Keluarga Yang Tak Dirindukan

Keluarga Yang Tak Dirindukan
Dua Insan


__ADS_3

"Siapa dia?" Tanya Rendra kepada seorang wanita yang ada dihadapannya, mereka berdua duduk berhadapan di meja makan.


"A-pa maksud mas?" Jawab wanita itu dengan sebuah pertanyaan.


"Sudahlah kamu tau maksudku, siapa dia dan kenapa kalian berdua terlihat cukup dekat?" Lagi-lagi Rendra bertanya dengan menyodorkan ponsel yang menampilkan sebuah foto seorang laki-laki.


Wanita itu terlihat sangat gugup dengan terbata-bata dia menjawab, "Ah i-iya dia teman lama ku mas iya teman lama."


"Kami terlihat dekat karena memang kami sudah berteman cukup lama." Lanjut wanita itu dengan sedikit tertawa untuk menutupi kegugupannya.


"Benarkah?" Rendra bertanya dengan mengangkat kedua alisnya.


"Iya benar mas, buat apa aku berbohong pada suamiku sendiri." Jawab wanita itu dengan tersenyum kemudian menarik tangan kiri Rendra dan mengusapnya lembut.


"Ah sudahlah, kamu tau kan aku tidak suka dibohongi, jadi jika kamu ketahuan berbohong akan ada hukumannya." Jelas Rendra, terlihat jelas dia tidak sedang main-main.


"Iya sayang." Wanita itu tersenyum lega karena Rendra tidak bertanya lebih jauh.


"Eh tapi tunggu dulu! Darimana kamu mendapatkan foto itu?" Tiba-tiba wanita itu bertanya kepada Rendra dengan tatapan yang tajam.

__ADS_1


"Oh itu, tadi aku juga ikut terjebak macet akibat keributan yang melibatkan kamu tadi."


"Dan tadi kamu hanya melihat saja tanpa membantuku? Jahat sekali suamiku ini!" Wanita itu tidak sedang berpura-pura marah. Dia benar-benar marah kepada Rendra.


"Bukannya aku tidak mau, tapi aku sedang mempelajari situasinya lebih jauh. Dan ketika aku ingin membantumu tiba-tiba saja sudah ada pahlawan yang datang kesana." Jelas Rendra, ya dia memang tidak berbohong.


Wanita itu hanya diam dan menatap pria dihadapannya tangannya dia lipat di depan dada.


"Hei jangan menatapku seperti itu, nanti kamu tidak bisa tidur karena memikirkan ketampanan ku ini." Rendra mengingatkan dengan sedikit tertawa.


Ya benar saja, mendengar suaminya berkata seperti itu, wanita tersebut langsung ikut tertawa dan memukul pelan lengan suaminya, dia memang wanita yang tidak bisa terlalu lama marah kepada orang lain karena hal yang sepele.


Bukannya mengeluh Rendra justru semakin tertawa mendapatkan pukulan dari wanita itu. Dan wanita itu hanya memanyunkan bibirnya, merasa kesal saat marah bukannya dibujuk malah diajak becanda begitu pikirnya.


"Kamu nggak liat ini sudah hampir jam 12 malam, anak kita sudah tidur di kamarnya." Jawab wanita itu dengan sewot, rupanya rasa kesalnya belum benar-benar hilang.


"Ahh begitu rupanya, bagaimana jika kita ikut tidur juga?" Tanya Rendra dengan genit, dia mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum penuh makna.


Wanita yang ada dihadapannya hanya diam tidak menjawab, wajahnya bersemu merah karena malu dengan cepat dia mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


"Hei apa itu, kenapa wajahmu merah begitu? Aku hanya mengajakmu tidur, bukan mengajak yang lain kenapa kamu jadi malu seperti itu, apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Rendra dengan tersenyum lebar, dia jelas sedang menggoda istrinya.


"A-apa? Si-siapa yang malu dan wajah siapa yang merah." Wanita itu bertanya dengan menatap tajam ke arah Rendra, dia berusaha menutupi rasa malunya.


"Ah sudahlah tidak perlu berbohong, kamu tau usahamu itu sia-sia."


"Baiklah karena kamu yang memulai lebih dulu, mari kita lakukan hal yang sedang kamu pikirkan." Lanjut Rendra lagi.


'Siapa juga yang mulai duluan? Jelas-jelas kamu yang bicara dengan genit, dan apa tadi pake mengedipkan sebelah mata segala, siapa saja pasti akan berpikir sama sepertiku huh dasar curang!' Umpat wanita itu dalam hati merasa kesal karena telah dikerjai oleh Rendra.


Dengan cepat Rendra bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah wanita itu kemudian dengan sekali gerakan dia menggendong wanita tersebut.


"Hei apa yang kamu lakukan? Cepat turunkan aku!" Wanita itu meronta agar diturunkan oleh Rendra.


"Ssttt diam jangan berisik, nanti anak kita bangun dan kita tidak bisa melakukan hal yang kamu pikirkan tadi." Jawab Rendra tanpa menurunkan wanita itu, kemudian membawa wanita itu ke dalam kamar mereka.


Setelah di dalam kamar, Rendra menurunkan wanita itu dengan hati-hati di atas ranjang, wanita itu pun hanya diam menurut ketika Rendra mulai melancarkan aksinya. Dan malam itu menjadi saksi bisu menyatunya dua tubuh.


Berbeda dengan dua insan tersebut, di tempat yang berbeda ada wanita yang sedang menangis menderita...

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa klik like dan favorit ya 🐣🐣🐣


__ADS_2