
...Happy reading 📖...
...****************...
"Benar nona, tapi seperti biasanya perayaan-perayan seperti perlombaan atau sekedar hiburan akan dilakukan tiga hari sebelum pesta yang akan diadakan di istana, pesta utama biasanya dilakukan tepat di hari lahirnya kaisar," jelas Yuri.
"Apa keluarga perdana menteri sudah boleh keluar dari kediamannya masing-masing bibi?"
"Putra mahkota bilang sudah boleh nona,tapi hanya selama perayaan ulang tahun kaisar saja karena mulai hari ini penyelidikan akan diberhentikan dan akan kembali dilanjutkan setelah pesta ulang tahun kaisar di istana."
"Berarti tak lama lagi hantu g1l4 itu akan menemuiku," gumam Alina.
"Cepat bibi, tolong bantu Alina berkemas, Alina akan berkunjung ke kediaman menteri kehakiman hari ini juga, " ucap Alina buru-buru berjalan keluar untuk izin kepada perdana menteri.
"Semoga hantu g1l4 utu belum datang, semoga hantu g1la itu belum datang,"kata-kata yang terus di gumamkan Alina selama berjalan.
__ADS_1
Langkah Alina terhenti saat melihat dua kakak sepupunya berjalan menuju paviliunnya diikuti rombongan kereta kuda dan beberapa prajurit.
"Alina memberi hormat pada kakak kembar, " ucap Alina membungkuk hormat.
"Tak perlu terlalu formal adik, jangan membungkuk seperti itu,sini peluk kakak tampan mu ini saja, " ucap Vano memeluk Alina erat.
"Jangan terlalu kencang memeluk adikku!" ucap Varo menarik kerah belakang jubah kebesaran Vano.
"Ah ada apa denganmu kak? Aku hanya ingin memeluk adikku," tanya Vano kesal.
Mengabaikan Vano, Varo memeluk Alina tak begitu erat dan langsung dibalas pelukan juga oleh Alina.
"Menjemputmu, harusnya sekarang adikku ini masih berada di kediaman kakek menteri kehakiman tapi karena ada sedikit masalah adikku ini malah masih berada di paviliun ini,"jawab Varo.
"Kak Varo tau sendiri bukan,kemarin Alina tidak boleh keluar dari paviliun, jadi Alina tidak bisa ikut pergi bersama kakak, " ucap Alina menunduk sedih.
__ADS_1
"Hei, adik cantik kakak tidak boleh bersedih, sekarang bersiaplah, kita akan pergi ke kediaman kakek menteri kehakiman hari ini juga," ucap Varo memegang kedua pundak Alina.
"Tidak perlu berkemas,Kak, Adik manis ku ini tak perlu membawa apapun, karena semuanya sudah ada dikediaman kakek menteri kehakiman, mungkin adik bisa membawa beberapa cemilan untuk menemani perjalanan yang pasti sedikit membosankan,"ucap Vano.
"Baiklah,tunggu sebentar,Kak,Alina akan mengambil beberapa cemilan," ucap Alina berbalik dan berlalu pergi.
"Dia sangat bahagia kak, seharusnya kita tidak mempercayai ucapan perdana menteri itu kak, dia hanya membual dan mengorbankan kebahagiaan Alina untuk kepentingannya sendiri, " ucap Vano duduk di salah satu kursi yang berada di teras paviliun anggrek.
"Kau benar, padahal Alina boleh pergi kemana saja dan kapan saja karena Alina terbukti tidak bersalah dan tidak mungkin bersalah, mana mungkin Alina melukai Mark yang sudah mencapai tingkatan 3 ilmu bela diri," ucap Varo iku duduk di kursi samping Vano.
"Perdana menteri hanya ingin Alina lebih dekat dengan putra mahkota itu.... jujur saja aku sendiri tidak setuju jika Alina bersatu dengan putra mahkota, karena sudah pasti Alina akan dijadikan selirnya, Alina tidak memiliki kekuatan, dia sangat lugu dan lemah lembut tidak akan bisa bersaing dengan wanita putra mahkota, aku juga takut nanti Alina justru disiksa terus-menerus oleh istri dan selir putra mahkota, "ucap Vano.
"Biar Alina saja yang membawanya bibi," ucap Alina mengehentikan percakapan dua saudara kembar itu.
"Tidak nona biar saya saja yang membawanya," ucap Yuri menarik keranjang berisikan cemilan dari tangan Alina.
__ADS_1
"Tidak-tidak pokoknya biar Alina saja yang bawa," ucap Alina menarik ranjang yang dipegangnya supaya jauh dari Yuri.
"Sudah-sudah kalau kalian terus berdebat kapan kita akan berangkat," ucap Varo.