
Kaisar bertemu dengan Elena di parkiran rumah sakit. Elena terlihat sedang bersiap untuk pergi.
"Kai!" Panggil Elena sembari melambaikan tangan saat melihat Kaisar tengah turun dari mobilnya.
Kaisar menoleh lalu tersenyum saat melihat Elena. Kemudian dia menghampiri wanita tersebut sambil tangan kirinya membawa sebuah tas kecil.
"Kamu bawa apa?" Tanya Elena sambil melirik tas yang dibawa oleh Kaisar.
Kaisar ikut melirik tas yang dibawanya kemudian diangkatnya untuk menunjukkan kepada Elena sebelum berkata, "Ah ini ada baju Kai sama Mama, Mama nggak suka kalau harus pakai baju rumah sakit."
Elena mengangguk pelan kemudian menjawab, "Oh... Ah iya Kai, Mama mu sudah sadar, tapi maaf tante nggak bisa nemenin. Nanti sore tante ada jadwal soalnya. Tapi mungkin nanti malam tante bisa nemenin lagi."
"Nggak papa tante, santai aja. Kai bisa sendiri kok." Jawab pemuda tersebut sambil tersenyum.
"Ya udah, tante pergi sekarang ya. Jaga Mama mu baik-baik." Ucap Elena sambil menepuk pundak Kaisar.
"Pasti. Hati-hati di jalan tante, makasih ya untuk hari ini." Jawab Kaisar yang dibalas anggukan kepala dari Elena. Kemudian wanita paruh baya tersebut segera pergi menuju mobilnya berada.
Kaisar melihat mobil Elena sebentar sampai mobil itu keluar dari area rumah sakit, lalu dia segera pergi menuju ruangan Anika.
"Bagaimana keadaan Mama?" Tanya Kaisar saat dia sudah berada di ruangan Anika, dia terlihat duduk di kursi samping tempat tidur Anika.
__ADS_1
Anika tersenyum kemudian menjawab, "Udah baikan nak, kamu kok nggak sekolah?"
"Kai izin dulu Ma, besok baru masuk lagi. Nggak papa kan?"
"Harusnya si jangan, tapi karena udah terlanjur ya udah nggak papa. Tapi besok-besok nggak boleh izin lagi ya!"
Kaisar menganggukan kepalanya sambil tersenyum sebelum menjawab, "Siap bos!"
"Loh kok makanannya masih ada? Mama belum sarapan?" Tanya Kaisar saat dia melihat makanan yang masih utuh yang diberikan pihak rumah sakit untuk Anika.
Anika menggeleng pelan sebelum menjawab, "Belum nak, Mama nggak nafsu makan. Nanti saja kalau udah berasa lapar, Mama makan."
"Nanti aja nak."
"Ssttt Mama nggak boleh nolak! ayo sekarang makan biar Kai suapin." Ucap pemuda tersebut, sebelum mulai menyuapi Anika, Kaisar lebih dulu membantu wanita paruh baya itu untuk duduk.
"Aaa." Ucap Kaisar saat dia hendak memasukkan sesendok makanan ke mulut Anika.
Anika pun makan dengan disuapi Kaisar, ada perasaan sedih dan bangga yang melintas di hatinya. Dia sedih di kondisinya yang sekarang Rendra tidak ada didekatnya sebagai sosok suami, namun dia bangga dia memiliki seorang putra yang selalu ada disaat Anika membutuhkan, seorang putra yang bertanggung jawab serta penuh kasih sayang. Seorang putra yang dewasa meski dia masih dianggap sebagai anak kecil di mata Anika.
"Kamu sendiri sudah sarapan nak?" Tanya Anika disela-sela makannya.
__ADS_1
"Udah tadi di rumah, Ma." Jawab Kaisar singkat.
Tiba-tiba Kaisar tertawa kecil melihat ekspresi Anika saat makan, yang menimbulkan kebingungan dari Anika.
"Kenapa ketawa nak?" Tanya Anika bingung.
"Itu, ekspresi Mama lucu saat makan hahaha." Jawab Kaisar dengan diiringi tawa.
"Nakal ya kamu berani ngetawain Mama." Anika memasang wajah cemberut, namun sebenarnya dia bahagia melihat putranya bisa tertawa.
"Pasti nggak enak ya Ma, makanannya?" Tanya pemuda tersebut dengan masih sedikit tertawa.
"Ya siapa yang bakal suka sama makanan rumah sakit?" Jawab Anika.
Kaisar tersenyum lembut ke arah Anika sebelum berkata, "Jangan sakit-sakit lagi ya Ma, Mama harus tetap sehat karena Kaisar cuma punya Mama di dunia ini."
"Pasti nak, doakan Mama biar cepat sehat ya."
"Pasti Ma." Jawab Kaisar singkat.
"Sini sayang peluk Mama!" Ucap Anika sambil merentangkan kedua tangannya, dan Kaisar pun langsung berhambur memeluk Mamanya itu.
__ADS_1