Keturunan Terpilih

Keturunan Terpilih
Bab 39


__ADS_3

...Happy reading 📖...


...****************...


"Terimakasih nona,terimakasih," ucap Rayon membungkuk hormat dan tersenyum lebar.


Alina hanya mengangguk kemudian berjalan keluar dari ruangan itu meninggalkan Rayon yang tersenyum bahagia karena sekarang tidak akan ada pegawai yang protes lagi akibat keterlambatan gaji yang biasanya diambil nyonya Desina.


"Lihat saja nyonya rubah, perlahan tapi pasti seluruh harta yang menjadi hak ku akan ku ambil," batin Alian tersenyum puas.


"Apa yang membuat mu sangat bahagia seperti itu nona?"tanya seorang pria tak lain pangeran kedua menghalangi jalan Alina.


"Bukan urusanmu," jawab Alina ketus berjalan melewati pangeran kedua.


"Tunggu siapa namamu nona?"tanya pangeran kedua menghalangi Alina.


"Berhentilah mengangguku," ucap Alina menatap tajam pangeran kedua.


"Matamu sangat indah nona dan aku menyukainya.....ah ya katakan dulu siapa namamu nona aku tidak akan menghalangi jalanmu lagi," ucap pangeran kedua menatap balik mata Alina.


"Ziva," jawab Alina singkat sambil menendang tulang kering pangeran kedua dengan tambahan tenaga dalamnya.


"Awssss," ringis pangeran kedua memejamkan matanya menahan sakit karena tendangan kaki Alina menggunakan tenaga dalam yang kuat.


"Menarik, gadis menarik yang akan dan hanya menjadi milikku," gumam pangeran kedua menatap punggung kecil Alina yang perlahan menjauh.

__ADS_1


"Pangeran kedua mengapa pangeran menghilang begitu saja?"


"Kita kembali!" ucap pangeran kedua mengabaikan pertanyaan tak penting prajurit pribadinya.


...----------------...


Di pagi hari Alina sudah duduk bersantai di atas batu pinggir kolam air terjun kemurnian setelah berendam beberapa saat tadi, Alina melihat langit biru dengan suasana yang sangat cerah.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya kloning Alina yang tiba-tiba muncul di atas batu sebelah Alina.


"Apa yang kau lakukan disini? Bukanya sudah kubilang kau diam saja di paviliun anggrek dan temui hantu g1la yang menyebalkan sama seperti mu itu!"ucap Alina duduk sambil menatap tajam ke arah kloningnya itu.


"Kau pikir hanya kau yang bosan dengan tingkah memuakkan pengangguran itu? Aku juga sama bosannya seperti mu," jawab kloning Alina menatap sinis ke arah Alina.


"Pengangguran g1l4? Hahahaha nama yang bagus,sangat bagus,dia itu memang pengangguran yang selalu mendekati ku dan dia sangat g1la, hahahaha,"ucap Alina tertawa terbahak-bahak mendengar nama panggilan istimewa yang diberikan kloningnya untuk putra mahkota.


"Katakan mengapa kau tadi melamun? Apa yang tengah kau pikirkan?" lanjut kloning Alina.


"Hmm menurutmu apa yang akan ku lakukan setelah balas dendamku selesai? Pergi menjauh....atau menikah dengan salah satu keluarga kaisar untuk menguasai wilayah Utara ini, ya intinya menghancurkan keluarga kekaisaran dari dalam hingga membuat mereka saling membunuh, jadi aku tak perlu mengotori tanganku untuk membunuh mereka," ucap Alina menatap langit biru.


"Bukanya kau sudah punya rencana hidup untuk mu sendiri? Lalu kenapa kau masih minta saranku?"


"Aku memang sudah punya rencana hidupku di masa depan tapi apa salahnya meminta pendapat kepada pelayan istimewa ku?" tanya Alina menaik-turunkan alisnya menggoda kloningnya sendiri.


"Menjijikkan."

__ADS_1


"Hmmm, bagaimana kalau aku menikah dengan putra mahkota atau mungkin pangeran kedua? Ku dengar pangeran kedua lebih hebat dari putra mahkota, tingkatan ilmu bela dirinya pun juga melebihi putra mahkota."


"Bod0h, kau mau menikah dengan pria lemah seperti mereka? Aku tidak akan sudi memiliki suami seperti mereka. Pilihlah suami seorang pria yang sangat hebat,kau itu ratu, jadi pria yang setara dengan mu adalah raja," tolak kloning Alina tak terima.


"Raja... raja mana? Hahaha apa raja Benua Tengah yang sudah tua dan bau tanah itu? hahaha apa kau gil4? Gadis cantik sepertiku menikah dengan kakek-kakek yang sudah peot?"ucap Alina tertawa terbahak-bahak.


Alina berteleportasi menuju kamarnya yang berada di paviliun anggrek masih sambil terus tertawa terbahak-bahak meninggalkan kloningnya yang mengangkat alisnya bingung dengan apa yang ditertawakan Alina.


Tok...Tok...Tok


Ceklek


"Ada apa bi?" tanya Alina menatap Yuri, orang yang mengetuk pintu tadi.


"Nona kemana saja? Sudah tiga kali saya bolak-balik mengetuk pintu kamar nona tapi nona tidak keluar-keluar," tanya Yuri balik.


"Hanya tertidur sebentar," jawab Alina.


"Oh syukurlah, saya khawatir dengan nona," ucap Yuri menghela nafas lega.


"Oh ya nona,saya ingin menanyakan apa nona akan pergi ke perayaan lampion nanti malam?"


"Perayaan lampion?....nanti malam?"tanya Alina.


"Iya nona,untuk menyambut hari ulang tahun kaisar, "jawab Yuri.

__ADS_1


"Bukanya ulang tahun kaisar tiga hari lagi?"


__ADS_2