Keluarga Yang Tak Dirindukan

Keluarga Yang Tak Dirindukan
Masa Lalu Rani (part 2)


__ADS_3

"Kamu dimana?" Rani mengigit jarinya sambil melakukan panggilan telepon dengan seseorang.


"Jangan pernah hubungi anak saya lagi, kamu tidak pantas untuk anak saya!" Jawab orang di seberang telepon.


Rani begitu terkejut mendengar suara yang ternyata bukan suara orang yang diharapkannya.


Dengan ragu Rani kembali berkata, "Dimana Satya, Bu?"


"Untuk apa kamu cari-cari anak saya hah?! Kamu itu cuma wanita rendahan yang masuk ke dalam kehidupan putra saya! Kamu hanya menginginkan harta kami kan?! Berapa jumlah yang kamu inginkan biar saya transfer sekarang juga agar kamu bisa pergi dari kehidupan putra saya."


"Tidak Bu, Saya tidak menginginkan semua itu saya hanya ingin Satya tanggung jawab karena saya sedang mengandung anaknya, Saya mengandung cucu Ibu." Jawab Rani yang sudah mulai menangis.


"Gugurkan kandungan mu dan lupakan anak saya! Jangan pernah kamu kembali atau menghubungi putra saya lagi, paham!" Setelah berkata demikian Ibu Satya langsung mengakhiri panggilannya.


Rani terduduk lemas sambil menangis sesenggukan, dia mengusap lembut perutnya sambil berkata, "Maaf ya nak, di usiamu yang baru dua Minggu harus merasakan semua ini."


"Maafin Mama yang nggak bisa memberikan yang terbaik untuk kamu." Lanjut Rani dengan masih terus menangis.


Karena rasa putus asa yang dirasakannya, Rani memutuskan untuk pergi ke bar untuk menghibur dirinya sendiri.

__ADS_1


***


"Siapa dia? Rasanya tidak asing." Rani mengamati seseorang yang tengah minum di meja yang lain dengan ditemani beberapa wanita penghibur.


Rani menjentikkan jarinya ke meja sambil berusaha mengingat seseorang yang tengah dilihatnya.


"Ah iya! Aku ingat siapa dia." Ucapnya dengan tersenyum lebar.


Kemudian dia memesan segelas minuman lagi yang kemudian minuman tersebut dia masukkan sesuatu yang berbentuk serbuk, digoyangkan minuman tersebut agar bisa tercampur rata dengan sesuatu yang dimasukannya barusan.


"Kena kau, Rendra." Rani berkata sambil menyeringai.


Pria itu yang tak lain adalah Rendra, sudah satu tahun sejak dia menuduh Anika berselingkuh dia terus hidup seperti itu mendatangi bar, meminum minuman keras dan bermain dengan wanita, tapi dia tak pernah sekalipun tidur dengan wanita-wanita tersebut dia hanya sekedar duduk dan bercanda bersama.


Pelayan itu segera menerima tugas yang diberikan oleh Rani, ya di bar sesuatu yang buruk bisa saja terjadi seperti yang tengah dilakukan oleh Rani saat ini.


***


"Kamu cukup tampan sebenarnya, sayang kalau harus berakhir di sini." Rani menelusuri wajah Rendra menggunakan jari telunjuknya Rendra yang saat itu tak sadarkan diri akibat meminum minuman yang diberikan oleh Rani lewat pelayan tadi.

__ADS_1


"Bagaimana kalau istrimu tahu bahwa kamu sudah menghamili wanita lain? Kira-kira seperti apa reaksinya ya?" Lanjut Rani lagi sambil tertawa kecil.


"Ah sudahlah, daripada kita penasaran, lebih baik kita coba saja sendiri." Kata Rani kemudian dia mulai melepaskan baju yang dikenakan oleh Rendra dan baju yang dikenakannya sendiri lalu tidur di samping pria itu.


Saat pagi menjelang, Rendra perlahan-lahan mengerjapkan matanya berulang kali, dia memegangi kepalanya yang terasa pusing.


"Ah kepalaku sakit sekali." Kata Rendra yang sudah dalam posisi duduk.


Rendra kemudian menoleh ke arah sampingnya karena seperti mendengar suara tangisan seorang wanita.


"Siapa kamu?!" Rendra begitu terkejut mengetahui ada seorang wanita yang berada di kamar yang sama, apalagi kondisi wanita tersebut yang hanya menggunakan selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Lelaki brengsek! Apa kamu tidak ingat apa yang kamu lakukan semalam padaku, hah?!" Rani menjerit histeris dengan pura-pura menangis.


"A-apa yang aku lakukan? Aku tidak melakukan apapun."


"Dasar lelaki brengsek! Kamu sudah merenggut semuanya dariku! Merenggut satu-satunya hal yang berharga bagiku!"


"Ti-tidak mungkin! Aku tidak mungkin melakukan itu!"

__ADS_1


Rani melempar bantal ke arah Rendra sebelum berkata, "Kamu harus tanggung jawab! Kalau tidak, saya akan membawa kasus ini ke polisi!"


Rendra mengacak-acak rambutnya sendiri karena merasa frustasi.


__ADS_2