Keluarga Yang Tak Dirindukan

Keluarga Yang Tak Dirindukan
Kemarahan Kaisar


__ADS_3

"Iya sayang, Papa kenapa?" Anika bertanya dengan heran.


"Papa selingkuh Ma!" Jawab Kaisar yang membuat Anika menjatuhkan kue yang dibawanya hingga rusak di lantai, dia menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Apa maksudmu Kaisar, mana mungkin Papa seperti itu!"


"Mungkin Ma! Kai sendiri yang melihatnya!"


Anika memegangi kedua lengan Kaisar dengan panik dia berusaha meyakinkan Kaisar, "Tidak sayang, kamu pasti salah lihat. Papa bukan orang yang seperti itu."


Kaisar sambil menangis dia menggelengkan kepalanya berulang kali, "Kai juga tidak akan percaya kalau orang lain yang mengatakannya Ma, tapi Kai melihatnya dengan mata kepala Kai sendiri."


"Untuk apa Kai berbohong tentang perselingkuhan Papa!" Lanjut Kaisar dia berusaha membuat Anika percaya.


Lutut Anika seketika menjadi lemas, dia berusaha untuk tetap berdiri.


'Bagaimana ini Kaisar sudah mengetahui segalanya, sekarang apa yang harus aku lakukan Rendra?' Batin Anika cemas.


"Mama percaya sama Kai Ma, Kai nggak mungkin bohong!"


"Sayang kamu tenang dulu ya, ayo kita duduk dulu kita bicarakan masalah ini baik-baik ya?" Anika mencoba membawa Kaisar untuk duduk, namun pemuda itu sama sekali tak bergerak dari tempatnya, hingga suara seseorang mengejutkan mereka berdua.

__ADS_1


"Kejutan!!!" Suara bariton seorang pria membuat Kaisar dan Anika menoleh ke arahnya.


"Lihat, apa yang Papa baw-..." Orang itu tidak lain adalah Rendra, dia tidak jadi melanjutkan kata-katanya karena melihat kue yang berantakan di lantai.


"Ada apa ini?" Tanya Rendra dengan mengangkat kedua alisnya.


"Rendra aku ingin bicara berdua denganmu." Anika hendak mendekat ke arah Rendra, namun Kaisar memberi tanda menggunakan tangannya agar Anika tetap diam di tempatnya.


Kaisar menatap Rendra dengan tatapan dingin, dengan suara penuh penekanan dia bertanya, "Untuk apa Papa datang ke sini?"


Rendra yang mendapat tatapan itu menajdi bingung tentang apa yang terjadi, dia memberi tanda kepada Anika untuk memberikan penjelasan kepadanya namun Kaisar tidak membiarkan hal itu terjadi.


"Apa kamu marah Kai, karena Papa datang terlambat dihari ulang tahunmu?"


"Oh sekarang Papa pura-pura perduli sama Kai?" Kaisar bertanya dengan sinis.


"Jelas Papa peduli sama kamu, kamu anak Papa satu-satunya."


Kaisar menyeringai, "Satu-satunya? Wow aku sungguh terkejut!" Ucap Kai dengan bertepuk tangan.


"Kalau Kai anak satu-satunya, lalu siapa anak perempuan yang Papa sebut dengan Adel?" Tanya kai kemudian.

__ADS_1


Rendra membelalakkan matanya merasa terkejut, bagaima Kaisar bisa tahu pikirnya. Kemudian dia melirik ke arah Anika tapi wanita itu hanya menggelengkan kepalanya pelan.


"A-apa yang kamu bicarakan Kai? Lihat, lihatlah apa yang Papa bawa untukmu kamu pasti akan suka." Rendra berkata dengan terbata-bata, dia melangkah mendekati Kaisar dan menyodorkan bingkisan kado berbentuk kotak yang dibawanya itu.


Kaisar menerimanya, namun segera dia banting ke lantai tanpa sedikit pun melihat isinya, hal itu mengejutkan Anika dan Rendra.


"Cukup sandiwaranya! Sekarang jawab pertanyaanku siapa Adel dan wanita yang bersama Papa tadi?!" Kali ini suara Kai benar-benar meninggi.


"Bagaimana kamu bisa tahu tentang mereka?" Akhirnya Rendra menanyakan hal itu.


Kaisar menoleh ke arah Anika yang berdiri disampingnya, "Benar kan Ma, Kai nggak bohong, Mama denger sendiri kan?"


"Dengarkan penjelasan Papa dulu Kak."


"Penjelasan apa lagi?! Semuanya sudah jelas! Papa punya keluarga lain dan mengkhianati Mama! Dan yang paling keterlaluan adalah, dihari ulang tahun Kai, Papa lebih memilih mengutamakan anak dari wanita murahan itu!" Kaisar meluapkan emosinya.


Mendengar hal itu Rendra menampar Kaisar dengan keras, kemudian dia berkata dengan lantang, "Kaisar jaga bicaramu! Dia bukan wanita murahan!"


Kaisar memengang pipinya yang sakit dia menoleh ke arah Rendra dengan tersenyum sinis kemudian berkata, "Sekarang sudah jelas bahwa Papa tidak benar-benar sayang sama Kai." Selepas berkata demikian Kaisar meninggalkan rumah dengan penampilan yang kacau.


"Kaisar jangan pergi nak!" Anika berusaha mengejar Kaisar namun pemuda itu sudah terlanjur pergi dengan mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2