Keluarga Yang Tak Dirindukan

Keluarga Yang Tak Dirindukan
Gosong


__ADS_3

Anika sedang memasak saat tiba-tiba ponselnya yang diletakkan di atas meja makan berdering, dengan sedikit berlari dia menghampiri meja dimana ponselnya berada.


"Ah Kai..." Anika membaca nama kontak yang tertera di layarnya sambil tersenyum.


"Halo nak, kenapa?" Anika langsung mengangkat telefon dari Kaisar dan menyematkan ponsel itu diantara telinga dan pundaknya, sementara tangannya masih sibuk mengolah adonan masakan.


"Ma, sore ini Kai terlambat pulang. Mau ngerjain tugas di rumah Yoga..." Jawab Kaisar di seberang sana.


"Hemmm oke, jangan lupa makan ya nak!"


"Oke ma, see you." Jawab Kaisar yang langsung menutup telefon.


Anika geleng-geleng kepala dan menghela nafas pendek, kemudian dia meletakkan benda pipih itu kembali ke atas meja makan dan melanjutkan kegiatan masaknya yang sempat tertunda tadi.


"Hemmm Yoga ya, anak itu sepertinya dari dulu tidak pernah bermain dengan anak lain selain Yoga." Anika berbicara dengan dirinya sendiri sambil mengaduk-aduk adonan masakan.


"Eh tunggu! Bau apa ini?" Anika mengendus-endus sambil berusaha mengenali bau menyengat yang dihirupnya.


Anika terkejut saat menyadari dia sedang membuat gorengan sebelum Kai menelfon tadi, "Astaga aku lupa sedang membuat gorengan!" Katanya yang langsung berlari menuju arah dapur.


Sesampainya di dapur tanpa pikir panjang lagi Anika langsung mematikan kompor dan mengangkat gorengan yang sudah gosong menggunakan alat dapur.


"Walah jadi gosong gini, ini mah udah gak bisa dimakan sayang banget hadeuh..." Katanya sambil memperhatikan gorengan yang sudah berubah warna menjadi hitam yang sedang diangkatnya.

__ADS_1


"Ya sudahlah mau bagaimana lagi, ayok chef kita buat gorengan lagi dari awal, fighting!" Anika menyemangati dirinya sendiri sambil mengepalkan tangan ke udara.


***


"Welcome to my house b*bi!" Ucap Yoga kepada Kaisar sambil membuka pintu depan rumahnya saat keduanya sudah sampai di rumah Yoga.


"Heleh kebanyakan drama! Dah ah minggir gue capek mau minum!" Ucap Kaisar sambil mendorong tubuh Yoga agar tidak menghalangi jalan masuknya, kemudian dia segera menuju dapur untuk mengambil minuman.


Yoga hanya membuka mulutnya sebelum berkata, "Ini nih yang gue gak suka kalo ngajak lo, gue lebih ngerasa jadi tamu daripada jadi tuan rumah." Teriak Yoga yang kemudian menyusul Kai masuk dan langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu.


"Anggap saja rumah sendiri mas, jangan sungkan-sungkan!" Teriak Kaisar tak kalah lantang dari arah dapur.


"Ambil cemilan juga ***!" Teriak Yoga lagi sambil rebahan dan memainkan ponselnya. Kakinya yang sebelah sudah naik disandaran sofa.


Yoga mengangkat kepalanya sedikit agar mampu melihat ke arah perutnya, lebih tepatnya melihat jajan yang dilempar Kai tadi.


"B*bi pintar..." Ucap Yoga sambil nyengir kuda.


Kaisar yang sudah duduk di lantai dengan bersandarkan sofa pun hanya diam tidak menjawab, dia ikut memainkan ponsel miliknya.


"Eh *** lihat deh, ini kan si Fanya kelas XI IPA itu kan?" Kata Yoga tiba-tiba sambil menunjukkan foto yang dilihatnya dari sosial media kepada Kaisar.


"Iya, kenapa lo naksir?" Tanya Kaisar yang hanya sebentar memperhatikan foto yang ditunjukkan oleh Yoga lalu dia kembali fokus dengan game onlinenya.

__ADS_1


"Iya dia cantik sih... Eh tapi bukan itu maksud gue, lo gak denger gosip di sekolah apa?" Tanya Yoga yang melirik ke arah Kai.


"Gosip apaan dah, lu udah kayak emak-emak aja hobi ngegosip." Ejek Kaisar tanpa memandang ke arah Yoga.


Yoga merubah posisi tidur menjadi posisi duduk sebelum menjelaskan kepada Kai, "Itu... Si Fanya katanya dulunya anak yang pinter dan populer tapi berubah jadi beringas semenjak orangtuanya cerai, nah sekarang gitu deh gak punya temen karena sifatnya yang ugal-ugalan."


"Kalo orangtua gue cerai, gue juga bakal hancur sih pasti. Ih tapi amit-amit jabang bayi jangan sampe, baru ngebayangin aja udah ngeri gue!" Lanjut Yoga lagi dengan bergidik ngeri.


"Tapi sayang ya Kai dulu pinter, populer, punya banyak temen tapi seketika berubah drastis jadi pendiam dan penyendiri hanya karena perceraian." Kata Yoga lagi sambil mengambil bantal sofa yang ada disampingnya kemudian diletakkan di atas pangkuannya.


Krik krik seketika suasana menjadi hening sejenak karena tidak ada tanggapan dari Kaisar sama sekali. Yoga yang kesal karena dicuekin pun akhirnya berteriak lantang.


"Eh b*bi! Lu dengerin gue ngomong kagak sih dari tadi buset dah!" Yoga berteriak keras sambil memukul kepala Kai dengan bantal sofa.


"Aduh sialan lo! Iya iya gue denger." Kaisar mengaduh sambil mengusap-usap kepalanya yang sakit karena dipukul oleh Yoga.


"Hp terooossss, kalo udah main hp kebiasaan tuh gak dengerin orang ngemeng!" Cerocos Yoga lagi gayanya sudah seperti emak-emak.


"Ampun mak, tanggung soalnya bentar lagi naik level." Jawab Kaisar tanpa rasa bersalah.


Yoga hanya memutar bola mata malas dan kembali ke posisi rebahannya. Keduanya pun akhirnya sibuk dengan ponsel masing-masing dan melupakan kegiatan belajar yang sudah direncanakan sebelumnya.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa klik like dan favorit ya🐣🐣🐣


__ADS_2