Keluarga Yang Tak Dirindukan

Keluarga Yang Tak Dirindukan
Sadar


__ADS_3

"Kai... Kai..." Anika terdengar mengigau dengan menyebut nama Kaisar.


Mendengar itu Elena segera berdiri dari duduknya dan menghampiri Anika.


"Ika, kamu sudah sadar?" Tanya Elena


Perlahan-lahan Anika membuka matanya, dia mengerjapkan matanya beberapa kali lalu melihat sekeliling, "Dimana aku?" Tanya Anika sambil berusaha untuk duduk.


"Jangan bangun dulu, kamu baru sadar. Sekarang berbaringlah!" Ucap Elena yang mencegah Anika untuk duduk.


Anika melirik tangannya yang dipasangkan selang infus lalu berkata, "Aku di rumah sakit? Tapi kenapa?"


"Kamu pingsan semalam, jadi Kaisar membawamu kemari." Jawab Elena sambil duduk di kursi samping tempat tidur Anika.


"Kaisar?! Elena, apa Kai tahu tentang..." Belum selesai Anika bertanya, Elena sudah lebih dulu menjawab.


"Tenang saja, Kaisar tidak tahu soal penyakitmu, karena sebelum dokter memberi tahu kepada Kaisar aku sudah lebih dulu bicara pada dokter itu."


"Lalu dimana Kaisar sekarang? Apa dia baik- saja? Dia tidak melakukan hal aneh bukan?" Anika khawatir atas apa yang terjadi semalam, dia takut hal itu bisa membuat Kaisar melakukan tindakan yang tidak seharusnya.


"Kamu tenang saja, dia baik-baik saja kok. Sekarang dia sedang ku suruh pulang nanti juga kesini lagi." Jawab Elena.


"Syukurlah, aku lega mendengarnya."

__ADS_1


"Akan ku panggilkan dokter dulu untuk memeriksamu." Ucap Elena, dia hendak melangkahkan kakinya namun pergelangan tangannya ditahan oleh Anika.


"Lena..." Ucap Anika dengan suara yang begitu pelan.


"Ya? Kamu membutuhkan sesuatu?" Tanya Elena dengan tersenyum lembut.


"Kaisar... Dia... Dia sudah mengetahui segalanya." Jawab Anika, seiring dengan ucapannya air matanya ikut membasahi pipinya.


Elena yang tadinya hendak memanggil dokter akhirnya mengurungkan niatnya, dia duduk di sisi tempat tidur Anika.


"Aku tahu, Kaisar sudah menceritakan semuanya padaku." Kata Elena, dia meraih tangan Anika dan menggenggamnya dengan erat.


"Lalu apa yang kamu katakan padanya?" Tanya Anika dengan panik.


Elena menghela nafas pendek kemudian menjawab, "Aku bisa apa Ika? Kaisar sudah terlanjur tahu tentang Rendra. Dan aku berfikir ini sudah saatnya dia juga mengetahui masalah yang sebenarnya."


Anika terlihat lemas setelah mendengar jawaban Elena kemudian bertanya dengan suara pelan, "Lalu apa dia marah padaku? Tidak, Apa dia marah pada Rendra?"


Elena berdecak kesal mendengar pertanyaan Anika, "Untuk apa kamu masih mengkhawatirkan Rendra?! Jika Kaisar marah padanya, itu bukan sesuatu yang salah!"


"Dan dia tidak marah padamu, dia justru berniat membawamu pergi dari kehidupan Rendra." Lanjut Elena lagi.


Anika tersenyum sinis sebelum berkata, "Anak itu, dia masih kecil untuk mengambil keputusan."

__ADS_1


"Terkadang masalah bisa menemukan jalan keluar melalui seorang anak, sekalipun itu tidak sengaja." Elena menimpali sambil berdiri dari duduknya.


Anika hanya diam mendengar semua perkataan Elena.


"Satu lagi Ika." Kata Elena yang membuat Anika melihat ke arahnya.


"Tentang penyakitmu... Aku tidak berhak memberi tahu kepada Kaisar. Lebih baik kamu yang memberitahunya sendiri."


Anika menggelengkan kepala pelan sebelum menjawab, "Tidak Lena, aku tidak sanggup melihat Kaisar menanggung beban seberat ini. Akan jauh lebih baik jika dia tidak mengetahuinya."


"Jangan egois Ika, dia justru akan marah jika kamu selalu menutupi masalah darinya, kalau kamu mau bercerita tanpa ada yang ditutupi, Kaisar akan berfikir kamu mempercayainya."


"Tapi Lena..."


"Kalau kamu tidak mau jujur dari sekarang, mau menunggu sampai kapan?"


"Kamu benar, tapi untuk sekarang aku belum siap. Aku akan menunggu waktu yang tepat di saat keadaan sudah mulai membaik."


"Baiklah, aku akan memanggil dokter sekarang." Jawab Elena sambil tersenyum kemudian melangkah pergi keluar kamar pasien.


Halo kakak semua, semoga selalu sehat ya.


Boleh dong saya mau minta ceritanya, pernah nggak sih kalian sedih banget sampai nangis saat baca novel ini? tulis di kolom komentar ya, komentar kalian adalah semangatku untuk terus berkarya 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2