Keluarga Yang Tak Dirindukan

Keluarga Yang Tak Dirindukan
Sekali Saja


__ADS_3

Malam telah berganti pagi, selepas keluarga kecil itu melakukan makan malam bersama semalam, ketiganya memutuskan untuk langsung pulang ke rumah karena waktu sudah menunjukkan larut malam. Tidak ada yang protes dengan keputusan itu, karena memang menurut mereka makan malam sederhana seperti itu sudah cukup membahagiakan dan berkesan.


Dan pagi ini, Rendra terlihat sedang bersiap-siap untuk berangkat bekerja, terlihat dia tengah berdiri di depan cermin sambil memasangkan sebuah dasi di lehernya. Meskipun sudah berusia lima puluhan tahun, wajah tampannya masih jelas terlihat dan berkharisma.


Saat Rendra akan menyimpulkan dasinya, sebuah tangan menahan tangannya dan mengambil alih pekerjaan itu. Dengan cepat dia mendongakkan kepala dan terlihat Anika tengah berdiri di depannya dan tangannya sudah meraih dasi yang akan dipakaikan Rendra tadi.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Rendra dengan nada kesal dan hendak menepis tangan Anika.


Namun dengan cepat Anika menjawab, "Tolong, biarkan aku melakukan ini." Jawab Anika tanpa memandang Rendra sambil meneruskan pekerjaannya.


Rendra yang berniat membantah pun mengurungkan niatnya, dia membiarkan Anika melakukan apa yang dia inginkan.


Dipandanginya wajah Anika dengan teliti wajah yang sudah mulai berkeriput namun tak memudarkan kecantikannya.

__ADS_1


Tanpa dia sadari, sebuah senyuman mengembang di bibirnya, tentu saja Anika tak menyadari senyuman itu karena dia tengah sibuk melakukan tugasnya sebagai istri.


Setelah selesai dengan dasinya, Rendra yang hendak berbalik badan pun dibuat terkejut lagi oleh Anika, bagaimana tidak Anika dengan cepat melayangkan sebuah pelukan ke tubuh suaminya itu sebelum Rendra benar-benar membalikkan badannya.


"Hei! Jangan melewati batasanmu Ika!" Tegas Rendra mengingatkan


"Ku mohon, untuk sekali ini saja. Biarkan aku memelukmu biarkan aku merasakan detak jantungmu lebih dekat dan biarkan aku merasakan kehangatan tubuhmu. Ku mohon sekali saja..."


"Cepat lepaskan aku!"


Mendengar permohonan Anika, akhirnya Rendra pun mengalah. Bagaimanapun Anika masih istri sahnya, dia juga berhak atas tubuhnya.


Keduanya sama-sama tenggelam dalam pikiran masing-masing. Anika sungguh bahagia bisa memeluk tubuh suaminya yang sudah sekian lama terasa asing baginya. Tubuh yang selama ini dirindukannya.

__ADS_1


"Maaf..." Ucap Anika lirih


"Maaf selama ini mengecewakanmu, maaf tak bisa membahagiakanmu, maaf sudah menyakitimu, membuatmu menderita atas kesalahanku membuatmu harus menanggung beban yang begitu besar maaf, maafkan aku..." Ucapnya lagi dan air mata pun mulai merembes keluar membasahi jas yang dikenakan Rendra.


Rendra hanya diam mendengarkan, tangannya mengepal dengan keras nafasnya memburu, luapan amarah sudah siap dia kobarkan. Dia mendorong tubuh Anika dengan keras hingga termundur beberapa langkah lalu berkata, "Cukup! Sudahi sandiwaramu! Apa kamu pikir aku akan luluh dengan air mata busukmu itu hah?!"


"Rendra..."


"Sepertinya semakin hari kamu semakin pintar bersandiwara ya. Sungguh aku sangat terkejut dengan itu semua. Mungkin jika ada penghargaan, aku yakin kamu akan jadi pemenang sebagai ratu drama terbaik." Rendra menyeringai sambil bertepuk tangan.


"Cih! Jasku jadi kotor!" Lanjutnya lagi sambil mengibaskan jas yang terkena air mata Anika. Rendra memandang Anika sekilas lalu berlalu pergi begitu saja.


Sungguh Anika sakit hati atas sikap Rendra, belum pernah dia diperlakukan kasar seperti tadi, apa yang terjadi pada suaminya itu sejak kapan dia mampu bersikap kasar seperti itu, setahu Anika, semarah apapun Rendra dia tidak akan berbuat kasar terlebih pada seorang wanita.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa klik like dan favorit ya🐣🐣🐣


__ADS_2