Keluarga Yang Tak Dirindukan

Keluarga Yang Tak Dirindukan
Dua Pilihan


__ADS_3

"Kai... Sudah pesan makanan belum?" Anika terlihat berjalan keluar dari kamarnya sambil mengeringkan rambut menggunakan handuk dan berteriak memanggil Kaisar yang masih berada di dalam kamarnya.


Merasa tidak ada jawaban dari putranya itu Anika berinisiatif melihat ke dalam kamar Kaisar, dan ternyata ada suara percikan air dari dalam kamar mandi yang menandakan Kaisar tengah berada di dalamnya. Tak ingin menunggu Kaisar lebih lama, Anika berjalan ke arah ruang tamu dan mengambil hp Kaisar yang diletakkan di atas meja bermaksud untuk mengecek pesanan makanannya.


"Oh sudah dalam perjalanan rupanya." Gumam Anika setelah melihat status pesanannya.


Tak lama suara bel apartemen terdengar berbunyi.


"Cepat juga sampainya." Kata Anika kemudian berjalan ke arah pintu depan.


Anika membelalakkan matanya terkejut, orang yang datang yang dia pikir adalah orang yang mengantarkan makanan ternyata bukan, yang datang tidak lain adalah Rendra.


Rendra menunjukkan senyum lebar sampai terlihat gigi-giginya, di tangan kanannya terlihat dia menenteng sebuah plastik berukuran cukup besar.


"Untuk apa kamu datang kemari?" Tanya Anika setelah sadar dari keterkejutannya.


"Mengunjungi istri serta anakku." Jawab Rendra santai kemudian langsung masuk ke dalam apartemen tanpa dipersilahkan oleh Anika terlebih dahulu.


Anika sebenarnya kesal tapi dia tetap diam membiarkan Rendra berbuat semaunya.

__ADS_1


"Kamu pasti belum makan, iya kan?" Kata Rendra sambil berjalan ke arah dapur.


"Berhenti di sana!" Anika berkata dengan dingin namun Rendra tetap tidak menghiraukannya.


"Aku bilang berhenti disana!" Anika mengulangi kata-katanya dengan suara yang lebih keras dari sebelumnya.


Kali ini Rendra menuruti perkataan Anika dan dia pun menghentikan langkahnya.


Rendra menoleh ke arah Anika sebelum berkata, "Ada apa? Aku hanya ingin menyiapkan makanan, itu saja." Ucapnya sambil mengangkat plastik yang ada ditangan kanannya dan berusaha tetap tersenyum.


"Tidak perlu, aku sudah memesan makanan. Kalau kamu sudah selesai dengan urusanmu silahkan pergi." Jawab Anika sambil mengarahkan Rendra untuk keluar menggunakan tangannya.


Rendra terlihat menghela nafas, dia meletakkan plastik berisi makanan yang dibawanya di atas meja lalu berjalan menghampiri Anika.


Anika diam dia seperti sedang menimbang-nimbang perkataan Rendra.


"Ika, maukah kamu memulai semuanya dari awal denganku?"


"Aku... Aku tidak tahu." Jawab Anika dengan tertunduk.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu menjawab sekarang, kamu boleh memikirkannya terlebih dahulu." Rendra diam beberapa saat lalu kembali melanjutkan bicaranya, "Ika, ada satu hal yang ingin aku sampaikan padamu. Bisakah kita duduk terlebih dahulu?"


***


"Apa?! Untuk apa Rani melakukan itu semua?" Anika begitu terkejut setelah mendengar cerita dari Rendra bahwa masalah yang mereka hadapi selama ini dalangnya adalah Rani sendiri.


"Entahlah aku awalnya juga tidak percaya." Jawab Rendra.


"Lalu dimana Rani sekarang?"


"Beberapa hari setelah kejadian itu aku langsung melaporkannya dan sekarang dia sudah ditangkap dan dipenjara."


"Lalu Adel?"


"Dimana lagi? Dia sekarang ikut dengan ayah kandungnya, Satya."


Anika terlihat menghela nafas panjang beberapa kali, merasa tidak percaya dengan kebenaran yang diceritakan oleh Rendra.


"Baiklah, aku akan pergi sekarang. Aku menunggu jawabanmu, Ika." Kata Rendra lagi lalu beranjak dari tempat duduknya dan pergi dari apartemen Anika.

__ADS_1


Pikiran Anika seketika menjadi kosong, dia sekarang dihadapkan oleh dua pilihan, antara menerima Revan atau memberikan Rendra kesempatan. Hatinya begitu bimbang tentang siapa yang harus dia pilih.


Dia sadar dia telah begitu sering disakiti oleh Rendra namun pernikahannya sudah berjalan selama bertahun-tahun lamanya, sedangkan Revan dia baru saja mengenalnya belum lama.


__ADS_2