
Rendra mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, dia memecah keramaian jalanan kota dengan begitu lincahnya. Tak peduli dengan bunyi klakson dan lontaran caci maki para pengendara lain yang ditujukan padanya.
Sampai pada akhirnya mobilnya berhenti di pinggiran jalan yang sepi, dia menatap jalanan dengan tatapan kosong lalu tanpa sadar sebuah kenangan terlintas di kepalanya.
"Disini, di rumah kecil ini kita akan menjalani kehidupan baru kita. Kamu akan melahirkan banyak anak-anak yang lucu dan menggemaskan kemudian kamu akan kewalahan dengan tingkah menyebalkan mereka lalu karena saking kesalnya, kamu akan memarahi mereka sampai mereka menangis. Dan saat itu terjadi, aku akan datang sebagai pahlawan bagi anak-anak. Hahaha... Sungguh baru ku bayangkan saja rasanya begitu membahagiakan sekali aku jadi tidak sabar ingin memiliki anak."
"Hm? Kita baru saja menikah 3 minggu yang lalu, dan kamu sudah membayangkan banyak hal."
"Itu bukan hanya sekedar membayangkan saja Ika, tapi itu adalah bagian dari rencana kita..."
"Baiklah baiklah... Katakan, kamu ingin punya anak berapa?"
"Emmmm... Bagaimana jika tiga? Tidak, lima orang anak!"
Wanita itu membelalakkan matanya tidak percaya dengan permintaan suaminya itu kemudian berkata, "Yang benar saja! Aku tidak akan sanggup jika lima! Kamu pikir hamil dan melahirkan itu gampang apa! dua anak lebih baik, laki-laki dan perempuan itu sudah cukup!"
"Cih, kamu bahkan belum pernah hamil dan melahirkan tapi bicaramu seperti sudah pernah merasakannya saja." Pria itu berbicara sambil memicingkan mata.
__ADS_1
"Dan ya, apanya yang tidak sanggup? Ada aku disini yang akan membantumu, lagipula kamu tidak membuatnya sendirian kita harus bekerja sama untuk mendatangkan mereka, jadi kamu tidak perlu khawatir akan tidak sanggup melakukannya." Lanjut pria itu dengan terkekeh.
Wanita itu hanya memukul lengan pria yang sedang berbaring disampingnya. Tapi wajahnya sudah merah akibat rasa malu.
"Anika, berjanjilah satu hal padaku, meskipun aku bukanlah suami yang sempurna, aku mohon tetaplah berada di sampingku meskipun kamu menemui pria yang jauh lebih baik dariku di luar sana."
"Kamu ini bicara apa Rendra, bagaimana mungkin aku akan meninggalkan seseorang yang separuh jiwaku sudah ada padanya? Jika aku melakukannya, bukankah saat itu juga aku akan tiada?"
"Saat itu terjadi mungkin aku yang akan lebih dulu mati. Membayangkannya saja aku tidak sanggup!" Jawab pria itu sambil menggelengkan kepalanya berulang kali.
"Hemmm... Lalu bagaimana denganmu? Jika kamu menemui wanita yang jauh lebih sempurna dariku, apa kamu akan pergi meninggalkanku?" Tanya wanita itu sambil menaikkan sebelah alisnya.
Wanita itu menunjukkan ekspresi yang sedih bahkan air matanya sedikit keluar dari matanya.
Menyadari tidak ada jawaban dari istrinya, pria itu menoleh ke arah wanita itu dia sedikit terkejut saat melihat wanitanya sedikit menangis, "Hei! Kenapa kamu menangis, aku hanya bercanda tadi.. Ya ampun, maafkan aku maaf jika aku sudah kelewatan." Jelas pria itu sambil menunjukkan perasaan bersalah.
Kemudian dia membawa kepala wanita yang tengah berbaring di sampingnya agar bersandar di dadanya, lalu dia mengecup lembut kening wanita itu.
__ADS_1
"Maaf, sudah membuatmu menangis, sudah ya jangan menangis lagi aku tidak bisa melihatmu menangis seperti itu."
Wanita itu mendongakkan kepala agar sanggup melihat wajah pria yang sedang memeluknya itu, "Berjanjilah Rendra, jangan pernah mengatakan hal seperti itu lagi apalagi sampai kau benar-benar meninggalkanku. Aku sangat takut jika kamu pergi dariku."
"Baiklah, mari kita sama-sama berjanji untuk tidak saling meninggalkan." Jawab pria itu sambil tersenyum kemudian keduanya saling mengaitkan jari kelingking masing-masing
"Aku mencintaimu..." Ucap wanita itu dengan tersenyum hangat
"Aku juga sangat mencintaimu" Jawab pria itu lalu mencium bibir istrinya.
Brum.. Brum..
Rendra tersadar dari lamunannya saat mendengar suara motor melintas di jalan tempatnya berhenti.
"Sial! Apa-apaan ini!" Rendra membenturkan kepalanya berulang kali ke setir mobilnya.
Kepalanya terasa sakit, dia mengambil sebotol air lalu menegaknya hingga tandas lalu tanpa pikir panjang lagi dia melanjutkan perjalanan dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa klik like dan favorit ya🐣🐣🐣