
Di dalam mobil, Kaisar dan cewek itu sama-sama diam sebelum Kaisar memecah keheningan, "Gue tadi cuma mau duduk bukan mau bunuh diri." Kaisar bersuara setelah diam cukup lama.
Cewek yang duduk di sampingnya menoleh kemudian menjawab, "Sorry gue kira elo mau bunuh diri dan gue udah ngatain elo gila tadi, maaf." Suaranya pelan namun masih bisa terdengar.
Kaisar tersenyum tipis kemudian menjawab, "But thanks, elo udah dateng di saat gue sedang butuh seseorang." Ucapnya yang tanpa memandang ke arah cewek yang duduk di sampingnya.
"Tapi nggak tau kenapa tadi gue tiba-tiba meluk elo, pikiran gue saat itu kacau banget."
"Elo bisa cerita kok kalo elo lagi ada masalah, yah walaupun gue nggak bisa bantu apa-apa setidaknya dengan menjadi pendengar yang baik, beban elo bisa sedikit terangkat."
"Makasih ya." Jawab Kaisar, kali ini dia menoleh ke arah cewek tersebut sambil menunjukkan senyumannya.
'Duh kok gue deg-degan gini disenyumin sama orang yang menyebalkan ini?' Batin cewek itu sambil memegangi dadanya.
"Oh ya, elo udah makan?" Tanya Kaisar.
"Iya gue udah makan tad-..." Cewek tersebut belum selesai menjawab saat suara perutnya berbunyi menandakan sedang lapar.
__ADS_1
"Hahahah dasar, bilang aja belum makan pake malu segala tuh cacing udah teriak-teriak minta makan." Kaisar tertawa terbahak-bahak karena ikut mendengar suara perut yang bunyi dari cewek itu.
Pipi cewek tersebut memerah karena malu kemudian berkata, "Gue nggak malu, gue cuma nggak mau aja ngerepotin elo." Katanya dengan suara keras seperti biasanya saat bertemu Kaisar di sekolah.
"Halah alesan, lagian siapa yang merasa direpotin, orang gue cuma nanya bukan nawarin makan." Jawab Kaisar dengan menjulurkan lidahnya meledek si cewek itu.
Cewek itu hanya mendengus kesal mendengar jawaban Kaisar.
"Hahaha bercanda, gitu doang ngambek, emang dasar monyet." Ucap Kaisar lagi yang melihat ekspresi kesal si cewek.
"Baiklah kita makan dulu sebelum pulang, gue juga laper." Katanya lagi sambil menambah kecepatan mobilnya.
"Elo bisa panggil gue Fanya." Jawab cewek itu sambil tersenyum.
Kaisar mengangguk pelan kemudian berkata, "Gue Kaisar, panggil aja Kai."
"Udah tau, elo kan terkenal ganteng di sekolah." Jawab Fanya, namun gadis itu segera menutup mulutnya menggunakan kedua btangan karena merasa telah mengucapkan sesuatu yang fatal baginya.
__ADS_1
"Apa? Elo bilang apa tadi?" Kaisar bertanya sambil menoleh ke arah Fanya.
Fanya menoleh ke arah pintu mobil, dia menepuk dahinya sendiri sambil bergumam pelan, "Bodoh! Kenapa gue bisa keceplosan gini sih. Dia nggak denger kan?"
"Elo bilang apa tadi? Ditanya juga." Tanya Kaisar sekali lagi.
Fanya berdehem pelan sebelum menjawab, "Ehem, bukan apa-apa kok nggak penting." Dia berusaha bersikap biasa saja.
"Hemmm elo orang kesekian kalinya yang bilang gue ganteng sih, jadi gue nggak kaget." Kaisar berkata tanpa menoleh ke arah Fanya, selanjutnya terdengar tawa dari pemuda itu.
Fanya melotot ke arah Kaisar sebelum menjawab, "Woy siapa yang bilang elo ganteng, pede banget sih jadi orang." Teriak Fanya sampai membuat Kaisar menutup telinga kirinya.
"Iya bukan elo yang ngomong tapi monyet!" Jawab Kaisar tak kalah keras. Seperti biasa, keduanya berdebat cukup lama hingga sampailah keduanya di sebuah tempat makan di pinggiran jalan.
"Kita makan di sini aja nggak papa ya?" Ucap Kaisar sambil melepaskan sabuk pengamannya.
"Yee elo kayak ngajak makan putri raja aja yang kudu makan di restoran mewah, santai aja kali gue mah udah biasa makan di tempat beginian." Jawab Fanya dengan menunjukkan senyum manisnya.
__ADS_1
"Ya udah ayo turun." Ajak Kaisar, yang dibalas anggukan oleh cewek tersebut.