Kamuflase Cinta Sang CEO

Kamuflase Cinta Sang CEO
Arka dan Aisley 9


__ADS_3

...Saat aku mencoba menjauh darimu, entah mengapa aku merasa kau mendekatiku!...


...Apa kau mulai suka padaku? Atau aku yang terlalu percaya diri?...


-Buku harian Aisley-


"Turunlah, jika mau berobat kamu bisa mendaftar terlebih dahulu," ucap Aisley saat mereka telah tiba di rumah sakit.


Arka dan Aisley menempuh jalur yang berbeda, Arka dengan patuh berjalan ke bagian pendaftaran. "Aku ingin berobat!" ucap Arka pada petugas pendaftaran.


"Baik, siapa nama Anda?" tanya petugas pendaftaran.


"Arka, aku ingin ke dokter umum. Dokter Aisley."


Setelah melakukan pendaftaran Arka menunggu di panggil untuk di periksa.


"Terimakasih Dok," ucap seorang pasien pada Aisley. Lalu sang pasien meninggalkan ruang praktek Aisley.


"Panggil pasien berikutnya," ucap Aisley pada perawat yang bertugas sebagai asistennya hari ini.


"Baik, Dok." Sang perawat membuka pintu dan memanggil pasien selanjutnya. "Bapak Arka!"


Aisley memutar bola matanya setelah mendengar perawatnya memanggil nama Arka. Tidak disangka Arka benar-benar datang berobat. Arka masuk ke ruang periksa. "Silakan duduk Pak." Sang perawat mempersilakan Arka duduk di depan Aisley.


"Pagi Dok," sapa Arka.


"Keluhannya apa, Pak?" tanya Aisley tanpa basa basi.


"Perut saya suka perih Dok," jawab Arka.


"Silakan berbaring, diperiksa dulu."


Arka berbaring di ranjang periksa, Aisley mulai melakukan pemeriksaan, setiap gerakan Aisley tidak luput dari tatapan Arka. Kenapa dia baru menyadari perasaannya setelah gadis yang dulu mengejarnya kini mengabaikannya. Benar kata orang, baru akan merasa orang itu berharga setelah ditinggalkan dan kini yang Arka rasakan.

__ADS_1


"Saya akan memberi obat, untuk sementara jangan memakan makanan pedas dan juga bersantan. Setidaknya enam bulan, jika lambung terluka dan terus memakan makanan yang merusak lambung maka akan semakin besar lukanya."


"Baik Dok." Arka dan Aisley hanya bertindak sebagai dokter dan pasien, Arka akan secara perlahan mendekati Aisley.


Dia berjanji pada dirinya sendiri akan menjadikan Aisley milikinya. Setelah berobat Arka meninggalkan rumah sakit dan beralih ke perusahaannya sendiri.


Aisley mengelus dadanya sendiri, masih terasa berdebar jika berdekatan dengan Arka. Namun, dia akan berusaha sekeras mungkin untuk membuang perasaannya. Cinta sungguh membuat orang lemah dan terluka. Disaat Arka mulai peduli padanya, dia merasa tidak senang namun saat dulu Arka tidak peduli padanya, dia semakin tidak senang.


Sesampainya Arka di kantor, rasa kantuk melandanya. Mungkin efek obat yang membuatnya mengantuk, Arka menuju ruang beristirahatnya yang masih satu ruangan dengan ruang kerjanya. Dia merebahkan dirinya di ranjang dengan mata yang hampir tertutup. ‘Hi Arka. Welcome to my dream!’ samar Arka mendengar suara Aisley, perlahan dia memejamkan matanya membayangkan wajah Aisley yang tersenyum manis, wanita bule dengan rambut cokelat, bermata hijau dan juga dua lesung pipi yang menghias indah wajahnya.


Dalam benaknya hanya ada Aisley, dulu dia masih suka membandingkan Aisley dengan Elena yang memiliki sidikit kemiripan. Ya, hanya sifat keduanya saja yang berbeda. Namun kini, Elena bagai tertiup angin hilang tanpa jejak dalam ingatan Arka. Hanya ada Aisley yang kini dimatanya.


Dia menyukai Aisley? Sejak kapan? Seberapa suka? Perasaan yang berbeda dari waktu lalu, dia tidak bisa memperkirakannya. Dulu dia juga berpikir sama seperti Aisley. Mendekatinya karena rasa tanggung jawab dan juga rasa bersalah. Kini dia yakin akan perasaannya dan dia juga yakin bahwa selama ini Aisley pun menyukainya. Lambat laun, Arka benar-benar masuk dalam alam mimpi, bermimpi tentang gadisnya, mimpi indah tentang pernikahan mereka yang Arka berjanji pasti akan melaksanakannya.


