
Mobil Rendra keluar dari kantornya pada malam hari sekitar jam tujuh malam. Namun, selama di perjalanan ada mobil lain yang mengikutinya dari belakang dengan jarak yang aman, sehingga Rendra tidak mengetahui dirinya sedang diikuti.
"Hari ini aku harus mencari tahu kemana Papa akan pergi. Apa benar berkerja atau ada hal lainnya sampai berhari-hari tidak pulang." Ya, mobil yang mengikuti Rendra adalah mobil Kaisar. Pemuda itu menunggu dijalanan depan tidak jauh dari kantor Rendra sejak sore, dia berniat untuk membuntuti kemana Rendra pergi.
Kaisar terus mengikuti Rendra, sesekali dia hampir kehilangan jejak karena terhalang oleh kendaraan lain. Namun dia berhasil menyusul Rendra kembali.
Mobil keduanya berhenti disebuah lampu merah, "Semoga dugaanku tidak benar." Kaisar tentu berharap kecurigaannya selama ini tidak benar-benar terjadi.
"Jalan ini lagi?" Ucap Kaisar, karena Rendra menuju jalan lain yang dulu Kaisar sempat melihatnya saat berhenti di lampu merah yang sama.
Rendra terlihat berhenti disebuah toko kue dan memasukinya, beberapa saat kemudian dia keluar dengan membawa bingkisan berbentuk kotak berukuran sedang kemudian kembali melajukan mobilnya.
Kaisar sesekali menggigit bibir, ada sedikit perasaan takut melintas dihatinya. Jika dugaannya benar, apa dia siap untuk menerimanya.
Tak lama sampailah Rendra disebuah rumah yang cukup besar, dia memasuki pekarangan rumah tersebut. Sedangkan Kaisar hanya berhenti di seberang jalan, melihat semuanya dari dalam mobil walaupun tidak dekat, tapi Kaisar masih bisa melihatnya dengan jelas.
__ADS_1
Kaisar terus mengamati semuanya hingga pada akhirnya terlihat seorang wanita berambut pendek dan juga anak perempuan berusia sekitar sebelas tahun. Setelahnya Rendra terlihat mencium pipi wanita tersebut kemudian berjongkok di depan anak perempuan itu sambil menunjukkan kue yang dibelinya saat diperjalanan tadi.
"Selamat ulang tahun Adel, anak Papa yang cantik." Kaisar samar-samar mendengar Rendra mengucapkan kalimat itu. Mereka terlihat bahagia dan tertawa bersama sebelum memasuki rumah.
"Anak Papa?" Kaisar mengulangi ucapan Rendra dia tidak menangis namun matanya memerah, hatinya terasa sakit dan sesak.
"Jadi benar selama ini Papa punya keluarga lain?" Kaisar mencengkeram setir mobil dengan begitu kencang.
Dia memegangi dadanya yang terasa begitu sesak, "Kenapa Pa, kenapa? Apa salah kami sehingga Papa mengkhianati kami?" Tak terasa air mata yang dia tahan akhirnya lolos begitu saja.
Kaisar rasanya ingin berterak sekencang-kencangnya dan meminta penjelasan pada Papanya saat itu juga. Namun dia teringat pada Mamanya dan akhirnya dengan perasaan campur aduk dia mengemudikan mobilnya untuk pulang ke rumah.
Kaisar melaju dengan kecepatan yang tinggi membelah keramaian kota dengan ganasnya. Tak peduli dia banyak pengendara lain yang meneriaki perbuatannya tersebut, yang ada dipikirannya saat ini adalah dia ingin cepat sampai ke rumah dan memberi tahu Mamanya tentang Rendra.
"Orang yang selama ini gue bangga-banggain dan gue jadiin panutan, ternyata orang terbrengksek yang pernah gue kenal!" Umpat Kaisar dengan perasaan yang sangat marah.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, dia langsung masuk dan berteriak mencari Mamanya, "Mama!"
Tidak ada sahutan dari Anika, Kaisar pun berlari mencari ke kamar Anika dan ke ruangan lain tapi Anika tidak terlihat juga.
"Selamat ulang tahun sayang." Ucap seorang wanita yang membuat Kaisar menoleh ke belakang entah darimana Anika datang, Anika terlihat sedang tersenyum ke arahnya sambil membawa kue tart berukuran sedang yang sudah dinyalakan lilin. Sungguh kebetulan yang mengejutkan hari kelahiran Kaisar dan Adel jatuh pada tanggal dan bulan yang sama.
Kasiar langsung berhambur memeluk Mamanya, yang membuat Anika membawa kue tersebut dengan satu tangan.
"Maafin Kai Ma, maafin Kai." Ucap Kaisar sambil menangis.
Anika merasa pundaknya basah karena air mata kemudian berkata, "Kamu nangis nak? Kenapa minta maaf sama Mama?"
Kaisar melepaskan pelukannya wajahnya sudah terlihat kacau, dengan sesenggukan dia berusaha berkata, "Papa Ma..."
"Iya sayang, Papa kenapa?" Anika bertanya dengan heran.
__ADS_1
"Papa selingkuh Ma!" Jawab Kaisar yang membuat Anika menjatuhkan kue yang dibawanya hingga rusak di lantai.