Keluarga Yang Tak Dirindukan

Keluarga Yang Tak Dirindukan
Masa Lalu Rani


__ADS_3

"Kenapa proyek kita yang di Bali tidak berjalan?!" Rendra membanting dokumen yang berada di tangannya ke atas meja, hal itu membuat semua karyawan yang sedang meeting bersama Rendra menjadi terkejut dan ketakutan.


Rendra memandang ke salah satu karyawannya sebelum bertanya, "Sony, jelaskan kenapa ini bisa terjadi. Kamu selaku penanggung jawab atas proyek ini!"


Sony yang disebut oleh Rendra mengucurkan keringat dingin, dia takut untuk menjelaskannya kepada Rendra karena emosi pria itu yang tengah meluap-luap.


"Jawab!" Bentak Rendra karena mendapati Sony hanya diam.


Dengan terbata-bata akhirnya Sony menjelaskan bahwa proyek yang sedang mereka jalankan saat ini harus berhenti dikarenakan kehabisan dana, Sony juga baru mendapat laporan kemarin dan pada hari ini, Rendra secara tiba-tiba melakukan rapat mendadak sehingga Sony belum sempat melaporkan kejadian yang sebenarnya.


"Begini pak, dana yang seharusnya diterima untuk proyek ini yang sebesar 5 Triliun kami hanya mendapat 3 Triliun." Jelas Sony.


Rendra membelalakkan matanya tidak percaya, "Bagaimana bisa! Apa kalian semua tidak becus bekerja?! Hal sebesar ini kenapa sampai tidak ada orang yang melaporkan pada saya?!"


Tidak ada yang berani menjawab Rendra, bahkan untuk sekedar menatap mata Rendra saja mereka begitu ketakutan. Pada akhirnya meeting berakhir pada saat itu juga dan semua karyawan meninggalkan ruangan yang hanya menyisakan Rendra, Linda dan juga Sony.


"Linda, panggil pak Andi manager keuangan kita kesini sekarang!" Rendra berkata kepada Linda sambil memijat pelipisnya yang terasa sakit.


"Maaf pak, tapi pak Andi sedang mengambil cuti sejak dua hari yang lalu." Jawab Linda.


"Cuti apa?" Tanya Rendra yang memandang ke arah Linda.


"Beliau ke luar negeri untuk menemui istrinya yang dirawat di Singapura."

__ADS_1


Kali ini Rendra memandang ke arah Sony sebelum berkata, "Sony apa kamu benar-benar tidak terlibat dengan semua ini?"


"Saya berani bersumpah bahwa saya tidak terlibat atas semua ini pak." Jawab Sony dengan suara lantang.


Rendra hanya mengangguk pelan, "Mau main-main dengan saya rupanya." Rendra bergumam pelan.


***


Satu Minggu setelah kejadian di ruang meeting saat itu, Rendra melaporkan kasus dugaan korupsi di perusahaannya kepada pihak berwajib. Sehingga saat ini ditemukan fakta bahwa pak Andi selaku manager keuangan telah melakukan penggelapan dana.


Terlihat wanita berusia dua puluh enaman tahun sedang menangis sambil mencegah polisi untuk menangkap pak Andi.


"Jangan bawa Ayah saya, Ayah saya tidak bersalah!" Ucap wanita tersebut yang tidak mau melepaskan tangan Andi selaku ayahnya.


"Rani, tidak apa-apa Ayah akan baik-baik saja. Kamu jagalah Ibu dengan baik." Kata Andi kepada wanita tersebut, Andi sudah pasrah dengan semuanya.


"Jangan pergi Ayah!" Rani terus memegang tangan Ayahnya.


"Maaf mbak, kami harus membawa pak Andi dari sini." Seorang polisi menahan Rani agar tidak menganggu proses penangkapan.


Saat Rani ingin menahan Andi lagi, Ibunya jatuh pingsan dan harus segera mendapatkan pertolongan pertama.


***

__ADS_1


Pada saat itulah kehidupan Rani mulai hancur, dia harus mendapati kenyataan Ayahnya yang ditangkap karena terbukti melakukan korupsi. Semua aset yang dimiliki keluarganya harus disita. Ibunya yang tidak kuat menahan masalah itu terus jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia.


"Sudah tidak ada yang ku miliki!" Ucap Rani lalu menegak minuman alkohol langsung dari botolnya.


"Mereka! Mereka yang sudah menghancurkan keluargaku! Kalian akan menerima balasannya!" Ucapnya sambil melihat selembar foto yang ada ditangannya.


"Lihat saja, kalian akan aku hancurkan sampai sehancur-hancurnya!" Katanya lalu tertawa lantang seperti orang gila.


Kemudian Rani beranjak dari duduknya dengan langkah sempoyongan dia keluar dari bar tersebut, dan tanpa sengaja dia menabrak seorang pria.


"Hei! Kalau jalan lihat-lihat dong!" Rani menyalahkan pria tersebut, padahal dirinyalah yang salah.


Pria itu hanya tersenyum tipis sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah Rani, kemudian dia minggir agar Rani bisa berjalan keluar dari bar.


.


.


.


Hai Keluarga Yang Tak Dirindukan kembali. Maaf ya sudah menunggu lama, maaf juga belum bisa crazy up tapi akan saya usahakan untuk update setiap hari kedepannya. Terimakasih atas dukungan yang selalu kalian berikan untuk karya saya. 🙏


Jaga Kesehatan ya. Salam hangat 😊

__ADS_1


__ADS_2