Keluarga Yang Tak Dirindukan

Keluarga Yang Tak Dirindukan
Keputusan


__ADS_3

"Mama!" Kaisar tiba-tiba berhambur memeluk Anika selepas Rendra meninggalkan ruangan keduanya.


"Sayang..." Jawab Anika singkat sambil menangis terisak-isak.


"Maafin Mama, belum bisa menjadi orang tua yang baik bagi kamu." Lanjut Anika dengan masih tetap menangis.


Kaisar menggeleng berulang kali di dalam pelukan Anika sebelum berkata, "Enggak Ma, jangan bicara seperti itu. Mama adalah orang tua terbaik di dunia ini, Kaisar bangga bisa menjadi anak Mama."


"Justru Kaisar yang harus minta maaf, Kaisar nggak bisa ngejagain Mama, Kaisar nggak bisa melindungi selama ini." Kaisar ikut menangis.


Sesaat kemudian Kaisar melepaskan pelukannya dan berkata, "Ma, ayo kita pergi dari sini, kalau perlu kita pergi ke negara lain."


"Tidak semudah itu, sayang." Jawab Anika sambil mengusap pipi Kaisar.


Kaisar berdecak kesal, "Apalagi yang nggak mudah, Ma? Semuanya sudah jelas tidak ada lagi yang bisa kita harapkan di sini."


Saat Anika hendak menjawab tiba-tiba ada orang lain yang ikut menimpali pembicaraan mereka berdua.


"Kalian ingin pergi? Apa kalian sudah tidak membutuhkanku dan ingin pergi meninggalkan diriku sendiri, hah?!" Orang itu berteriak lantang sampai membuat Anika dan Kaisar begitu terkejut.


Anika menepuk dahinya sendiri sebelum berkata, "Terkadang aku berpikir kamu bukanlah dokter, melainkan pasien di sini. Ini rumah sakit Lena, bukan hutan jadi jangan teriak-teriak seperti itu lagi!"


"Tante tahu siapa itu Tarzan? Dia adalah orang yang barusan teriak-teriak." Kaisar berkata dengan begitu kesal.

__ADS_1


Elena menghampiri keduanya kemudian duduk di sisi tempat tidur Anika, "Hais, terserah kalian mau ngomong apa. Ika, apa kamu serius kalau kalian akan pergi dari negara ini?" Tanya Lena sambil menggenggam erat tangan Anika.


Anika yang tadinya merasa sedih, setelah melihat tingkah Elena jadi bisa tersenyum bahkan tertawa.


"Kami baru memikirkannya Lena, nelum memastikannya." Jawab Anika dengan sedikit tertawa.


Elena terlihat mengehela nafas pelan sebelum berkata, "Hah syukurlah, aku tahu ini tidak mudah bagi kalian, tapi aku harap sebelum pergi dari negara ini kalian sudah memikirkannya dengan baik."


"Pasti, kami tidak akan mengambil keputusan berdasarkan emosi sesaat." Jawab Anika.


Elena berhambur memeluk Anika kemudian berkata, "Aaa aku nggak rela kalau kalian pergi jauh dari sini. Kalau bisa jangan kalian yang pergi, tapi si cecunguk Rendra saja yang pergi."


"Tenang saja, kalau kami memang harus pergi, kami akan mengabarimu sesering mungkin." Anika menjawab sambil mengusap-usap punggung Elena.


Nasib malang menimpa Rani setelah terungkapnya segala perbuatan jahatnya. Kini dia harus menelan pil pahit bahwa dia terancam hukuman dua belas tahun penjara.


"Rani, aku akan mencari pengacara yang hebat untuk membebaskan mu dari sini." Rani sedant berbicara dengan seseorang yang sedang duduk di hadapannya.


"Kenapa kamu hanya bicara saja?! Pergi dari sini dan cari pengacara seperti yang kamu katakan tadi!" Rani berteriak lantang, dia seperti sudah kehilangan akal setelah hakim membacakan keputusan tentang hukumannya.


"Hei jangan teriak-teriak!" Polisi yang berjaga di sana menegur Rani.


Orang yang berbicara dengan Rani berusaha menenangkan wanita tersebut, "Kamu harus tenang, aku pasti akan mengeluarkan mu dari sini."

__ADS_1


Rani hanya diam, setelah beberapa saat dia berkata, "Apa kamu menjaga Adel dengan baik?"


Orang itu tersenyum kemudian mengangguk pelan, "Di awal aku memang sedikit kesulitan karena anak kita, Adel selalu ingin bertemu denganmu dan juga Rendra. Tapi untunglah beberapa hari ini, dia bisa sedikit lebih tenang dan mau menerimaku."


"Apa dia sudah tahu kalau kau..."


Seperti bisa membaca arah pembicaraan Rani, Satya dengan cepat menjawab, "Tidak. Maksudku belum, aku tidak mau memaksa Adel untuk menerimaku sebagai ayah. Biar waktu yang menjelaskannya sendiri kepada Adel, lagian dia masih terlalu kecil untuk mengetahui kenyataan yang sebenarnya."


Rani hanya mengangguk pelan. Kemudian polisi memberi isyarat bahwa jam besuk Rani sudah habis sehingga Rani harus kembali lagi ke sel tahanan.


"Jaga Adel dengan baik." Kata Rani sebelum pergi meninggalkan Satya.


"Aku akan menjaganya dengan segenap nyawaku." Jawab Satya.


.


.


.


Keluarga Yang Tak Dirindukan libur untuk beberapa hari kedepan.


Keluarga Yang Tak Dirindukan libur untuk beberapa hari kedepan.

__ADS_1


Keluarga Yang Tak Dirindukan libur untuk beberapa hari kedepan.


__ADS_2