
"Keterlaluan! Apa yang kamu lakukan hah?!" Rendra membentak Anika saat Kaisar sudah pergi.
"Pasti kamu yang sudah memberitahu semuanya kepada Kaisar kan?!" Lanjutnya lagi tanpa memelankan suaranya.
Anika menggelengkan kepalanya berulang kali, "Aku berani bersumpah Rendra, aku tidak pernah mengatakan apapun kepada Kaisar sungguh!"
"Bohong! Kamu jelas senang Kaisar sudah mengetahui segalanya dan kamu membuat Kaisar jadi membenciku, itu kan rencana mu!"
Dengan menangis Anika berkata, "Demi Tuhan Rendra, aku tidak mengatakan apa-apa kepada Kaisar, aku juga tidak tahu darimana dia bisa mengetahui semua ini." Anika meraih tangan Rendra, namun segera ditepis dengan kasar oleh pria paruh baya itu.
"Lepaskan! Dasar wanita murahan!"
"Harusnya sejak awal aku katakan saja, bahwa kamu lah yang memulai semua ini, bahwa kamu lah yang lebih dulu berkhianat bukan aku!"
"Dan seharusnya Kaisar itu membencimu, bukan membenci diriku!" Rendra terus menyalahkan Anika tanpa memberikan Anika kesempatan untuk menjelaskan semuanya.
"Tidak Rendra, ini semua tidak seperti yang kamu pikirkan, dengarkan dulu penjelasanku!" Keduanya terus berdebat hingga pada akhirnya Rendra pergi dari rumah dan meninggalkan Anika sendiri.
***
__ADS_1
"Haahhhhhhh!!" Kaisar berteriak dengan keras di atas sebuah jembatan.
Penampilan pemuda tersebut sangat kacau dengan masih menggunakan seragam SMA dengan baju yang sudah tak dimasukkan lagi serta rambutnya yang acak-acakan.
Kaisar hendak menaiki penghalang jembatan berniat untuk duduk di atasnya, namun seseorang menghentikannya.
"Woy elo udah gila ya!" Teriak orang tersebut dengan menarik baju Kaisar bagian belakang yang membuat Kaisar hampir terjatuh.
"Eh gue kasih tahu ya, orang yang udah mati aja pingin dihidupkan lagi, lha elo yang masih hidup malah mau bunuh diri gitu, kalo mau gila cari cara lain dong!" Kata orang itu lagi, dia mengira Kaisar ingin melakukan percobaan bunuh diri, namun dugaannya salah, Kaisar hanya berniat duduk di atas penghalang jembatan tersebut.
Kaisar hanya diam, dia justru berhambur memeluk orang itu yang ternyata seorang cewek.
"Eh?" Cewek itu kaget, namun tak melepaskan pelukan Kaisar. Tanpa sadar cewek itu mengusap-usap punggung Kaisar agar pemuda tersebut tenang.
"Semua akan baik-baik saja tenang lah." Ucap cewek itu untuk menenangkan Kaisar.
Setelah cukup tenang akhirnya Kaisar melepaskan pelukannya, lalu mengusap air mata yang sempat jatuh sebelum berkata, "Sorry gue nggak bermaksud..."
"Nggak papa, gue paham elo lagi ada masalah." Jawab cewek tersebut dengan tersenyum.
__ADS_1
"Elo ngapain malem-malem begini ada di sini, bahaya tau cewek keluar sendirian." Tanya Kaisar.
"Gue tadi kebetulan lewat sama kang ojek, terus gue liat elo ada di sini yang mau melakukan perbuatan tidak baik ya gue turun dong, tuh kang ojeknya nunggu di sana." Jawab cewek itu dengan menunjuk ke satu arah. Namun beberapa saat kemudian dia terkejut.
"Hah?! Kang ojeknya kok ilang." Kata cewek itu lagi yang menyadari Abang ojolnya sudah tidak ada di tempat dia berhenti sebelumnya.
Kaisar menoyor kepala si cewek kemudian berkata, "****! Ya dia udah pergi lah kelamaan nunggu elo di sini."
"Tapi gue belum bayar." Kata si cewek tersebut.
"Rezeki elo udah dapat tumpangan gratis." Kata Kaisar kemudian dia berjalan menuju mobilnya berada.
"Terus gue pulangnya gimana ini?" Kata cewek itu kepada dirinya sendiri.
"Woy elo mau pulang apa mau di sini sampe besok?!" Kaisar bertanya saat sudah berada di dekat mobil.
Gadis itu tersentak kemudian mengangguk berulang kali, "Gue mau pulang."
"Ya udah ayo." Kaisar menawarkan cewek itu untuk pulang bersamanya.
__ADS_1
Cewek itu tersenyum lebar kemudian berlari mendekat ke arah mobil Kaisar, dan keduanya pun pulang bersama.