
...Happy reading 📖...
...****************...
"Tidak, sudah berkali-kali aku bilang jangan pernah bermain-main dengan kata cinta. Hati tidak bisa diatur meski memiliki pengatur! " marah Dreko dengan kedua tangannya yang mencengkram pundak Alina dan tatapan tajamnya yang menusuk serta aura hitamnya yang mulai menguar.
"Cinta-cinta-cinta. Memang ada apa dengan cinta? Selama aku hidup aku bahkan tidak pernah merasakan cinta, aku tidak tau apa itu cinta, aku tidak tau rasanya berdebar karena cinta, aku tidak tau rasanya melayang karena cinta. Hatiku mati, Kak, tidak ada seorangpun yang pernah aku kagumi," ucap Alina mulai terbawa emosi.
"Jangan meremehkan ku,Kak, bahkan semua misiku baik itu didunia ini maupun di dunia lain semua selesai karena cinta. Kelemahan manusia adalah cinta, " lanjutnya.
"Kau juga manusia Alina, kau manusia yang juga bisa merasakan cinta, kau punya hati, hanya saja kau belum menemukan seseorang yang tepat dan apa kau tau saat kau menemukannya bahkan kau lebih b0doh dari manusia-manusia itu! Kau lebih bodoh dari mereka!"
"Masa lalu lagi? Heh"
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan masa laluku, apa yang sudah aku lakukan di kehidupanku dulu? Apa?! Kau tau aku tidak pernah bisa mempercayai seseorang bahkan diriku sendiri dan sekarang aku harus menuruti semua keinginanmu karena kau tau masa laluku dan bisa memperkirakan masa depan ku? Hehe tidak, aku tidak pernah dikengkang dan aku benci dikengkang!"
__ADS_1
"Kau mengaturku, tapi kau tidak membiarkan ku mengerti untuk apa aturan mu itu bagi masa depan ku," ucap Alina sebelum berlalu pergi diikuti Willy.
"Kebenaran yang diungkap lebih dulu memang sulit untuk dipercaya tapi jika kebenaran terungkap oleh waktu akan menimbulkan penyesalan yang bahkan tidak terbalas oleh kata maaf dan tidak akan terkabul meski memohon."
"Sedikit, kau bisa sedikit memberi bocoran tentang masa lalunya. Bukan untuk membuatnya mengingat ulang tapi untuk berjaga-jaga sebelum timbul penyesalan," lanjut Neo menepuk pundak Dreko dua kali kemudian berlalu pergi.
Meski Neo juga ikut andil dalam kehidupan masa lalu Alina, dia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi dengan Alina. Neo, hanyalah naga yang mengulang kehidupan baru untuk terus setia kepada tuannya dan ingatan-ingatan dikehidupan sebelumnya belum sepenuhnya ia ingat.
Satu-satunya yang tau masa lalu Alina hanya Dreko, naga yang sudah ratusan tahun menemani jiwa Demon Alina.
Prangg
Byurrr
BUMMM
__ADS_1
Whusshhhh
Pagi-pagi sekali Alina sudah disibukkan dengan eksperimennya yang tidak pernah membuahkan hasil.
Gagal, gagal,dan selalu gagal.
"Gagal lagi, Bunda?" tanya Willy dengan mata polosnya yang memperhatikan kegiatan Alina yang tengah menghancurkan sebagian ruang herbal.
"huuuffftt, iya," jawab Alina tersenyum paksa setelah sebelumnya menghela nafas panjang.
"Hentikan saja, Adik. Willy bahkan sudah kelelahan memperbaiki ruang herbalmu untuk yang ke 399 kali,"ucap Neo menghampiri dan duduk di samping Willy.
"Tidak,Paman, ini sudah yang ke 400 kali dan 401 untuk yang ini," bantah Willy.
"Waw, apa kau benar-benar adikku Alina? Seperti bukan, karena Alina yang dulu ku kenal sangat pemalas bahkan dia harus di ceburkan ke danau baru akan bangun dari tidur nyenyaknya, " tanya Neo yang mengandung ejekan.
__ADS_1
"Daripada terus berbicara lebih baik membantu ku saja, Kak, " ucap Alina malas.
"Ah maaf, aku Yang Mulia Pangeran Phoenix bukan tabib hahaha," jawab Neo diakhiri dengan tawanya.