Keturunan Terpilih

Keturunan Terpilih
Bab 11


__ADS_3

...Happy reading 📖...


......................


Tiga hari tiga malam di ruang Tara telah berlalu yang berarti sama dengan satu setengah hari waktu di bumi.


Di bawah air terjun kemurnian di ruang Tara terlihat ada sebuah cahaya putih membentuk seperti kepompong yang cukup besar menghalau jatuhnya air yang mengenai seseorang yang berada di dalamnya.


Kretek... Kretek... Kretek


Tiba-tiba cahaya dengan bentuk kepompong itu pecah dan mengeluarkan cahaya baru yang bewarna biru muda yang sangat menyilaukan mata.


Tak lama cahaya itu redup dan menampakkan seorang gadis yang tengah berdiri dengan menyatukan ke dua tangannya di depan dada, gadis itu memiliki rambut hitam panjang sepinggang yang tergerai indah, sepasang alis yang tak terlalu tebal, bulu mata nan lentik, hidung mancung yang proporsional, bibir mungil semerah ceri yang menggoda, kulit seputih susu yang bersih tanpa noda, gaun yang dipakainya berwarna biru dengan bordiran mawar perak di ujung gaunnya, hampir semua perhiasannya bewarna biru mulai dari ke dua antingnya, satu liontin berbentuk bulan sabit dan bintang biru yang dililit sulur perak melingkar cantik di leher jenjangnya, kecuali cincin mawar ungu yang melingkar di jari manisnya.


Sungguh, kecantikannya tak bosan untuk dipandang.

__ADS_1



Gadis itu tak lain adalah Alina yang baru selesai bermeditasi untuk meningkatkan ilmu bela dirinya, dengan perlahan kedua mata Alina terbuka memperlihatkan sepasang iris tipis bewarna biru cerah yang sangat indah.


Dalam sekejap mata Alina menghilang dari tempatnya dan tiba-tiba muncul kembali tepat di depan Neo yang mengawasi Alina sejak saat mulainya Alina bermeditasi, dengan duduk di atas sebuah batu yang cukup besar di tepi kolam.


"Nona sangat hebat, baru sekali bermeditasi nona sudah mencapai tingkat 4,"puji Neo menatap binar ke arah Alina.


"Terimakasih, aku memang hebat tapi mengapa aku hanya bisa menembus tingkat 4 seharusnya aku bisa menembus tingkat 9 langsung," ucap Alina kesal.


"Tentu saja tidak bisa, nona harus meningkatkannya secara bertahap karena ditubuh nona memiliki dua aliran yang saling bertentangan yaitu Demon dan Angel atau hitam dan putih, kedua aliran itupun belum menyatu secara sempurna di dalam tubuh nona."


Nona ingin memulai dari elemen apa dulu?"


"Tumbuhan," jawab Alina antusias.

__ADS_1


Neo hanya mengangguk sebagai jawaban kemudian mengangkat tangan kanannya dan menjentikkan jarinya sekali, seketika mereka berdua berada di sebuah hutan yang sangat lebat dengan berbagai jenis tumbuhan baik itu beracun ataupun tidak.


"Kenapa tidak di ruang Tara saja?"tanya Alina.


"Ruang Tara adalah ruangan khusus milik nona dan semua yang berada di ruang Tara tunduk pada nona, jadi kita harus belajar di luar ruang Tara seperti di hutan hijau ini," jawab Neo.


"Sekarang ulurkan tangan kanan nona dan fokus, kemudian rasakan energi-energi dari tumbuhan yang ada di sekitar nona, " lanjut Neo.


Alina mengangguk kemudian mengulurkan tangan kanannya ke depan dan fokus pada satu titik pada tengah telapak tangannya.


"Kok tidak ada apa-apa? Jangan-jangan kamu salah saat memberi instruksi," ucap Alina curiga dan menatap ke arah Neo.


"Astaga nona!!! Kenapa nona berhenti tadi nona hampir berhasil dan nona harus bersabar sampai telapak tangan nona bisa mengeluarkan sulur tanaman setelah itu nona akan bisa mengendalikan tumbuhan, " ucap Neo frustasi menghadapi nona nya yang sangat tidak bisa bersabar.


...----------------...

__ADS_1


Akankah Alina berhasil menguasai elemen tumbuhan?


Mohon dukungannya 🙏😊


__ADS_2