
"Kai, gimana udah siap tampil belom hari ini?" Tanya Yoga yang sudah duduk di samping Kai sambil menyalin tugas yang sudah dikerjakan oleh Kaisar.
"Tampil? Tampil apaan? Gak ngerti gue." Jawab Kai yang tak melihat ke arah Yoga, tangannya fokus memainkan game online seperti biasa.
"Hilih, bukannya elo mau ada pertandingan persahabatan basket sama sekolah lain?" Tanya Yoga kemudian yang sudah selesai menyalin tugas kemudian menutup buku itu.
"Hemmm." Jawab Kaisar singkat.
Yoga menyipitkan matanya merasa kesal dengan sikap pemuda itu, "Tadi sok gak tau pas ditanya, sekarang malah ham hem ham hem aja."
"Ya elo nanyanya kagak jelas, tampil apaan coba? Emang gue penyanyi apa tampil tampil."
"Biasa aja keles, pake ngegas kayak ditanjakan aja!"
"Idih sensi, PMS ya lo?" Kata Kaisar sambil melirik ke arah Yoga, yang juga sedang memainkan ponselnya.
"Weh siapa tuh? Cemceman baru lo?" Kaisar bertanya karena tak sengaja melihat foto yang tengah dilihat Yoga di instagram.
"Gimana, cantik kan?" Yoga menyeringai sambil menunjukan layar hpnya di depan wajah Kaisar.
"B aja." Jawab Kaisar santai.
"Iya menurut elo yang gak normal jelas bakal bilang B aja." Yoga mendengus kesal, Kaisar justru hanya diam tak menanggapi.
Kaisar bangkit dari duduk, yang menimbulkan pertanyaan dari Yoga, "Eh mau kemana lo?" Tanya Yoga.
"Toilet, kenapa? Mau ikut?"
"Dih najis, kagak lah ngapain ngintilin lo."
__ADS_1
Kaisar hanya geleng-geleng kepala lalu melangkahkan kakinya, saat berada di depan kelas Kaisar tak sengaja menabrak seseorang.
"Aduh!" Kaisar mengaduh karena terkejut.
"Eh mbak, kalo jalan liat-liat dong jangan main ngoyor aja!" Bentak Kaisar kepada orang itu yang merupakan seorang siswi.
Siswi itu mendongakan kepala agar mampu melihat Kaisar yang terlalu tinggi menurutnya, mata siswi itu merah karena kesal kepada Kaisar. Dia berpikir Kaisar yang lebih dulu menabraknya, kenapa malah dia yang salahkan.
"Eh! Situ dulu ya yang nabrak gue. Bukannya minta maaf malah nyalahin lagi!" Siswi itu berkata dengan menunjuk-nunjuk Kaisar.
"Liat dong! Gara-gara elo kertas yang gue bawa jadi jatuh semua kan!" Lanjutnya sambil melihat ke arah kertas yang sudah jatuh berantakan di lantai.
"Ya salah elo sendiri, udah tau pendek masih aja bawa kertas yang bertumpuk-tumpuk gitu, jadi gak bisa lihat kan!" Kaisar tak mau kalah dan tak mau disalahkan, menurutnya siswi itulah yang salah.
"Udahlah! Cepetan bantuin gue beresin kertas ini lagi, baru gue maafin lo." Gadis itu berjongkok bersiap mengumpulkan kertas yang berserakan itu.
"Maafin? Enak aja elo yang salah kenapa gue yang dimaafin, dasar cewek gak waras!" Bukannya membantu, Kaisar justru berlalu begitu saja.
Kaisar jelas mendengar teriakan itu tapi dia memilih tak memperdulikannya, dia bersiul sambil berjalan santai ke arah toilet. Saat dia sudah selesai dengan urusannya di toilet, Kaisar pun hendak kembali lagi ke kelas, namun saat dia baru beberapa langkah berjalan, sesuatu terjadi.
GUBRAK!!!!
Ya benar, Kaisar jatuh terpeleset di toilet tersebut dia mengaduh kesakitan, " Aww sial! Apa-apaan ini anj*r!" Umpatnya sambil menahan rasa sakit di pinggangnya.
Kaisar berusaha bangkit dengan hati-hati dengan tangannya memegangi bagian yang sakit, dia melirik ke bawah merasa ada sesuatu yang aneh.
"Anj*r kenapa celana gue ikut robek segala?!" Umpatnya lagi, yang melihat celana yang sudah robek dibagian ************ itu.
"Eh Kai elo kenapa?" Tanya seorang siswa yang baru memasuki toilet.
__ADS_1
"Eh Dim, bantuin gue dong. Gue tadi kepleset nih terus celana gue robek." Jawab Kaisar sambil berusaha merapatkan kakinya menutupi celananya yang robek itu.
"Pfftt celana elo robek dibagian anu ya? Hahahaha." Siswa itu sulit menahan tawanya saat melihat tingkah Kaisar.
"Ah ****** lho malah ketawa! Pinjemin itu celana cepet!" Kaisar menunjuk celana yang dibawa Dimas. Dimas memang hendak mengganti seragam olah raga dengan seragam OSIS.
Dimas melirik celana yang disampirkan di bahunya, "Ini? Jangan yang ini udah kotor, biar gue ambilin dulu di loker."
"Yaudah sana jangan kelamaan!" Ucap Kaisar.
***
"****** ****** ******!" Kaisar beberapa kali mengumpat sambil mengganti celananya yang sudah diambilkan Dimas tadi.
"Ini pasti gara-gara cewek gak waras itu! Dia yang salah tapi malah gue yang kena karma kayak gini, awas aja kalo ketemu nanti!" Lanjutnya lagi sembari merapikan seragamnya.
Kaisar lalu pergi dengan perasaan yang teramat kesal, wajahnya yang putih itu berubah warna menjadi merah karena perasaan marah.
"Lama banget lo di toilet, habis dandan ya?" Tanya Yoga setelah Kaisar sudah berada di dalam kelas.
"Diem lo!" Bentak Kaisar, dia sulit mengendalikan amarahnya sehingga Yoga terkena semprotannya.
"Kenapa lo bawa celana kemari? Kenapa dengan celana itu?" Tanya Yoga lagi yang melihat Kaisar memasukan celananya ke dalam tas. Sepertinya Yoga tidak menyadari bahwa Kaisar sedang sangat kesal.
"Robek." Jawab Kaisar singkat.
Yoga tak bertanya lebih jauh, dia memilih memainkan ponselnya.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa klik like dan favorit ya 🐣🐣🐣