
"Pak Satya, pak Rendra saya duluan ya." Natalie berpamitan kepada keduanya setelah selesai menyurvei lokasi.
Ya, setelah dua hari yang lalu mereka melakukan rapat penting dan berbagai kegiatan lainnya, akhirnya tanpa membuang waktu lebih lama lagi sore ini mereka memutuskan untuk mendatangi lokasi yang akan berdiri sebuah usaha yang mereka kerjakan bersama-sama.
"Ah hati-hati di jalan Bu." Rendra mengangguk pelan.
"Terima kasih atas waktunya." Satya tersenyum ke arah Natalie.
"Sampai jumpa dipertemuan berikutnya." Natalie tersenyum ke arah keduanya kemudian pergi mendahului dua pria tersebut.
"Hari yang cukup melelahkan bukan Pak Rendra?" Tanya Satya kepada Rendra setelah Natalie pergi, keduanya berjalan beriringan
Rendra menghela nafas panjang, "Yah begitulah pak, yang penting dapur ngebul." Jawab Rendra yang membuat dua pria paruh baya itu tertawa bersama.
"Apa pak Rendra akan langsung pulang ke Jakarta?" Tanya Satya kemudian setelah mereka berdua sampai di parkiran mobil.
Rendra terlihat memasukkan kedua tangannya di saku celana sambil angkat bahu kemudian berkata, "Saya rasa saya tidak punya cukup waktu untuk bersenang-senang disini, jadi aku memutuskan untuk langsung pulang."
Satya tertawa kecil kemudian menganggukkan kepalanya, "Anda benar-benar laki-laki pekerja keras."
Kemudian keduanya memasuki mobil yang sama, Satya dan Rendra memang membuat janji untuk pergi ke lokasi bersama dari hotel tempat mereka menginap.
Keduanya duduk di kursi penumpang dan hanya terdiam satu sama lain sebelum Satya memulai pembicaraan, "Ah iya pak Minggu depan saya akan launching usaha baru, jika Anda berkenan datanglah ke acara tersebut bersama dengan keluarga Anda."
__ADS_1
"Ini sebuah undangan atau permintaan?"
"Anda bisa menganggap ini adalah permintaan dari seorang teman." Jawab Satya dengan tersenyum.
Rendra tertawa kecil kemudian menjawab, "Baiklah, tapi saya tidak bisa menjanjikan untuk datang."
"Saya tidak menerima alasan apapun, bisa atau tidak Anda harus datang."
Mendengar jawaban Satya, Rendra justru tertawa, "Baiklah akan aku usahakan." Satya terlihat lega mendengar jawaban dari Rendra.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang dan sampailah keduanya di sebuah hotel tempat mereka menginap.
"Baiklah pak Satya, sampai jumpa Minggu depan. Dan terima kasih juga untuk hari ini." Rendra menoleh ke arah Satya dan melemparkan sebuah senyuman sebelum membuka pintu mobil.
Saat pintu mobil baru setengah terbuka, Satya berbicara yang membuat Rendra kembali menoleh ke arahnya, "Tunggu sebentar pak!" Ucap Satya.
"Ini pak." Supir itu menyerahkan paper bag berukuran cukup besar kepada Satya.
Setelah menerima paper bag itu dari supirnya Satya kembali berbicara kepada Rendra, "Mohon diterima pak." Ucapnya dengan menyodorkan paper bag ke arah Rendra.
Rendra justru terlihat bingung, dia melihat paper bag itu sekilas tanpa menyentuhnya kemudian berkata, "Apa ini?"
Satya terlihat salah tingkah dan mengusap tengkuk lehernya, "Ah maaf sebelumnya jika saya lancang, saya memberikan ini sebagai ucapan terima kasih atas kerja sama kita."
__ADS_1
Melihat Rendra hanya diam Satya kembali berbicara, "Saya mohon pak ambil ini, ini untuk Anda dan keluarga."
Dengan ragu akhirnya Rendra menerima itu dan melirik isinya, "Bukankah ini pakaian untuk anak perempuan?" Rendra bertanya setelah melihat sekilas isi dari paper bag tersebut.
"Iya, itu anak Anda." Satya menjawab dengan tersenyum.
"Bagaimana Anda tahu anak saya perempuan?"
Satya terlihat terkejut mendengar pertanyaan Rendra, kemudian dia berusaha terlihat biasa saja dan mencari alasan yang tepat, "Itu... Saya hanya menebak saja, apa saya salah pak?"
Rendra menggeleng pelan, "Tidak, tapi saya punya dua anak satu laki-laki dan satu perempuan."
"Oh begitu rupanya? Maaf pak saya tidak tahu. Saya janji hadiah untuk anak Anda yang laki-laki akan saya kirimkan besok."
"Ah tidak usah sungkan, ini saja sudah cukup. Terima kasih ya." Rendra tersenyum
"Jangan begitu pak, saya ingin hubungan kerja sama kita bisa berlanjut ke pertemanan. Untuk itu tolong jangan tolak niat baik saya." Satya bersikeras dengan keinginannya.
Rendra menghela nafas pendek kemudian menjawab, "Baiklah. Lain kali, saya akan mengundang Anda untuk makan malam di rumah saya."
Satya ingin mengatakan sesuatu namun dengan cepat dicegah oleh Rendra, "Eit! Saya tidak menerima penolakan." Ucap Rendra dengan tegas.
Kemudian Rendra membuka pintu mobil lalu keluar dari dalam mobil, saat di luar dia menundukan kepala agar mampu melihat ke dalam mobil dimana Satya masih berada disana kemudian berkata, "Sekali lagi terima kasih." Rendra mengangkat paper bag ditangannya kemudian pergi meninggalkan Satya.
__ADS_1
Satya memandangi Rendra hingga hilang dari pandangan. Dia tersenyum penuh makna, "Lihatlah Rani selangkah demi selangkah aku semakin dekat denganmu."
Oh ya, saya minta tolong ya kalau ada kesalahan dalam penulisan, typo dan sebagainya bisa ditulis di kolom komentar, agar saya bisa memperbaikinya. Terimakasih 😁🙏