidak saling menghubungi, hanya saja Merrik di ijinkan untuk bertemu dengan Melena. Hubungan Ayah dan Anak terjalin dengan baik, hari jum'at sore Merrik datang ke rumah Elena dengan membawa banyak mainan untuk Melena. Meskipun datang ke tempat tujuan yang sama, mereka datang dengan terpisah menggunakan mobil masing masing.


Sesampainya di rumah, mereka tiba secara bersamaan. Bukan kebetulan, melainkan Merrik sengaja membuntuti mobil Elena. Merrik turun dari mobil dan langsung di sambut dengan teriakan dari Mel dan langsung memeluk Merrik.


"Sore Om, Tante," ucap Merrik.


"Sore," jawab Steven. Amel langsung beralih masuk ke dalam tanpa menjawab sapaan Merrik. Elena pun ikut masuk ke dalam, iya yakin hati ibunya masih sekeras batu yang sulit diluluhkan.


"Ini semua untuk aku, Dad?" tanya Melena antusias pada Merrik.


"Tentu." Mereka bermain bersama di kamar Melena.


"Daddy nginap di sini ya?" pinta Melena.


"Daddy ingin, tapi Daddy masih banyak pekerjaan nanti setelah selesai Daddy janji akan mengajak Mel berlibur."


"Asik, sama Mommy juga?"


"Emm, kalau itu Mel tanya sama Mommy dulu."


"Nanti Mel tanya Mommy," ucap Melena tersenyum.


...***...


"Apa kamu tega memisahkan mereka?" tanya Steven.


"Apa aku melarang dia bertemu Mel?" ucap Amel.


"Tapi akan lebih bahagia jika mereka bertiga bersama."


"Apa kamu lupa, kita sudah menerima lamaran Arka?"


"Kita masih bisa membatalkan nya."


"Eleanor juga bisa bahagia dengan Arka." Amel meninggalkan Steven yang masih berdiri di depan pintu kamar Melena.


Merrik pamit pulang setelah waktu bermainnya dengan Melena habis. "Aku pulang dulu Om." Ijin Merrik pada Steven.

__ADS_1


"Menginap lah, ini sudah larut. Aku mendapat kabar jalan yang sering kamu lewati sedang terjadi kecelakaan, ada container yang terbalik membawa bahan kimia jadi, pasti jalan di tutup." Steven meminta Merrik menginap, selain mendapat kabar ada kecelakaan lalu lintas, ia bahagia melihat Melena yang tertawa bila bersama Merrik. Amel sempat tidak setuju, namun Steven menggunakan haknya sebagai kepala keluarga.


"Apa boleh?" ucap Merrik memastikan. Bisa saja dia menolak tawaran Steven, jalan satu di tutup masih bisa menggunakan jalan alternatif lainnya namun Merrik enggan mengatakannya.


"Tentu saja."


"Jika diperbolehkan, aku ingin tidur dengan Melena."


"Silakan."


Merrik datang kembali ke kamar Melena, dia mendongengkan anaknya hingga tertidur. Selama di rumah, dia tidak bertemu dengan Elena. Ya, mereka seperti sepakat membatasi pertemuan mereka. Begitu pun dengan Merrik yang memilih menjauh dari Elena agar dia tidak lepas kendali untuk memeluk wanita pujaannya.


Merrik merasa haus setelah mendongengkan Mel, anaknya sudah terlelap. Merrik menuju dapur dan mengambil gelas, menuangkan air dan meminumnya. Dia tidak melihat ada Elena yang sedang memakan buah sebagai cemilan malam. "Sepertinya haus sekali!" ucap Elena.


Merrik menoleh, sedikit terkejut, dia merasa tidak ada orang selain dia namun ada Elena yang duduk di sudut. Dapur milik keluarga Steven memang besar, wajar Merrik tidak melihat Elena. "Ya, sedikit haus."


"Mel, sudah tidur?"


"Ya."


"Cepat sekali, biasanya jika aku dongengkan, dia akan banyak protes seperti ingin mengubah alur ceritanya."


Elena menyimak semua cerita Merrik, seorang ayah yang menceritakan anaknya. "Ya, perpaduan. Ada yang bilang padaku, jika anak yang terlahir mirip dengan salah satu orang tuanya, maka cinta yang lebih besar adalah orang tua yang mirip dengan anaknya." Jelas Elena.


