
...Happy reading 📖...
...****************...
"Terserahlah, aku sudah membuat perjanjian dengan kak Dreko, jika aku tidak menembus tingkat 8 sampai minggu depan. Aku akan dikurung dan harus bertapa puluhan tahun. Ahhkk tidak, aku tidak bisa membayangkan kulitku yang cantik, putih, dan mulus ini harus sia-sia dan yang paling mengerikan berubah termakan usia."
"TIDAAAAAAK!!!"
"Manja! Dengan kekuatanmu kau akan tetap cantik meski usiamu mungkin 100 tahun lebih."
"Aku gadis yang jujur, Kak. Umurku sekian maka fisikku juga sekian, lagi pula aku tidak ingin nantinya mendapatkan suami yang usianya jauh dibawah ku."
"Cari saja yang usianya di atasmu."
"Sudah punah."
"Hahahaha."
__ADS_1
"Oh ya dimana kak Dreko? Biasanya dia paling rajin untuk mengawasi ku."
"Dia menunggumu di air terjun kemurnian agar kau bisa menembus tingkat 8."
"Apalagi yang diharapkan dari meditasi di bawah air terjun itu, kita sudah mencobanya puluhan kali tapi tidak ada hasilnya. Dulu aku berpikir dengan hanya bermeditasi aku bisa menembus tingkat-tingkat itu dengan mudah, nyatanya awalnya memang mulus, kekuatan ku meningkat pesat tapi akhirnya mentok sampai tingkat 7 dan tidak naik-naik."
Alina dan Dreko memang sudah berdamai, Alina tipe orang yang mudah melupakan amarahnya tapi selalu ingat kesalahan orang lain terhadapnya. Sebelumnya Alina mau berdamai dengan Dreko jika Dreko bisa membantu Alina untuk meningkatkan tingkatan ilmu bela dirinya.
Dengan perdebatan yang sedikt panjang karena awalnya Dreko mengusulkan meditasi di goa lumut tapi Alina tidak mau dan lebih memilih dengan cara yang tidak memakan waktu banyak, tapi Alina sendiri tidak tau bagaimana caranya.
Sebelumnya Alina melakukan meditasi di bawah air terjun seperti pertama kali ia menembus tingkatan ilmu bela diri, tapi setelah hampir satu bulan penuh tidak ada hasilnya sama sekali dan sekarang Alina terus berusaha menciptakan ramuan yang bisa membantunya cepat dalam meningkatkan tenaga dalam hingga bisa menembus tingkat 8.
"Bunda ayo kita ke paman Dreko, Willy penasaran apa yang dilakukan paman agar bunda bisa menembus tingkat 8 dengan cepat."
"Ayo, bunda juga penasaran. Bunda pikir paman mu itu akan putus asa seperti paman mu yang ini, tapi sepertinya otak pamanmu itu lebih cermelang, " ucap Alina disertai nada sindiran untuk Neo.
"Aku tidak putus asa, Dik. Aku hanya berpikiran positif saja daripada buang-buang waktu untuk meningkatkan tenaga dalammu itu yang tidak mungkin meningkat, lebih baik aku menjadi penonton saja."
__ADS_1
"Aku pasti bisa, Kak."
"Bermimpi saja, semuanya harus melakukan pertapaan puluhan tahun di goa lumut untuk bisa menembus tingkat 8 dan di goa api selama puluhan tahun pula untuk menembus tingkat 9."
"Benar begitu Willy? " lanjut Neo.
"Benar bunda, tapi semua tergantung pada kecepatan dan kepekaan tubuh dalam menyerap sekaligus memproduksi tenaga dalam, bahkan ada yang sampai ratusan tahun tapi tidak bisa meningkatkan tenaga dalamnya, karena itu sampai sekarang jarang ada yang memiliki tingkatan lebih dari 7 atau mungkin terbilang sangat langka."
"Jika menunggu waktu yang lama, bagaimana aku bisa membalas mereka. Kemungkinan saat aku selesai bertapa mereka sudah punah," gumam Alina.
"Sudah satu bulan setengah dan mereka tidak menemuiku, jika benar ruang Tara tak terdeteksi sudah dari awal aku berteleportasi ke sini tanpa berlari-larian," batin Alina ketika teringat dua pria gil4 yang tak lagi membuntutinya.
Dalam sekejap mata Alina, Dreko, dan Willy sudah berada di air terjun kemurnian, tempat dimana awal kali Alina bermeditasi.
"Kalian lama sekali, " sinis Dreko.
"Hehehe, kita sedikit mengobrol, Kak, " jawab Alina disertai kekehan manisnya.
__ADS_1
"Sekarang apalagi, Kak? Meditasi tak berguna itu lagi? Atau gerakan bela diri yang melelahkan lagi?" tanya Alina malas.