Keturunan Terpilih

Keturunan Terpilih
Bab 70


__ADS_3

...Happy reading 📖...


...****************...


Bayangan hitam yang mengelilingi Azura menghilang, kemudian dari belakang jubah Azura, keluar bayangan yang berupa tangan raksasa dan mengarahkannya pada Alina.


Alina yang terpaku melihat elemen bayangan milik Azura tidak sempat menghindar saat tangan bayangan Azura membuat kepalan dan memukul perutnya, mengakibatkan Alina terbang menabrak pohon besar di belakangnya kemudian jatuh ke bawah dengan sangat keras.


BRAKK


BRUAKK


Belum sempat Alina bangkit, jari-jari bayang membelit tubuhnya dengan sangat kuat membuat Alina sedikit kesusahan untuk bernafas.

__ADS_1


Alina memejamkan kedua matanya tak lama lingkaran api mengelilingi tubuh Alina, lingkaran api itu semakin besar membuat jari bayang yang membelit tubuhnya menghilang.


Brukkk


Alina jatuh ke bawah bertumpu pada kedua tangan dan lututnya sambil mengatur pernafasannya.


"Ah kau berhasil lolos dari elemen bayangan ku, tapi kau tidak akan bisa lolos dari sihir ku Alina, hahahaha,"ucap Azura.


Azura terlihat menggumamkan suatu mantra sambil membentangkan kedua tangannya mengadah ke langit dan tak lama asap hitam gelap muncul dari telapak tangan Azura kemudian asap itu berganti mengelilingi Azura membentuk sebuah anak panah raksasa.


Keduanya bersama-sama melemparkan anak panah itu hingga...


DUARR

__ADS_1


Ledakan dahsyat terjadi saat kedua anak panah itu bertabrakan membuat Alina lagi-lagi terpental jauh menabrak pohon, sedangkan Azura ikut terpental namun tak sampai menabrak pohon karena kekuatannya masih mampu untuk mengimbangi dampak ledakan itu, meski begitu dampak ledakan dahsyat kekuatan beda aliran yang saling bertabrakan membuat Azura terbatuk darah dan Alina nampak tak mampu lagi untuk berdiri.


Tidak hanya berdampak pada keduanya tapi ledakan itu ikut berdampak pada keadaan alam di sekitarnya, seperti awan hitam yang penuh di langit dan kehancuran beberapa pohon di hutan.


"Heh, sekarang kau tidak akan bisa apa-apa Alina, kau lemah dan aku kuat," ucap Azura sombong melihat Alina yang masih mencoba untuk berdiri dengan berpegangan pada batang pohon yang tadi di tabrakannya sambil memegangi dadanya yang terasa sesak.


Azura mengeluarkan elemen bayangan milik nya, berupa tangan raksasa menuju ke arah Alina kemudian membelit tubuh Alina dengan erat dan membawa Alina terbang di udara.


"Akkkhhh."


"ALINA!!"


Kalung Alina memancarkan sinar terangnya sebelum Neo dan Dreko muncul tak jauh dari Alina sambil berteriak memanggil nama Alina dan tak lama Neo serta Dreko ikut berteriak saat merasakan rasa sakit yang di alami Alina.

__ADS_1


Bahkan Neo dan Dreko terlihat bertekuk lutut sambil memegangi dada kirinya yang terasa sesak, keduanya sama-sama memandang Alina dengan raut khawatir.


Alina merasa lemas tidak memiliki energi sama sekali karena sihir putih yang dikeluarkannya merenggut lebih dari separuh energi Alina yang tersisa, Neo dan Dreko sama,mereka tak bisa melakukan apa-apa karena mereka juga ikut merasakan apa yang Alina rasakan bukan hanya karena tali kontrak mereka yang belum di samarkan tapi juga karena keduanya baru saja melakukan meditasi yang belum sempurna membuat sebagian kekuatan dari keduanya tertutup dan tidak dapat digunakan untuk membantu Alina atau meminimalisir efek kontrak dengan Alina.


__ADS_2