Keluarga Yang Tak Dirindukan

Keluarga Yang Tak Dirindukan
Keputusan


__ADS_3

Sepulang dari taman, Anika langsung menghubungi Revan untuk bertemu disebuah kafe dan membicarakan tentang suatu hal, lebih tepatnya memberikan jawaban atas pernyataan Revan tempo hari.


"Jadi artinya kamu menolakku?" Revan bertanya dengan suara lemah jelas dia sedih karena bukan ini jawaban yang dia inginkan.


Anika tertunduk lalu mengangguk sekali sebelum menjawab, "Maaf... Bukan maksudku melukai hatimu tapi aku rasa ini keputusan yang tepat yang aku ambil."


"Apa ini karena kamu ingin kembali dengan Rendra?" Tanya Revan, dia berusaha menjaga nada bicaranya agar tidak menyinggung perasaan Anika.


Anika menatap lekat mata Revan, "Bukan itu, ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan Rendra. Aku hanya merasa kita lebih cocok sebagai teman, itu saja. Aku harap kamu mengerti dan menghormati keputusanku."


Revan terdengar menghela nafas berat, dia berusaha tetap tersenyum lembut di depan Anika meski hatinya terasa berat menerima keputusan Anika.


"Aku mengerti dan aku menghargai keputusanmu. Tapi, kita tetap berteman bukan?" Tanya Revan.


Anika tersenyum lembut sebelum menjawab, "Tentu saja kita tetap berteman, kalau tidak aku akan menganggap kamu marah padaku."


Mendengar jawaban Anika berhasil membuat Revan tertawa, "Hahaha baiklah, tapi paling tidak aku akan ngambek selama tiga hari." Jawab Revan dengan tertawa lantang.

__ADS_1


"Kita lihat apa kamu bisa bertahan selama itu." Ucap Anika, dan sore itu keduanya tertawa bersama seperti tidak ada kecanggungan sebelumnya.


***


"Mama pulang!" Kata Anika saat baru memasuki apartemennya.


"Kai?" Panggil Anika karena tidak ada sahutan sama sekali.


Anika berjalan ke arah kamar Kai dan memeriksa apakah pemuda tersebut berada disana namun tidak ada.


"Kemana anak itu?"


"Ma, Kai pergi ke rumah Papa untuk ngambil barang-barang Kai yang masih disana. Maaf tidak sempat memberitahu Mama lewat hp karena hp Kai ketinggalan di tempat Yoga, Love you." Begitulah bunyi dari catatan kecil tersebut yang ditulis oleh Kaisar.


Anika menghela nafas setelah membaca catatan tersebut sebelum berkata, "Iya juga, barang-barangku juga masih banyak yang ada disana. Apa aku menyusul kesana saja?" Gumamnya.


Tanpa pikir panjang Anika lekas membersihkan diri dan menyiapkan dirinya untuk pergi menuju rumah Rendra berniat menyusul Kaisar dan mengambil barang-barangnya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian sampailah Anika di rumah Rendra, rumah yang dulu pernah menjadi tempat untuknya kembali. Pintu rumah tersebut terlihat terbuka lebar, dan Anika langsung masuk ke dalamnya.


Di dalam rumah Rendra Anika melihat Kai tengah berbincang dengan Papanya, namun suasananya begitu mencekam tak sehangat dulu.


"Mama?" Ucap Kai terkejut saat melihat Anika datang dan membuat Rendra menoleh ke arah yang sama.


"Ah Maaf Rendra, aku tidak mengetuk pintu terlebih dahulu." Kata Anika yang berbicara kepada Rendra.


Rendra tersenyum lembut seraya menjawab, "Tidak perlu, ini juga rumahmu."


"Apa yang sedang kalian bicarakan?" Tanya Anika sambil mendekat ke arah Kaisar.


"Tentang kita." Jawab Rendra cepat.


"Apa maksudmu tentang kita?"


"Aku ingin kita kembali. Jadi apa kamu datang untuk memberikan jawaban atas pernyataanku waktu itu?" Tanya Rendra kepada Anika yang membuat Kaisar kebingungan namun pemuda tersebut tetap diam.

__ADS_1


Anika diam sejenak sebelum menjawab, "Iya aku datang untuk itu."


"Jadi apa keputusanmu?"


__ADS_2