Kamuflase Cinta Sang CEO

Kamuflase Cinta Sang CEO
Arka dan Aisley 10


__ADS_3

...Salam untuk sang kekasih yang tidak menyadari cintaku padanya....


...Jika ada yang bertanya padaku bagaimana rasanya cinta bertepuk sebelah tangan? Aku akan menjawab, rasanya sakit namun juga bahagia....


...Setidaknya, aku pernah merasakan menyukai seseorang ......


-Buku harian Aisley-


Aisley menutup matanya saat mendapatkan ciuman tiba-tiba dari Arka, bagaimanapun pria di depannya adalah pria yang pernah dia cintai bahkan sampai detik ini.


Mulai menerima serangan dari Arka, saling membelit, lidah Arka bagai sedang mengabsen satu persatu gigi Aisley. Arka menikmati setiap ciuman mereka. Belaian lembut tangan Arka di surai cokelat Aisley dengan sesekali merremasnya membuat semakin mengeratkan ciuman mereka.


Hingga pasokan udara mulai menipis dan Aisley tersadar telah larut dalam pesona Arka, dia menyudahi ciuman mereka, perlahan mendorong Arka menjauh darinya. "Aku mau pulang!" Aisley langsung membuka pintu dan keluar dari apartemen Arka dengan menahan malu, dia masuk ke dalam apartemennya sendiri.


Arka menatap kepergian Aisley, dia hanya bisa melihat Aisley masuk ke dalam apartemennya. Cukup lama Arka diluar pintu untuk memastikan Aisley tidak keluar lagi dari apartemennya.


Aisley langsung melempar dirinya di ranjang, memukul kepalanya pelan. "Bodoh! Bodoh! Bodoh!" Bisa-bisanya dia terlena akan ciuman dari Arka. Dia sudah bertekad untuk menjauh dari pria itu, dia tidak ingin bersama pria yang tidak benar-benar mencintainya.


Seorang wanita jika sudah menikah maka seharusnya menjadi ratu di dalam rumah tangganya, mengharapkan suami yang mencintai dan memanjakannya. Dia tidak ingin menjadi keset dengan tulisan welcome yang ada di depan rumah. Jika Arka tidak benar-benar mencintainya maka dia tidak akan menjadi ratu dalam rumah tangga melainkan menjadi keset welcome. Aisley menggeleng keras kepalanya, dia tidak akan merendahkan dirinya lagi untuk mengejar laki-laki.


Arka berhasil menghentikan Aisley untuk pergi ke club bukan berarti untuk selanjutnya dia bisa menghentikannya! Dia harus bertindak cepat agar bisa memiliki Aisley seutuhnya.


Hari demi hari berjalan seperti biasa, tidak ada perkembangan hubungan antara Aisley dan Arka. Aisley selalu menjauh dari Arka, dia akan pergi dengan cepat dan pulang dengan waktu yang selalu berubah. Bahkan untuk sekadar bertemu di lift pun tidak pernah.


Arka mulai tidak sabar, dia menunggu Aisley keluar dari apartemennya. Namun, dia terlambat, Aisley sudah berangkat entah jam berapa. Saat dia pulang tidak pernah bertemu di lift. Arka pun sedang sibuk di kantornya, yang tidak diketahui oleh Arka, Aisley sedang menginap di rumah Anne.


Beberapa hari berlalu, Arka sudah tidak tahan karena tidak melihat Aisley selama beberapa hari ini. Terakhir mereka bertemu adalah saat dia menciumnya. Arka putuskan mencari jalan pintas, dia menerobos kata sandi sistem keamanan apartemen Aisley. Tidak sulit baginya untuk menerobos sistem keamanan karena Arka merupakan lulusan IT, Tidak disangka bahwa sandinya adalah tanggal ulang tahun Arka sendiri. Dia menunggu di ruang tamu apartemen Aisley. Apartemen yang cukup bersih dan rapi, dia menyalakan televisi dan menonton siaran lokal yang tersedia. Hingga lambat laun dia mulai mengantuk dan mematikan saluran televisinya lalu terlelap di sofa.


"Apa kau sudah menyiapkan dokumenmu?" tanya Arsenio.


"Oh sudah. Kau sendiri?" tanya Aisley balik. Dua hari lagi mereka akan bersiap menjadi relawan. Beberapa hari ini Arsenio gencar mendekati Aisley, dia akan mendekati Aisley setiap ada kesempatan bahkan mereka sering makan siang bersama.

__ADS_1


"Sudah," jawab Arsenio. "Tadi pagi diantar siapa?"


"Oh, temanku Anne, teman kuliahku. Dia juga dokter, semalam aku menginap di rumahnya, mobilku kutinggal di sana."