Aisley kembali ke apartemennya setelah bekerja namun hanya untuk berganti pakaian. Temannya Anne mengajaknya keluar untuk melepas penat. Aisley memakai gaun hitam ketat diatas lutut, membuat rambut panjangnya bergelombang lengkap dengan full make up di wajahnya tentu dengan warna bibir yang merah menyala dan kaca mata hitam bertengker di hidung mancungnya.


Dia memang berdandan sangat berbeda jika sedang menjadi dokter, saat bekerja Aisley hanya memoles sedikit pelembab di wajahnya dan juga lip balm untuk bibirnya. Jika sedang ingin melepas penat Aisley akan berpenampilan berbeda agar tidak dikenal oleh orang lain.


Aisley keluar dari apartemennya berjalan menuju lift ketempat janjiannya dengan Anne. Saat berjalan menuju lift dia berpapasan dengan Arka, Aisley langsung menoleh tidak ingin terlihat oleh Arka. Aisley percaya diri bahwa Arka tidak akan mengenalnya. Arka berjalan melewati Aisley, dia belum sadar namun langkahnya terhenti setelah beberapa langkah dan berjalan menghampiri Aisley dan menarik tangannya. “Apa yang sedang kamu lakukan?” telisik Arka pada Aisley.


“Kenapa berpakaian seperti ini?” tanya Arka meninggikan suaranya.


“Apa masalahmu? Aku tidak memakai pakaianmu, aku tidak mencuri apapun darimu!” tegas Aisley.


“Tentu akan menjadi masalahku! Kau istriku!” Arka langsung mengangkat Aisley bagai beras dalam karung lalu berjalan menjauh dari lift.


“Apa yang kamu lakukan? Turunkan aku?” protes Aisley memukul punggung Arka.


Arka tidak peduli dengan teriakan Aisley, dia tetap berjalan ke apartemennya sendiri. Mereka masuk kedalam apartemen Arka. Dia menurunkan Aisley setelah Arka menutup pintu apartemennya. “Kau sudah gila ya!” protes Aisley, dia mencoba untuk pergi dari kamar Arka.


“Tidak akan kubiarkan kamu pergi dengan pakaian seperti itu!” ucap Arka penuh emosi, dia menghalangi jalan Aisley.


Aisley menunjuk Arka. “Kau tidak berhak mengatur diriku! Kau tidak ada hubungan apapun denganku! Menyingkir dariku!” tegas Aisley.

__ADS_1


"Tidak!" ucap Arka tidak mau kalah.


Aisley memicingkan matanya, dia menggeser tubuh Arka namun Arka tidak bergeming. “Minggir!”


“Kau mau kemana?”


“Bukan urusanmu! Biarkan aku pergi!”


“Katakan dulu kamu kemana?”


“Aku mau ke club! Bukankah kamu sudah tahu kalau aku menjalani kehidupan bebas!” ucap Aisley sengaja memancing Arka.


“Apa kau mau menggoda pria diluar sana?” ucap Arka penuh emosi.


“Ya, kenapa? Banyak pria diluar sana yang masih tergoda denganku!” ucap Aisley menyinggungkan senyum mengejek. Dia sudah tidak peduli Arka akan menganggapnya perempuan liar, dia tidak akan berurusan dengan Arka lagi. Dia menggeser tubuh Arka dan memegang handle pintu namun tangannya ditarik oleh Arka.


“Kau tidak perlu menggoda pria lain cukup menggodaku saja!” bisik Arka di telinga Aisley.


Aisley terdiam mendengar ucapan Arka namun hanya sepersekian detik. “Namun sayangnya, aku tidak berniat menggodamu!” ucap Aisley tegas.


“Kalau begitu, biar aku yang menggodamu!” Arka langsung mencium Aisley.


Aisley hanya bisa melebarkan matanya, Arka memperlakukan Aisley dengan sangat lembut berbeda dengan awal mereka berciuman di lift pertama kali yang penuh gairah. Perlahan Arka menarik pinggang ramping Aisley dan tangan satunya menahan tengkuk Aisley. Menyapukan bibir Aisley dengan bibirnya dan mulai mencoba masuk ke dalamnya.


...🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼...


...Terimakasih masih setia dengan kisah Arka dan Aisley.🙏🙏🙏...


...Jangan lupa like, love, gift dan komentarnya yach 😊...


...Jangan lupa untuk mampir juga ke Backstreet dan Samudra Nayna 😁🥰🥰...


...Salam Age Nairie 🥰🥰🥰🥰...

__ADS_1


...Salam sehat semua 😊😊😊🥰🥰...


__ADS_2