
"Papa mau ke luar kota ya?" Kaisar bertanya karena melihat koper yang berada tidak jauh dari Rendra duduk, mereka sedang menikmati sarapan bersama.
Rendra mengangguk pelan sebelum menjawab, "Iya, Papa mau ke Bali. Rencananya Papa 3 hari disana karena ada beberapa jadwal yang harus diselesaikan."
"Ajak Mama sekalian aja Pa, udah lama lho kalian nggak liburan bareng." Ucap Kaisar yang membuat Anika tersedak makanannya sendiri.
"Kamu ini bilang apa nak, Papa mu itu mau kerja bukan liburan." Anika menimpali.
"Ya apa salahnya kerja sambil liburan ya nggak Pa?" Jawab Kaisar sambil memasukkan roti selai ke mulutnya.
"Hemmm... Lain kali saja, kita buat rencana untuk berlibur bersama. Oke?" Jawab Rendra.
"Setuju!" Jawab Kaisar semangat, dan hanya disenyumi oleh Anika.
Rendra melirik jam tangan yang melingkar rapi di tangan kirinya kemudian berkata, "Baiklah, sudah waktunya aku harus berangkat sekarang."
__ADS_1
"Kai juga udah selesai sarapannya." Ucap Kaisar lalu mengambil tas yang diletakkan di kursi sampingnya.
"Mau berangkat bareng Papa?" Tanya Anika kepada Kaisar, dia memasukkan suapan terakhir ke mulutnya.
"Enggak, Kai bawa mobil sendiri soalnya pulang sekolah mau latihan basket sampe malem mungkin, jadi susah pulangnya kalo nggak bawa mobil." Jawab Kaisar lalu bangkit dari tempat duduknya.
"Kai berangkat ya." Lanjutnya kemudian mencium pipi Anika dan menyalami tangan kedua orang tuanya lalu pergi.
"Awas jangan ngebut-ngebut bawanya!" Rendra mengingatkan.
"Hati-hati sayang!" Teriak Anika yang hanya dibalas lambaian tangan oleh Kaisar.
Sesaat kemudian dia datang dengan membawa sesuatu, "Ambilah! Kamu akan membutuhkan ini disana." Anika berkata sambil menyodorkan sesuatu ditangannya.
"Obat?" Rendra bertanya dengan mengangkat kedua alisnya.
__ADS_1
Anika mengangguk pelan kemudian menjawab, "Iya ini vitamin, kamu bilang tadi jadwalmu begitu padat jadi aku bawakan vitamin ini untukmu."
Rendra hanya diam memandangi vitamin yang ada di tangan Anika.
"Ambilah! Kamu pasti akan membutuhkannya agar kondisimu tetap baik." Ulang Anika dengan menggerak-gerakkan vitamin itu.
Rendra menghela nafas pelan kemudian menjawab, "Kamu pikir aku akan pergi ke hutan antah berantah apa yang tidak ada apotek yang bisa di datangi?! Aku bisa beli disana, tidak perlu repot-repot begini!"
"Iya aku tahu, tapi alangkah lebih baiknya jika dipersiapkan dari rumah kan? Jadi kamu di sana tinggal mengkonsumsinya saja tanpa haus beli terlebih dahulu." Jelas Anika, tangannya masih menyodorkan vitamin yang belum di ambil oleh Rendra.
"Hais merepotkan!" Meskipun bicaranya tidak mengenakan, Rendra tetap mengambil vitamin itu dari tangan Anika dengan sedikit sewot.
"Sudah aku berangkat! Jangan menganggu lagi!" Rendra pergi sambil menarik koper berukuran sedang itu.
Anika geleng-geleng kepala sambil tersenyum tipis, "Ya ya ya itulah Rendra, meskipun awalnya menolak tapi akhirnya mau juga. Dasar gengsian!" Anika terkekeh mendengar ucapannya sendiri.
__ADS_1
Buat kalian yang masih penasaran atau bingung dengan jalan ceritanya, saya harap kalian masih tetap mau bersabar untuk menunggu chapter berikutnya. Karena bagi saya, masih terlalu awal untuk sekarang menceritakan garis besar secara keseluruhan permasalahannya jadi nanti akan ada waktu yang tepat untuk mengungkap semua masalahnya dan tentunya secara bertahap.
Terakhir, jika kalian suka dengan cerita ini, dukung karya ini, karena dukungan kalian sangat berarti bagi penulis. Terimakasih 🙏😊