Keturunan Terpilih

Keturunan Terpilih
Bab 13


__ADS_3

...Happy reading 📖...


...****************...


"Tanah pelindung,"batin Alina sambil menyentuh tanah yang berada di depannya dengan kedua tangannya.


Gregggreggreg


"NEOOOOO/ NONAAA"


AAAAAAAAA!!!!


Bruukkk


...****************...


Bukannya tanah pelindung yang muncul tapi malah tanah yang dipijak Alina dan Neo runtuh, karena panik Alina dan Neo lupa untuk melakukan teleportasi hingga mereka berdua jatuh dengan tidak elitnya di permukaan tanah yang datar serta kotor.


Dengan posisi Neo yang jatuh terlentang dan Alina yang jatuh tepat di atas Neo karena sebelum sampai mendarat di tanah,Neo sempat menarik dan memeluk tubuh Alina.


"Ugghh nona sangat berat," ucap Neo sedikit kesulitan berdiri.

__ADS_1


"APA? JADI AKU GENDUT? " pekik Alina menatap tajam Neo.


"Bu-bukan-bukan saya yang lemah- iya saya yang lemah," ucap Neo terbata-bata karena takut melihat ekspresi wajah Alina yang berkilat marah.


"Kau memang lemah! Instruksi mu buruk! Kau bilang untuk mengaktifkan tanah pelindung harus fokus dan membayangkan sebuah pelindung tapi apa?! Aku tadi membayangkan tanah pelindung, yang muncul malah tanah jurang,"ucap Alina dengan nada yang cukup tinggi.


"Huuuhh aku membangunkan singa yang tertidur, Neo kau bodoh harusnya kau ingat wanita itu sensitif pada berat badan,"batin Neo.


"Bukan saya yang salah nona,tanahnya yang lemah," elak Neo.


"Sebelum tanah pelindung, tadi muncul tanah yang kita pijak, dan tanahnya runtuh jadi bukan salah instruksi saja," lanjut Neo tak ingin di salahkan.


"Goa apalagi yang ada dalam tanah kering ini? Apa tidak terjadi longsor jika semua dindingnya terbuat dari tanah tanpa campuran bahan lain?" Gumam Alina.


"Saya ingat nona, ini merupakan goa rahasia tempat dimana tersimpannya inti elemen tanah," sahut Neo.


"Inti elemen? Apa semua elemen memiliki inti?"tanya Alina.


"Semua elemen memiliki inti kecuali elemen tumbuhan karena elemen tumbuhan juga tergabung dalam elemen tanah,"jawab Neo mulai berjalan menyusuri goa diikuti Alina.


Lima belas menit berlalu yang hanya dihabiskan untuk menyusuri semua penjuru goa tapi hasilnya nihil,Alina ataupun Neo tidak bisa menemukan inti elemen tanah.

__ADS_1


"Jangan-jangan kamu salah lagi? Mana inti elemen tanahnya?" ucap Alina bersandar di dinding goa.


"Sekali saja nona tolong bersabarlah, nona selalu tidak sabaran, ini juga masih dicari inti elemennya, "ucap Neo geram yang dibalas decakan sebal oleh Alina.


Saat Alina mendongakkan kepalanya kedua matanya sedikit menyipit untuk melihat dengan jelas benda yang sedikit bersinar dan menempel di langit-langit goa.


"Neo? Apa itu inti elemennya?"tanya Alina menunjuk ke arah sebuah berlian bewarna cokelat yang tidak begitu bersinar.


"Woahhh benar nona ,itu inti elemen tanah, ayo cepat nona ambil" ucap Neo.


Alina mengulurkan tangan kanannya seketika sebuah sulur keluar dari telapak tangannya kemudian memanjang dan melilit berlian cokelat itu, setelah melilit inti elemen sulur yang tadinya memanjang mulai menyusut ke dalam telapak tangan Alina.


"Nona bisa menyerap seluruh energi dalam berlian itu."


Tanpa merespon, Alina langsung menyerap energi yang terkandung dalam batu berlian itu hingga Alina merasakan banyak sekali energi masuk dan mengalir dalam nadinya.


"Selanjutnya nona ingin mengendalikan elemen apa?"


"Angin, aku ingin elemen angin."


Neo tak membawa Alina berteleportasi jauh,dia hanya membawa Alina ke tempat semula tadi,yaitu di atas ladang tanah yang mengering.

__ADS_1


__ADS_2