
"Bagaimana gue bisa mencari tahu di keadaan sekarang? Masa iya gue harus ninggalin Mama di rumah sakit sendirian." Kaisar berbicara pada dirinya sendiri sambil berbaring di sofa yang terletak di ruangan Anika.
Kaisar kemudian bangkit dari posisi tidurnya dan duduk, "Kalo minta bantuan tante Lena nggak mungkin, dia sibuk dan pasti nggak bisa jagain Mama 24 jam."
Kaisar menatap Anika yang tengah tidur lalu berkata, "Apa gue nyuruh Aldo aja? Tapi nggak mungkin juga, gue nggak percaya sama dia yang ada dia cuma molor aja kerjaannya." Ucapnya sambil mengacak-acak rambutnya sendiri merasa frustasi.
Karena merasa menemukan jalan buntu, Kaisar memilih bardiri dari duduknya dan berjalan ke arah jendela. Dari jendelanya tersebut Kaisar bisa melihat area parkiran karena ruangan Anika berada di lantai dua.
Kaisar melihat ke kejauhan sebelum matanya menangkap sosok yang diketahuinya sedang berjalan dengan tergesa-gesa di parkiran rumah sakit.
"Bukankah dia wanita yang bersama Papa semalam? Dan dia... Dia putrinya bukan?" Kaisar mengamati orang tersebut lebih seksama memastikan dirinya tidak salah lihat.
Kaisar membelalakkan matanya saat sudah bisa melihat dengan jelas.
"Darah?! Apa anak itu kecelakaan? Lalu siapa laki-laki yang menggendongnya?" Kaisar berusaha mengira-ngira.
"Sudahlah berdiam di sini tidak akan menemukan jawaban, lebih baik aku mencari tahu."
Kaisar mendekati Anika yang masih tertidur sebelum berkata, "Ma, Kaisar pergi sebentar." Ucapnya kemudian langsung pergi untuk menghampiri Rani.
__ADS_1
***
"Satya cepatlah! Adel sudah kehilangan banyak darah!" Rani berkata dengan sangat panik dari kursi belakang sambil memangku Adel.
"Ini juga sudah cepat! Sabarlah kita sebentar lagi sampai." Jawab Satya tak kalah panik.
Rani dan Satya membawa Adel yang baru saja mengalami kecelakaan di jalan sekitar sekolahnya. Satya kebetulan lewat di sekitar sekolah sehingga dia yang membawa Adel ke rumah sakit.
Tak lama tibalah mereka di rumah sakit dan Satya langsung menggendong Adel untuk dibawa ke ruang IGD.
"Dokter! Tolong anak saya!" Rani berteriak histeris di sekitar ruangan IGD yang membuat beberapa perawat menghampirinya dan segera menangani Adel.
"Tolong anak saya dok... Tolong anak saya." Rani berkata dengan berderai air mata.
"Kami akan berusaha yang terbaik." Jawab dokter, selepas berkata demikian dokter tersebut memasuki ruang IGD untuk menangani Adel.
Satya yang melihat Rani begitu terpukul segera menghampirinya dan memeluknya.
"Adel akan baik-baik saja tenang lah." Ucap Satya dengan lembut.
__ADS_1
Rani terus menangis dipelukan Satya sebelum dokter tiba-tiba keluar dan menghampiri keduanya.
"Pasien kehilangan banyak darah sehingga kami membutuhkan darah secepatnya." Kata dokter tersebut lalu kembali memasuki ruang IGD.
"Darah? Tapi darah ku tidak cocok dengan Adel. Bagaimana ini Satya?" Jawab Rani sambil menoleh ke arah Satya.
"Kamu tenang, ada aku di sini. Kamu lupa darahku dengan Adel cocok. Biar aku yang mendonorkan darahku." Jawab Satya.
"Tapi Satya, jika nanti Rendra tahu bahwa yang mendonorkan darah untuk Adel adalah dirimu kemudian dia tahu bahwa Adel bukanlah anak kandungnya bagaimana?" Rani bertanya dengan begitu panik.
Satya menangkup wajah Rani berusaha memenangkan wanita tersebut, "Ini bukan waktunya memikirkan hal itu! Lagipula aku ayahnya Adel, jika Rendra sampai tahu hal ini, aku pasti bertanggung jawab!"
Rani ingin mengatakan sesuatu namun tiba-tiba perawat datang menghampiri keduanya, "Bagiamana Bu, siapa yang akan mendonorkan darah?"
"Saya sus." Jawab Satya singkat, kemudian perawat segera mengajak Satya memasuki ruangan IGD untuk diambil darahnya.
Kemudian Rani, dia hanya menunggu di depan ruangan sambil berharap Adel akan bisa terselamatkan.
Tanpa ada yang mengetahui ada sosok pemuda yang mengenakan topi serta menutupi wajahnya dengan masker medis, sedang mengamati keduanya di tempat yang tak begitu jauh dan merekam semua kejadian tersebut melalui ponselnya.
__ADS_1
"Dasar penipu! Aku yakin pasti kalian lah yang menghancurkan keluargaku!" Ucap pemuda tersebut dengan geram sambil menggenggam erat ponsel yang baru saja digunakannya untuk merekam.