Keluarga Yang Tak Dirindukan

Keluarga Yang Tak Dirindukan
Kabar Buruk (part 2)


__ADS_3

"Baiklah, pikiran semuanya dengan tenang. Ini, minumlah dulu." Elena menyodorkan segelas air putih kepada Anika.


"Terima kasih." Jawab wanita paruh baya tersebut sambil menerima minumannya lalu meminumnya hingga tandas.


Elena duduk di samping Anika kemudian berkata, "Ika, setidaknya beritahu Rendra tentang kondisimu."


"Dia tidak akan peduli." Anika tersenyum kecut.


Elena berdecak kesal, dia mulai menceramahi Anika, "Ika, untuk apa mempertahankan laki-laki brengsek seperti dia?! Dia itu orang bodoh yang tidak mau membuka mata untuk melihat kebenarannya."


Anika memandangi gelas ditangannya yang sudah tak terisi itu, "Ya kamu benar dia memang laki-laki bodoh, tapi selama aku hidup hanya dia yang mampu membuatku merasa menjadi wanita yang paling beruntung, sebelum akhirnya terjadi kesalahpahaman itu."


"Bagaimana kalau kita mencari pelakunya?"


"Aku sudah melakukan berbagai cara Lena, tapi orang itu seperti hilang ditelan bumi."


"Sial!" Elena mengumpat, tangannya mengepal karena merasa geram.


"Tapi aku tidak pernah menyerah untuk menunjukkan kebenaran kepada Rendra, bahwa aku tidak pernah mengkhianati dia bahkan berpikir untuk berkhianat saja aku tidak mau."


"Aku percaya padamu." Elena tersenyum sambil mengusap pundak Anika.


"Ika, tolong pikirkan perkataanku. Lakukanlah pengobatan walaupun kamu tidak mau, setidaknya lakukan demi Kaisar. Kamu pasti mau kan melihat Kaisar menikah dan bahagia?" Elena berusaha mencari cara lain untuk membujuk Anika.

__ADS_1


Anika diam seolah sedang memikirkan perkataan Elena barusan.


"Katakan Ika, apa kamu tidak mau menilai wanita pilihan Kaisar nantinya, memberikan nasihat-nasihat tentang kehidupan dan memastikan pilihan Kaisar sudah tepat." Lanjut Elena lagi.


Anika menoleh ke arah Elena kemudian tersenyum, "Kamu memang pandai membujuk orang lain."


"Baiklah, sudah sore aku pulang dulu." Ucap Anika kemudian berdiri.


"Mau ku antar?"


"Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri." Anika menolak tawaran Elena.


"Baiklah kalau begitu, aku buatkan resep obat untuk menekan rasa sakitmu untuk sementara." Elena ikut berdiri dan menghampiri meja kerjanya.


***


"Mama darimana?" Kaisar bertanya saat melihat Anika memasuki rumah.


"Habis bertemu tante Lena nak." Jawabnya kemudian duduk di samping Kaisar yang sedang asyik memainkan game onlinenya.


Kaisar meletakkan ponselnya begitu saja, wajahnya panik, "Mama sakit? Kok habis ketemu sama tante Lena?"


Anika tersenyum kemudian memegang tangan putranya itu, "Emang kalau mau bertemu sama tante Lena harus sakit dulu? Nggak kan?"

__ADS_1


"Ya nggak sih..."


"Mama kangen aja sama tante, udah lama nggak ketemu soalnya."


"Eh kamu sudah makan?" Tanya Anika kepada Kaisar.


Kaisar tersenyum kemudian mengangguk pelan, "Udah Ma, tadi masak mie instan hehe."


"Maafin Mama ya, Mama belum sempat masak."


"Santai aja Ma, lagian udah lama Kai nggak makan mie jadi sekali-kali gak papa dong?" Kaisar memang bukan anak yang ribet soal makanan. Kalau sudah lapar, apapun yang bisa dimakan dia pasti memakannya.


"Sebagai permintaan maaf Mama, kamu mau makan malam diluar?" Anika berusaha menebus kesalahannya dengan menawarkan Kaisar makan malam diluar.


"Boleh, tapi Kai mandi dulu ya. Belum mandi soalnya hehe."


"Eh tapi nggak nunggu Papa aja Ma?" Tanya Kaisar.


"Papa sepertinya lembur jadi pulang agak larut."


"Oh gitu, ya sudah Kai mandi dulu Ma." Ucap Kaisar lalu mengecup pipi Anika dan pergi ke kamarnya untuk mandi.


"Yaudah sana, Mama juga mau mandi." Jawab Anika dengan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2