
"Akhirnya acaranya sudah selesai dan berjalan dengan lancar." Ucap Anika merasa lega sambil duduk di sofa dengan memangku Kaisar yang sedang meminum susu menggunakan botol bayinya.
"Mbak Lastri, semua tamu sudah pulang?" Tanya Anika kepada Lastri, pengasuh Kaisar.
"Sudah Bu." Jawab Lastri.
"Baiklah, tolong diberesin semuanya ya mbak, itu pak Hari suruh bantu biar cepet selesai."
"Baik Bu." Jawab Lastri lagi yang kemudian segera membereskan rumah yang baru saja digunakan untuk merayakan pesta ulang tahun Kaisar yang kedua tahun dengan dibantu oleh Pak Hari, supir Anika.
"Uhh anak Mama udah dua tahun sekarang ya?" Anika berbicara dengan Kaisar sambil menciumi pipinya yang tembem itu.
"Selamat ulang tahun ya anak Mama yang ganteng, semoga jadi anak yang berbakti sama orang tua, sayang sama keluarga dan bahagialah selalu." Kata Anika lagi, matanya sedikit berair kala mengucapkan kalimat itu.
Anika melihat keluar jendela di ruang tamunya kemudian berkata, "Padahal belum ada jam 8 malam, kenapa sepertinya sudah larut sekali, apa mendung di luar?"
Benar saja selepas Anika berkata demikian, hujan tiba-tiba turun dengan begitu derasnya, disertai angin yang kencang serta petir yang bergemuruh.
"Mbak Lastri." Panggil Anika.
Lastri pun segera menghampirinya dengan sedikit berlari, "Iya Bu?"
"Kamu udah selesai beres-beresnya?" Tanya Anika.
Lastri melihat ke arah belakang kemudian menjawab, "Sebentar lagi Bu, tinggal mindahin mejanya."
"Itu biar pak Hari aja yang mindahin, kamu bawa Kaisar aja ke kamarnya." Anika berkata sambil menyerahkan Kaisar dari pangkuannya, yang kemudian langsung digendong oleh Lastri. Kaisar terlihat sudah tertidur lelap.
"Oh ya, temenin Kaisar jangan sampai dia sendirian. Di luar lagi hujan deras soalnya, takutnya dia bangun terus kamu nggak tahu."
"Baik Bu." Jawab Lastri.
__ADS_1
"Ya udah sana." Kata Anika yang kemudian Lastri pergi ke kamar Kaisar untuk menidurkan bayi tampan itu.
Anika bangkit dari duduknya kemudian berjalan mendekat ke arah jendela, dia melipat kedua tangan di depan dada merasa kedinginan.
"Kenapa tiba-tiba perasaanku tidak enak?" Kata Anika pada dirinya sendiri.
"Ah tidak, ini pasti karena hujan deras jadi aku merasa begini." Lanjutnya yang menggelengkan kepala berulang kali berusaha mengusir kegelisahannya.
Beberapa saat kemudian pintu rumah terbuka dengan cukup keras kemudian terlihat Rendra muncul di sana dalam keadaaan basah kuyup yang masih menggunakan setelan jas kerjanya yang berwarna hitam.
"Rendra?" Ucap Anika kemudian berjalan mendekati Rendra.
"Kamu sudah pulang? Kenapa tidak memberi kabar terlebih dahulu?" Tanya Anika lagi namun Rendra hanya diam tidak menjawab.
Anika memperhatikan penampilan Rendra kemudian tersadar suaminya itu basah kuyup karena hujan.
"Kamu kehujanan? Ayo cepat mandi biar nggak masuk angin. Aku siapin air hangat ya?" Selepas berkata demikian, Anika hendak pergi menuju kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk Rendra, namun tangannya ditahan oleh suaminya itu.
"Dasar wanita murahan!" Kata Rendra tiba-tiba, suara petir terdengar saat Rendra mengucapkan itu dan langsung membuat Anika membelalakkan matanya karena terkejut.
"Apa maksudmu?" Anika bertanya karena dia benar-benar merasa bingung.
"Apa maksudku? Kamu masih bertanya apa maksudku?" Rendra bertanya dengan suara cukup keras.
Anika mengerutkan dahinya merasa sangat bingung, "Apa maksud mu Rendra? Aku benar-benar tidak mengerti."
"Lihat ini!" Jawab Rendra sambil melemparkan beberapa lembar foto ke wajah Anika.
Anika jelas bingung dengan sikap Rendra yang tiba-tiba kasar padanya, namun dia mengambil foto yang sudah terjatuh di lantai itu kemudian melihatnya.
Anika membelalakkan matanya saat mengetahui orang yang terdapat dalam foto tersebut adalah dirinya yang tengah tertidur pulas dalam pelukan laki-laki lain.
__ADS_1
Anika melirik Rendra yang wajahnya sudah memerah, "Apa ini Rendra?" Tanyanya dengan suara lirih
"Apa ini?! Justru aku yang seharusnya bertanya! Apa ini Ika?!" Rendra membentak Anika.
"Rendra aku tidak kenal siapa pria ini sungguh dan aku juga tidak tahu darimana foto ini berasal." Anika mencoba menjelaskan, dia mulai menangis ketakutan.
"Mustahil! Kalau kamu tidak kenal, lalu kenapa kamu bisa bersamanya!"
"Aku tidak tahu Rendra sungguh! Ini pasti orang lain, iya ini pasti bukan diriku."
Rendra tersenyum sinis kemudian bertanya, "Apa kamu bisa membuktikannya?"
"A-aku... A-aku bisa, aku bisa membuktikannya." Jawab Anika dengan terbata-bata.
"Kamu bahkan tidak yakin dengan jawab mu Ika!"
Anika mencoba meraih tangan Rendra namun laki-laki itu menepisnya dengan kasar.
Rendra memalingkan wajahnya, dia sangat marah dan kecewa kepada Anika, "Kalau kamu memang sudah tidak mencintaiku kamu hanya perlu bicara denganku, aku pasti akan melepaskanmu jika itu membuatmu bahagia. Kamu tidak perlu melakukan ini Ika." Rendra berkata dengan suara pelan bahkan matanya mulai berair.
Anika menggelengkan kepalanya berulang kali dengan terisak-isak dia mencoba meyakinkan Rendra, "Tidak Rendra, aku sungguh tidak pernah mengkhianati mu aku berani bersumpah! Foto itu, aku pasti dijebak!"
Rendra hanya diam, dia justru pergi entah kemana dan meninggalkan Anika.
.
.
.
"Kok 13 tahun mulu thor?" Dalam waktu 13 tahun yang lalu itu banyak kejadian ya kak, jadi jangan kaget kalau episode bisa lebih dari dua, terus ceritanya saya persingkat, saya tidak menceritakan secara mendetail hal-hal yang menurut saya tidak diperlukan, seperti usia Kaisar yang baru lahir kok tiba-tiba sudah 2 tahun saja. Kembali lagi, ini sedang menceritakan masa lalu, jadi nggak perlu sedetail itu. 😁 Terimakasih atas dukungan semuanya 😊🙏
__ADS_1