Keluarga Yang Tak Dirindukan

Keluarga Yang Tak Dirindukan
Kangen


__ADS_3

"Gue ke sini niat mau jenguk tante Ika, eh malah gue harus kejebak nungguin lo di sini." Gerutu Yoga kepada Kaisar, tapi sungguh Yoga tidak serius dengan ucapannya.


"Nggak usah kayak gitu, gue tahu lo khawatir sama gue." Jawab Kaisar sambil tertawa kecil.


Kaisar sudah selesai diobati oleh Elena, kepala dan kaki kirinya harus dijahit karena luka yang didapatnya cukup parah.


"Ye ngarep lo!" Jawab Yoga, yang membuat Kaisar semakin tertawa.


Keduanya menoleh ke arah pintu karena mendengar suara pintu yang dibuka, setelahnya terlihat Elena yang tersenyum sambil memasuki ruangan.


"Sudah membaik?" Tanya Elena kepada Kaisar.


Kaisar mengangguk pelan sebelum berkata, "Udah tan."


Tiba-tiba saja Elena menjewer telinga Kaisar sambil berkata, "Lain kali kalo nyeberang jalan itu lihat-lihat! Jangan asal nyeberang aja, dasar bocah nakal!"


"Aduh! Iya ampun tan, sakit!" Kaisar mengaduh sambil memegangi telinga yang dijewer Elena.


Sedangkan Yoga tak berusaha menahan tawanya melihat kejadian itu, dia tertawat terbahak-bahak sampai mendapat tatapan tajam dari Kaisar, melihat hal itu Yoga justru tertawa semakin keras.


Setelah beberapa saat akhirnya Elena menarik tangannya dari telinga Kaisar.


"Dasar ceroboh!" Kata Elena.


"Iya iya maaf, namanya juga kecelakaan tan." Jawab Kaisar sambil mengusap telinganya yang kini sudah memerah.


"Kai Mama mu sudah sadar." Ucap Elena tiba-tiba yang membuat Kaisar mematung sejenak.


"Apa?! Tante nggak bohong kan?" Tanya Kaisar.

__ADS_1


Anika menggeleng beberapa kali sambil tersenyum lebar sebelum menjawab, "Tante nggak bohong."


Tanpa pikir panjang lagi Kaisar langsung melepas selang infus yang terpasang di tangannya kemudian dia beranjak dari tempat tidurnya dan melangkah menuju ruangan Anika.


"Hei! Nggak usah sampai seperti itu!" Elena berteriak melihat perilaku Kaisar yang melepas selang infus yang terpasang ditangannya. Namun pemuda tersebut tak menghiraukan perkataan Elena dan terus berjalan dan disusul oleh Yoga dari belakang.


Dengan langkah pincang yang dibantu oleh Yoga, Kaisar berjalan tergesa-gesa menuju ruangan Anika. Dia tidak sabar ingin bertemu dengan Mamanya itu.


"****! Kenapa nggak pakai kursi roda aja sih!" Protes Yoga sambil merangkul Kaisar membantunya berjalan.


"Kelamaan!" Jawab Kaisar singkat.


"Ya justru lama kalo jalan kayak gini!"


"Diem lo, berisik amat si jadi cowok!"


"Mama!" Teriak Kaisar sambil berjalan dengan terpincang-pincang.


"Kaisar!" Anika terkejut melihat kondisi Kaisar sekaligus bahagia dapat melihat putranya lagi.


Kaisar langsung berhambur memeluk Anika, meluapkan segala perasaannya lewat pelukan.


"Kaisar kangen." Ucap pemuda tersebut, sebenarnya banyak yang ingin dia katakan tapi entah kenapa semuanya hilang setelah melihat keadaan Anika yang sudah baik-baik saja.


"Mama juga kangen nak." Jawab Anika, tak terasa air matanya keluar begitu saja.


"Jangan sakit lagi Ma, Kai takut." Kaisar berkata dengan suara lirih.


"Enggak sayang." Jawab Anika singkat.

__ADS_1


Setelah berpelukan beberapa saat, Anika melepas pelukannya dan melihat Kaisar dari atas sampai bawah sebelum berkata, "Kamu kenapa kepalanya diperban kayak gitu? Terus kakimu kenapa kok pincang?"


"Kai ketabrak mobil waktu pulang sekolah tadi." Jawab Kaisar sambil tertunduk.


Anika diam beberapa saat, dia menghela nafas panjang sebelum berkata, "Kalo jalan lihat kanan kiri dong, kamu ceroboh sih jadinya ketabrak kan!"


Kaisar mendongakkan kepalanya lalu menunjukkan senyum manis ke arah Anika.


"Ini anak dibilangin bukannya minta maaf malah senyum-senyum." Anika kesal melihat tingkah Kaisar yang seperti tidak merasa bersalah sedikitpun.


"Coba Kaisar nggak ketabrak, Mama pasti nggak bakal ngomel-ngomel kayak gini." Jawab Kaisar dengan masih tersenyum lebar.


"Dasar! Jangan bilang gitu!" Anika memikul lengan Kaisar dengan cukup keras yang membuat pemuda tersebut mengaduh kesakitan.


"Eh Mama mukul bagian yang sakit ya?" Anika bertanya dengan panik.


Kaisar menggeleng berulang kali sebelum berkata, "Enggak Ma, Kai cuma becanda." Jawab pemuda tersebut kemudian tertawa kecil.


Yoga yang melihat semua itu hanya geleng-geleng kepala, dia sudah terbiasa melihat tingkah konyol Kaisar. Namun tetap saja dia tidak habis pikir, Kaisar bisa menggunakan sakitnya sebagai bahan candaan.


"Ehem! Ada yang lagi bahagia sampai keberadaan ku dilupain nih." Yoga yang sedari tadi diam akhirnya ikut bersuara.


"Astaga Yoga! Maaf tante nggak lihat kamu!" Kata Anika sambil menepuk dahinya.


"Udah Ma nggak usah minta maaf, dia emang makhluk astral lagi." Jawab Kaisar yang mendapat tatapan tajam dari Yoga.


"Kampret lo, Kai!" Yoga mengumpat keras dan hendak menjitak kepala Kaisar, namun Kaisar segera menghindari jitakan itu.


"Dasar tuyul!" Ucap Kaisar lalu disusul dengan tawa yang lantang melihat ekspresi Yoga yang begitu kesal.

__ADS_1


__ADS_2