
"Gimana Kai, enak?" Tanya Anika kepada Kaisar disela-sela makan keduanya.
"Enak Ma." Kaisar menjawab dengan mulut yang penuh dengan makanan.
Anika tersenyum kemudian berkata, "Jadi sanggup dong menghabiskan semuanya?"
"Sanggup!" Jawab pemuda tersebut sambil mengacungkan jari jempolnya.
"Awas aja kalau nggak habis." Anika berkata dengan nada tegas.
"Kan ada Mama." Jawab Kaisar dengan tertawa yang kemudian mendapatkan tatapan tajam dari Anika.
Anika tertawa kecil melihat tingkah putranya yang makan dengan begitu lahap, seperti orang yang tidak makan selama tiga hari.
"Dek, nggak makan berapa hari dek?" Anika menanyai Kaisar dengan nada bercanda.
"Tiga abad Bu." Jawab Kaisar tak kalah becanda dari Mamanya. Keduanya tertawa sampai hampir tersedak oleh makanan yang sedang mereka makan.
Anika melihat ke arah lain sampai tidak sengaja melihat seseorang yang begitu dikenalnya.
__ADS_1
'Rendra!" Batin Anika, dia membelalakkan matanya ekspresi wajahnya menunjukkan keterkejutan yang luar biasa, bahkan wajahnya sedikit pucat saat melihat Rendra datang ke restoran tersebut dan juga karena suaminya itu tidak datang sendiri melainkan bersama dua orang lain.
'Rendra datang bersama Rani dan juga putrinya, bagaimana jika Kaisar melihatnya?' Anika mengucurkan keringat dingin sambil sesekali melirik ke arah Kaisar yang masih asik memakan makanannya.
"Mama ngeliatin apa sih?" Tanya Kaisar yang membuat Anika semakin panik.
Dengan suara terbata-bata Anika menjawab, "Ah bu-bukan apa-apa kok hehe lanjutkan saja makannya."
Kaisar hendak menoleh ke arah yang menjadi fokus Anika sejak tadi, menyadari putranya hendak menoleh ke arah dimana Rendra berada, Anika segera mengambil tindakan dengan pura-pura tersedak.
"Uhuk... Uhuk... Uhuk..." Anika terbatuk cukup keras dan ya tindakan itu cukup berhasil untuk membuat perhatian Kaisar kembali ke arah Anika sehingga tidak jadi menoleh ke arah Rendra.
Anika menerima minumannya tersebut kemudian menegaknya hingga hampir setengah gelas kemudian berkata, "Nak, Mama udah selesai makannya. Kita pulang sekarang yuk?" Anika berkata dengan masih sedikit terbatuk-batuk.
"Ayo Ma, Kai juga udah selesai makannya."
Keduanya pun meninggalkan restoran tersebut setelah membayar tagihan.
Di dalam mobil Anika hanya diam memikirkan kejadian tadi di restoran, dia tidak bisa membayangkan bagaimana kalau Kaisar mengetahui bahwa Papanya mempunyai keluarga lain. Selama ini, dia dan Rendra berusaha menyembunyikan masalah apapun dari Kaisar.
__ADS_1
"Mama kok diem aja dari tadi, mikirin apa?" Kaisar bertanya dengan melirik ke arah Anika.
Anika hanya menggeleng pelan kemudian berkata, "Mama kekenyangan jadi ngantuk banget nak." Anika berbohong, padahal dia sedang memikirkan hal lain.
"Ya ampun Mama padahal tadi makannnya cuma sedikit tapi udah ngantuk aja."
"Ya udah Mama tidur aja, nanti kalau udah sampai rumah Kai bangunin." Lanjut pemuda tersebut dengan tersenyum hangat.
"Maaf ya Mama tinggal tidur jadi nggak ada yang nemenin kamu ngobrol." Anika menunjukkan wajah penyesalan.
"Nggak papa Ma santai aja."
"Baiklah Mama tinggal tidur dulu." Kemudian Anika pun memejamkan matanya hingga benar-benar tertidur pulas.
.
.
.
__ADS_1
Teman-teman jika kalian suka dengan cerita "Keluarga Yang Tak Dirindukan" dukung karya ini ya,karena karya ini sedang mengikuti kontes. Dukungan kalian sangat berharga bagi penulis. Terimakasih juga bagi yang sudah setia menunggu episode-episode selanjutnya.