Keturunan Terpilih

Keturunan Terpilih
Bab 66


__ADS_3

...Happy reading 📖...


...****************...


Pria berambut putih itu membawa Alina ke sebuah ruangan yang sangat indah, hampir keseluruhan ruangan dan isinya bewarna putih dan biru muda.


Sangat cerah dan terlihat sangat mewah, aura sejuk dan aroma terapi yang menenangkan menguar dalam ruangan itu.


Dengan perlahan pria itu meletakkan tubuh Alina yang tengah pingsan di atas ranjang, sangat perlahan dan penuh kehati-hatian seakan Alina adalah benda rapuh yang akan hancur jika dikasar sedikit saja.


Pria berambut putih dengan topeng perak yang menutupi separuh wajahnya itu terlihat menyeringai menatap Alina, dan tak lama pria itu bangkit dari duduknya kemudian berjalan menjauh keluar dari kamar bernuansa cerah yang ditempati Alina.


Perlahan kedua kelopak mata Alina bergerak kemudian terbuka memperlihatkan sepasang iris mata bewarna ungu cerahnya yang sangat indah.


"Dimana ini? "ucap Alina langsung duduk sambil memandang ke sekelilingnya dan kejadian beberapa menit lalu melintas di ingatan Alina dimana tadi Alina merasakan sakit di kepalanya karena beberapa kejadian masa lalu kembali di ingatnya ketika menatap Azura.


"Kamar? Bukanya tadi.....Azura..... Jangan-jangan Azura menjual ku, tidak-tidak, ini tidak boleh terjadi aku harus pergi!"


"Kau siapa?" tanya Alina spontan saat melihat seorang pria berambut putih yang mengenakan topeng untuk menutupi separuh wajahnya masuk ke dalam kamar yang ditempatinya.


"Aldrik Fernando Benedict, panggil aku Aldrik, calon suami mu,"jawabnya lengkap dengan senyuman bahagia.

__ADS_1


Alina duduk di atas ranjang dengan anggunnya kemudian menatap Aldrik mulai dari ujung kakinya hingga ujung kepala.


"Aku tau aku cantik. Tapi sepertinya khayalan mu itu terlalu tinggi, aku tidak mungkin menikahi mu yang jauh dari kriteria suami idaman ku."


"Lalu suami seperti apa yang kau inginkan?"


"Tampan, kaya, setia, penurut, baik hati, hanya tersenyum dan tertawa untukku, membahagiakan ku, kalau punya orang tua harus baik kepadaku, sopan, selalu memanjakan ku emmm...."


"Aish aku lupa membawa daftar kriteria suami idaman ku. Ya setidaknya hanya itu saja untuk sementara."


"Semua itu ada padaku. Aku tampan, kaya? Tentu saja aku seorang raja--- "


"Apa?"


"Iya, kau pencuri, kau membawaku kesini tanpa izin dariku. Artinya kau tidak memenuhi kriteria sebagai suami idaman ku!"


"Lalu apa yang harus aku lakukan untuk bisa menjadi suami idaman mu?"


Perlahan senyum manis Alina terbit setelah yakin kalau rencananya ini akan berhasil untuk bisa kabur dari jangkauan pria yang memiliki aura kekuatan ilmu bela diri yang tak terdeteksi seperti Aldrik.


"Kembalikan aku ke tempat kau mengambil ku, setelah itu..."

__ADS_1


"Setelah itu kau kabur dan tidak jadi menikah denganku? Benar begitu?"potong Aldrik sebelum Alina menyelesaikan ucapannya.


"Bukan begitu, setelah itu aku akan berbicara dulu dengan kedua orang tuaku."


"Apa kau masih memiliki orang tua?" tanya Aldirk serius


"Iya, tentu saja aku punya."


"Baiklah kita akan mengunjungi orang tuamu setelah resmi menikah, untuk sekarang nyamankan dirimu di istana kita ini. Karena kau akan resmi menjadi permaisuri ku secepatnya,"ucap Aldrik kemudian berbalik dan berjalan keluar.


"Eh tunggu-tunggu!" ucap Alina menarik sedikit jubah bagian belakang Aldrik.


"Biarkan aku pergi atau--- " ucap Alina mengeluarkan elemen apinya.


"Atau apa?" tanya Aldirk berbalik menatap Alina.


"Atau..... aku akan kabur, ya aku akan kabur," jawab Alina takut saat merasakan aura tak bersahabat dari Aldrik.


Bahkan elemen api yang dikeluarkannya langsung menguap begitu saja.


"Silahkan kalau kau ingin kabur sayang, jika kau bisa, " ucap Aldirk disertai smirknya kemudian berlalu meninggalkan Alina.

__ADS_1


__ADS_2