"Mau ku antar pulang?" tawar Arsenio.


Aisley berpikir sejenak, beberapa hari ini dia memang dekat dengan Arsenio, Aisley pun menangkap bahwa ada ketertarikan pria di depannya ini dengannya. Arsenio pun tidak memandang rendah dirinya setelah tahu hamil diluar nikah dan keguguran. Sedikit bimbang, apakah dia harus mencoba membuka hatinya pada pria lain, apa begini rasanya dikejar pria! "Aku takut merepotkan mu," ucap Aisley.


"Mana ada! Aku malah senang mengantarmu pulang," ucap Arsenio tersenyum.


Arsenio mengantar pulang Aisley, sepanjang perjalanan mereka mengobrol bukan masalah pribadi, mereka mengobrol tentang pasien. "Pak Abraham sudah ku oper kebagian bedah," ucap Arsenio.


"Kenapa?" tanya Aisley.


"Aku curiga bermasalah dengan kantung empedunya dan benar saja ada batu di kantung empedu jadi aku sarankan langsung ke dokter bedah!" jelas Arsenio.


"Oh, maaf ya. Saat itu aku sedang bertugas di IGD dan sedang ada kondisi darurat, aku lupa sudah janji dengan Pak Abraham jadi aku minta perawat untuk kamu mengambil alih."


"Oh ya, apa kau ada rencana mengambil spesialis?" tanya Aisley.


"Tentu, rencananya setelah menjadi relawan aku akan mengambil spesialis." Arsenio menoleh pada Aisley. "Kau sendiri?"


"Tentu ada, aku ingin menjadi dokter obgyn!" ucap Aisley sungguh-sungguh, dia gagal mempertahankan anak dalam kandungan. Ingin membalas kelalaiannya dengan menolong para ibu hamil.


Arsenio dan Aisley tiba di apartemen. "Kau tidak menawarkan diriku untuk mampir?" tanya Arsenio.


"Ha?" Aisley menggigit pelan bibirnya, sebenarnya dia masih sulit membuka hatinya, namun juga ingin mencoba membuka hati tapi takut menyakiti pria di depannya ini jika hubungan mereka tidak berhasil.


"Bolehkah? Setidaknya ijinkan aku minum segelas air di rumahmu."


"Baiklah," ucap Aisley.

__ADS_1


Mereka masuk ke dalam apartemen, dengan sesekali Arsenio melontarkan candaan. "Saat aku koas aku pernah mengalami kejadian aneh!" ucap Arsenio serius.


"Kejadian aneh apa?" tanya Aisley penasaran.


"Ada pasien yang meminta tolong padaku untuk menghubungi keluarganya, meminta untuk datang berkunjung ke rumah sakit. Lalu aku memenuhi permintaannya untuk menelpon pihak keluarganya, namun setelah beberapa menit setelahnya aku mendapat kabar bahwa pasien yang mengobrol denganku telah meninggal lima belas menit yang lalu di ICU."


"Apa? Jadi, saat bicara denganmu, pasiennya itu sebenarnya lagi ruang ICU?"


"Ya begitulah, setelah aku cek CCTV ternyata aku sedang mengobrol sendiri. Tapi, aku yakin sedang tidak berhalusinasi."


"Wah, beruntung aku tidak pernah mengalami hal seperti itu."


Mereka tiba di dalam unit apartemen. Aisley membuka pintu, mereka melepas sepatu bersama. "Maaf kalau apartemenku berantakan. Kamu mau minum apa?"


"Air mineral saja, jika kamu tidak keberatan sekalian buatkan aku mie instan juga. Jujur aku lapar," ucap Arsenio malu-malu.


"Hais, di kasih hati minta ampela!" ujar Aisley becanda. "Duduk saja dulu, akan aku buatkan mie spesial untukmu," ucap Aisley menunjuk sofa yang membelakangi mereka. Arsenio menuju ke sofa yang di tunjuk oleh Aisley.


"Sayang, kamu sudah pulang?" ucap Arka duduk di sofa setelah bangkit dari tidurnya.


Langkah Arsenio terhenti setelah melihat Arka yang sedang duduk di sofa. Begitu pula dengan Aisley yang terkejut melihat Arka ada di dalam apartemennya.


...💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗...


...Terimakasih masih setia dengan kisah Arka dan Aisley.🙏🙏🙏...


...Jangan lupa like, love, gift dan komentarnya yach 😊...


...Jangan lupa untuk mampir juga ke Backstreet dan Samudra Nayna, Sudah pada Tamat loh 😁🥰🥰...


...Salam Age Nairie 🥰🥰🥰🥰...

__ADS_1


...Salam sehat semua 😊😊😊🥰🥰...


__ADS_2