Keturunan Terpilih

Keturunan Terpilih
Bab 69


__ADS_3

...Happy reading 📖...


...****************...


"Maaf Yang Mulia. Apa yang mulia kelelahan?" tanya pelayan yang berdiri di samping kiri Alina saat Alina tiba-tiba menghentikan langkahnya.


"Siapa namamu?"


"Nama hamba Hira, Yang Mulia."


"Hem ulurkan tanganmu," ucap Alina.


"Baiklah, Yang Mulia," jawab Hira mengulurkan tangannya.


"Maaf Yang Mulia tangan hamba sangat kotor tidak pantas orang seperti Yang Mulia memegangnya,"ucap Hira langsung bersujud di kaki Alina saat Alina ingin menyentuh tangannya.


"Berdiri!" ucap Alina.


"Ampun Yang Mulia, hamba pantas untuk dihukum. Hukum saja hamba Yang Mulia," ucap Hira masih terus bersjud di depan kaki Alina.


"Lihatlah apa seperti ini sikap seorang calon Permaisuri?" ucap sinis seorang gadis cantik yang berjalan mendekat ke arah Alina.


"Belum menjadi permaisuri saja sudah melakukan kekerasan, apalagi kalau sudah di angkat menjadi permaisuri, ah aku tidak bisa membayangkan akan seperti apa istana ini jika yang memimpin permaisuri sepertinya," sahut gadis cantik yang berada di belakang gadis tadi.

__ADS_1


"Aku memerintahkan mu untuk berdiri!" ucap Alina mengabaikan kedua gadis yang menghampirinya.


"Diam dan berdiri! " lanjut Alina saat Hira akan kembali memohon ampun padanya.


Dengan badan gemetar Hira berdiri sambil menunduk dalam tak berani menatap Alina. Alina menggenggam tangan Hiria sambil mengucapkan beberapa mantra.


"Berani-beraninya kau mengabaikan ku? Kau tidak tahu aku siapa? Aku Tiria anak perdana menteri yang dalam sekejap mata bisa mengusir mu dari alam langit bahkan aku juga bisa membunuhmu dalam satu kali ayunan pedang," ucap gadis berbaju biru muda tadi marah saat Alina mengabaikannya.


"Kau pikir aku peduli? Tentu saja tidak, untuk apa aku peduli pada orang buta, bodoh, dan tuli seperti mu? Sangat tidak berguna," ucap Alina dengan tawa remehnya.


"Beraninya kau," ucap Tiria geram.


Tiria mengeluarkan elemen anginya dan langsung mengarahkannya pada Alina, hanya dengan satu tangan Alina berhasil menghalau serangan dari Tiria.


"Aku tidak menyukaimu,, dan apapun yang tidak kusukai harus dihapuskan, " ucap Alina dengan nada rendah yang terdengar mengerikan.


Semua yang melihat Tiria, putri kesayangan sang perdana menteri yang digadang-gadang akan menjadi permaisuri alam langit di serang langsung membuat barisan melingkari Alina dan masing-masing mengeluarkan senjatanya untuk menyerang Alina.


Melihat ancaman yang hanya akan membuat waktu berharganya terbuang sia-sia, Alina langsung berlari dengan sangat kencang ke arah dinding pembatas kemudian melompat ke atas dinding itu dan turun tepat di atas awan.


AAAAAAAA


Namum naas, awan yang dipijak Alina ternyata tembus dan membuat Alina terjun bebas dari langit menuju pusat bumi dan karena panik, Alina melupakan kalau dia bisa menggunakan teleportasi, elemen, juga sihirnya.

__ADS_1


Baru saat posisinya berada 50 menter di atas tanah Alina melakukan teleportasi.


"Ahh leganya. Akhirnya aku bebas, Bebas-bebas-bebas."


SRETT


BRAKK


DUARRR


Baru akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba sebuah bola api raksasa meluncur bebas dari arah belakang samping kiri Alina nyaris mengenai tubuh Alina.


"Heh, sudah kubilang Zia, aku akan membunuhmu dimana pun kau berada, mau sembunyi dimana pun aku akan tetap menemukan mu Zia."


Seketika Alina membalikkan tubuhnya dan terlihat Azura berdiri dengan smrik nya menatap Alina remeh.


"Aku tidak berniat kabur darimu Azura, tadi hanya ada sedikit masalah dengan seorang pria gila beruban dan sekarang aku sudah kembali."


"Aku tidak peduli dengan ucapan mu!" ucap Azura langsung menyerang Alina menggunakan elemen tanahnya yang berbentuk serpihan dengan bagian ujung yang tajam.


Melihat Azura yang mengeluarkan elemennya, Alina tak mau kalah, dia ikut mengeluarkan elemen angin membuat serpihan lancip dari elemen Azura hancur saat bertabrakan dengan elemen anginnya.


Tak sampai di situ, Azura terus mengeluarkan seluruh elemen umumnya secara bergantian yang masih bisa dengan mudah Alina balas.

__ADS_1


Alina berganti menyerang Azura dengan elemen es nya, Alina berencana membuat Azura membeku tapi hasilnya hanya wilayah di sekitar Azura yang membeku sedangkan Azura diselimuti bayangan hitam membuatnya tidak membeku.


"Hahahaha elemen es tingkat awalmu tidak akan bisa membekukan ku Alina,hahahaha," ucap Azura dengan tawa remehnya yang menggema di udara.


__ADS_2