
...Happy reading...
...****************...
Mengingat kejadian sebelum kedatangannya ke sini benar-benar membuatnya ingin membinasakan dua pria g1la yang mengaku suaminya itu.
Setelah Alina memutuskan untuk beristirahat yang ternyata malah ketiduran, bangun-bangun dia merasakan sakit dengan posisi yang tergeletak di atas tanah ditambah dengan tatapan terkejut dari Aldirk dan Zero yang berdiri di sisi kanan dan kirinya tanpa berniat untuk membantunya bangun.
Dengan amarah yang meluap-luap Alina memaki dan memukul Aldirk juga Zero yang hanya bisa terdiam menerima segala amukan Alina karena merasa bersalah telah membuat Alina terjatuh membentur tanah yang keras.
Masih dengan amarahnya yang belum reda, Alina berteleportasi tanpa tujuan dan mungkin karena kekesalannya membuat Alina tidak fokus hingga salah tempat.
__ADS_1
Teleportasi pertama masih cukup aman yaitu di tengah-tengah aksi pertunjukan sulap.
Teleportasi kedua mulai tidak beres karena muncul di tengah-tengah aksi tidak senonoh di dalam rumah tepatnya di rumah bordil.
Teleportasi yang ketiga sudah tidak beres yaitu di depan pintu kuda dengan puluhan kuda yang berlari ke arahnya hingga membuat Alina terkejut dan ikut berlari padahal Alina bisa berteleportasi, ditengah aksi kejar-kejaran nya itu Alina tersandung dan sesuatu yang lembek, sedikit hangat, coklat kehitaman, berbau dan sangat menjijikkan menyentuh kulit wajahnya yang mulus.
Teleportasi ke lima, Alina membayangkan pantai indah dengan taburan bunga. Senyumnya mengembang sempurna saat merasakan dinginnya air dan kelopak mawar yang menyentuh wajahnya tapi ada yang janggal, ada seperti debu yang ikut menerpa wajahnya, saat membuka kedua matanya tenyata teleportasi yang kelima sangat-sangat tidak beres. Alina memang benar muncul di pantai yang indah tapi Alina baru sadar bunga-bunga itu adalah bagian dari ritual penaburan abu bagi seseorang yang sudah meninggal.
Alina muncul di ruang pemandiannya.
Setelah mandi cukup lama, Alina berjalan ke ruang herbalnya untuk membuat ramuan peningkat ilmu bela diri yang ampuh untuk dirinya sendiri, karena Alina sadar masih ada orang-orang yang jauh lebih hebat darinya yang otomatis akan menghalangi langkahnya untuk menguasai dunia dan menghalangi impiannya untuk menjadi yang terkuat dan menguasai dunia.
__ADS_1
"Seorang Alina tidak mungkin membiarkan orang yang mengganggunya tenang bukan? " ucap Neo dengan smirknya.
"Tentu saja, Kak, aku sedang membuat alat penunjang balas dendam, " jawab Alina tanpa mengalihkan perhatiannya dari kuali yang berisi aneka jenis dedaunan dan bahan-bahan herbal lainnya.
"Lupakan, lupakan siapapun yang kau temui itu. Mulai sekarang jangan keluar dari ruang Tara sebelum kekuatanmu melebihi batas maksimal!" ucap Dreko sebelum berbalik.
"Maksud kakak? Ayolah,Kak, ini Alina, gadis cantik yang tidak akan menerima kekalahan apalagi memaafkan. Tentu saja mereka harus mendapatkan balasan, " ucap Alina yang mampu menghentikan langkah Dreko yang sudah di depan pintu.
"Orang yang kau maksud bukan orang sembarangan seperti yang berada di benua Utara, Alina. Mereka berbahaya... Aku telah salah membiarkan mu pergi sendirian."
"Berbahaya apa? Mereka memang kuat tapi tentu saja mereka punya titik lemah dan aku harus mencari titik lemahnya. Lagi pula dengan sedikit muslihat cinta dan kekuatan yang memadai, aku pasti bisa mengalahkan mereka."
__ADS_1
"Cinta?"