
"Wanita sialan!! Mau cari mati ya kamu hah!!" Umpat pria itu sambil menunjuk wanita yang ada dihadapannya.
"Maaf pak, saya sedang buru-buru tadi mau ngantar anak saya ke sekolah." Jelas wanita itu sambil membungkukkan badan beberapa kali.
"Maaf.. Maaf, kamu pikir maaf saja cukup. Lihat lampu mobil saya, sampe pecah gara-gara kamu!" Pria itu mengumpat keras sambil menunjuk bagian mobilnya yang rusak.
Wanita itu mengeluarkan sesuatu di dalam tasnya lalu mengulurkan ke arah pria tersebut sambil berkata, "Ini kartu nama saya, Anda bisa menghubungi saya nanti, saya akan memberikan ganti rugi atas kerusakan mobil bapak. Maaf saya tidak bisa memberikan ganti rugi sekarang karena saya tidak bawa uang tunai."
Pria itu berkacak pinggang sambil tersenyum sinis, "Kamu pikir saya percaya? Bilang saja kalau kamu ingin lari dari tanggung jawab, dasar sialan!"
"Hei kalian berdua yang ada di depan sana! Selesaikan urusan kalian di tempat lain! Jangan disini mengganggu saja!"
"Cepat selesaikan, kami bisa terlambat gara-gara kalian!"
"Kalau kalian tetap ribut, akan saya panggilkan polisi!"
Para pengendara lain yang ada disekitar sudah mulai kehilangan kesabaran, mereka mengumpat dan membunyikan klakson berulang-ulang kali karena kejadian tersebut telah menimbulkan kemacetan.
"Siapa sih yang bikin keributan di depan?" Tanya Rendra pada dirinya sendiri, dia adalah salah satu pengendara yang ada di lokasi tersebut.
__ADS_1
***
Pria itu merebut dengan kasar kartu nama yang disodorkan wanita didepannya lalu meremasnya dan melemparkannya sembarangan.
"Berikan ganti rugi sekarang secara tunai, saya tidak mau tahu! Atau kejadian ini harus saya bawa ke kantor polisi!" Ancam pria itu kepada wanita yang ada dihadapannya.
Wanita itu yang sebelumnya bisa menanggapi dengan sabar kini mulai ikut tersulut emosi, dia menatap pria itu dengan tatapan tajam.
"Laporkan saja saya tidak takut! Lagipula jika kejadian ini sampai dibawa ke kantor polisi, bukan hanya saya saja yang rugi, tapi anda akan jauh dirugikan. Dan ya, saya juga siap jika harus menghadirkan saksi." Selepas berkata demikian, wanita tersebut berbalik badan dan bersiap melangkah pergi, namun lengannya di tahan oleh seseorang yang tidak lain adalah pria yang sedang berseteru dengannya.
"Dasar wanita kurang ajar!" Pria itu merapatkan giginya, tangannya melayang dan bersiap memukul wanita itu.
"Apa yang..." Tanya pria itu sambil menoleh ke arah si pemilik tangan.
"Kau..." Wanita itu bukannya senang, dia justru kaget dan hanya mematung.
"Anda ingin menyelesaikan masalah dengan wanita menggunakan kekerasan? Cih dasar rendahan!" Kata orang yang menahan tangan pria itu.
"Wah wah... Ada pahlawan rupanya disini. Lepaskan tanganku!" Ejek pria itu sambil menarik tangannya sendiri dengan kasar.
__ADS_1
"Anda tidak lihat? Karena kejadian ini, semua pengendara lain menjadi ikut kena imbasnya, mereka jadi terlambat menuju tujuan mereka. Selesaikan saja dengan baik-baik apa susahnya? Dengan begini kan kita semua tidak terlalu membuang waktu." Jelas pria itu sambil memandang ke arah pengendara lain yang masih mengumpat dalam mobil mereka masing-masing.
"Bagaimana bisa diselesaikan dengan cara baik-baik, wanita ini tidak mau membayar tunai sekarang juga, dia justru memberikan selembar kartu nama yang tidak ada gunanya!" Jelas pria kasar itu dengan nafas yang memburu sambil menunjuk ke arah wanita yang hanya diam memperhatikan itu.
Pria itu hanya diam tidak menanggapi, dia menoleh ke arah wanita itu sejenak sebelum kembali menoleh ke arah pria kasar tadi kemudian berkata, "Berapa banyak ganti rugi yang Anda inginkan? Biar saya yang membayarnya." Tanyanya dengan dingin.
"Siapa kau berani ikut campur hah? Liat, penampilanmu saja sudah seperti gembel mau sok-sokan membayar ganti rugi untuk wanita sialan ini." Ejek pria itu dengan tersenyum sinis, pria dihadapannya memang hanya menggunakan kaos oblong dan celana training. Tidak menunjukkan sebagai orang yang penting.
Lagi-lagi pria itu hanya diam, dia justru mengambil dompet dari saku celananya lalu mengeluarkan sebuah kartu nama. Disodorkannya kartu nama itu ke arah pria kasar tersebut tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Pria kasar itu menerima dengan kasar lalu membaca nama yang tertera dalam kartu nama tersebut. Dia kaget bukan main setelah mengetahui siapa pria dihadapannya.
"Ini..." Pria kasar itu tidak bisa berkata-kata lagi dia hanya kaget dan mengutuk dirinya sendiri dalam hati.
"Perkenalkan saya Satya Arkana Adiputra, CEO perusahaan Alaska Group."
Bersambung...
Jangan lupa klik like dan favorit ya🐣🐣🐣
__ADS_1