"Kamu mau bilang cinta kita seimbang?" ujar Merrik menebak ucapan Elena.


Elena hanya tersenyum mendengar penuturan Merrik. Merrik tersenyum, menghembuskan nafasnya pelan. "Saat melihat Melena terlelap membuatku berpikiran jernih, rambut cokelat yang lebat seperti mu dengan alis yang tebal mirip dengan ku. Mendekapnya dipelukkanku, membuatku bahagia, memikirkan bagaimana rasanya memeluknya saat dia masih bayi." Merrik mengutarakan isi hatinya dengan menunduk.


"Kamu mau menyalahkan aku yang tidak memberitahumu tentang Melena?"


Merrik menggelengkan kepala. "Tidak, mengingat kebodohanku yang telah memberimu pencegah kehamilan agar bebas memanfaatkanmu tanpa rasa takut akan kebobolan, yang berhasil membuatku dihujat semua orang yang mengenalku. Semua kelakuan bejatku padamu ... dulu aku hanya berpikir agar kamu tidak hamil anakku dan melepasmu. Meskipun, setelah itu aku tersadar bahwa aku mencintaimu namun semua tidak semudah harapan karena kecelakaan itu. Melepasmu kembali yang aku pikir akan membuatmu bahagia namun ternyata kamu juga masih mencintaiku. Entahlah, aku harus bagaimana pada Tuhan untuk berterimakasih karena kamu masih bersedia menerimaku."


Hati Elena menghangat mendengar ucapan Merrik, ia akan berjuang bersama dengannya. "Sudah malam, tidurlah!"


"Kamu juga." Merrik pergi meninggalkan Elena dan kembali ke kamar Melena, ingin sekali ia menarik Elena dan memberikan ciuman selamat malam namun ia urungkan.


...***...

__ADS_1


Hari peluncuran produk baru tiba, Arka datang ke kantor El Sunshine menemui Merrik. "Apa kau sudah siap?" tanya Arka.


"Tentu, aku akan keluar setelah produk baru di luncurkan dan kau resmi menjadi CEO barunya. Jakson sudah mengurus semua untuk mu."


"Baguslah." ucap Arka tersenyum penuh makna.


Sebelum acara dimulai, Arka datang menemui Elena, semua divisi design tahu bahwa Elena memang sedang didekati olehnya. "Hai," ucap Arka.


"Hai." Elena menjawab salam Arka.


"Setelah acara selesai aku ingin bicara denganmu. Apa ada waktu?"


"Tentu," jawab Elena tersenyum.


Acara peluncuran produk baru dimulai dan mendapatkan sambutan yang baik, hingga tibalah Merrik datang menginformasikan bahwa El Sunshine telah diakuisisi oleh Arka.


Arka datang ke podium memperkenalkan diri meskipun hampir semua karyawan mengetahui siapa Arka karena sudah cukup lama perusahannya bekerja sama dengan Merrik.


Pada saat Arka memberikan pidato, dia berkata yang mengejutkan para karyawan. "El Sunshine memang sudah di akuisisi namun bukan aku yang akan menjadi CEO dari El Sunshine, aku akan memanggilkan CEO yang sesungguhnya. Silakan naik Nona Eleanor Pedrova."


Semua mata tertuju pada Eleanor begitupula dengan Merrik, dia tidak menyangka bahwa Arka memberikan semua asetnya pada Elena.


"Nona, silakan naik ke atas podium!" ujar asisten Arka pada Elena yang terdiam karena terkejut.


Elena mengikuti asisten Arka untuk naik ke atas podium, dengan kaku ia menerima serah terima jabatan, Arka hanya memberi senyum manis padanya.


Dengan gugup Elena melontarkan pidatonya sebagai CEO baru. Ia ingin menolak, namun tidak akan dilakukan di depan banyak orang yang akan membuat malu Arka. Setelah berpidato, Arka menghampiri Elena dan memberikan pelukan hangat untuknya dan berbisik di telinga Elena.


Semua itu terlihat jelas di mata Merrik, dia mencoba menahan amarahnya, bukan karena perusahaan di berikan untuk Elena namun karena Arka memeluk Elena dengan mesra.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


...Jangan lupa dukung Age dengan cara like, love,vote, gift nya.. Di tunggu komentarnya 😊😊😊😊😊😊...


...Salam Age Nairie 🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘...


__ADS_1


Cus Kepoin Novel Temen Age di bawah ini 👇


__ADS_2