
...Happy reading 📖...
...****************...
"Adik, apa kau sudah siap?"tanya seorang pria yang tak lain Varo dibalik pintu kamar Alina.
"Sudah kak, sebentar," jawab Alina dari dalam kamarnya.
Ceklek
Vano terpaku pada sosok cantik adik sepupunya itu. Alina terlihat sangat cantik malam ini, rambut hitam legamnya ia sanggul dengan beberapa helai yang dibiarkan menggantung di samping pelipisnya, Riasan wajahnya tak terlalu tebal justru menambah kesan anggun untuk Alina, gaun bewarna biru muda dengan bordiran benang emas sangat kontras dengan kulitnya yang putih bersih, bibir mungil Alina tak pernah luput dari senyuman manisnya membuat setiap orang yang memandangnya akan ikut tersenyum pula.
__ADS_1
"Kak, apa kakak baik-baik saja?"tanya Alina menatap khawatir ke arah Vano yang terdiam.
"Kau sangat cantik,Adik, aku serasa melihat seorang Dewi yang turun dan berdiri di depanku," jawab Vano.
"Kakak bisa saja...... oh ya,Kak, dimana yang lainnya? Kak Varo juga mana? biasanya dia selalu bersama kakak," tanya Alina.
"Ah aku lupa, kita harus cepat,Kak Varo sedang menyiapkan kereta kuda untukmu jadi sekarang kita harus cepat sebelum kak Varo marah, Kak Varo itu sangat disiplin, meski kak Varo tidak akan bisa marah lagi jika melihatmu," ucap Vano menarik pelan tangan Alina.
Alina hanya pasrah mengikuti langkah Vano yang tidak terlalu cepat itu.
"Aku tidak rela jika kecantikan adikku ini diperebutkan para pemuda tak beretika, jadi jangan pernah melepaskan cadarmu ini Adik dan yang paling penting, jangan menjauh lebih dari satu meter dari sisi kakakmu ini,Dik," ucap Varo sambil memasangkan cadar di wajah Alina.
__ADS_1
"Posesif!" cibir Alina langsung masuk dalam kereta kuda.
"Adik kita sangat mandiri kak, dia bisa menyiapkan dirinya sendiri tanpa bantuan pelayan,"ucap Vano menatap Alina yang tengah duduk dengan kasar di atas kereta kuda.
Yuri sudah sejak kemarin kembali ke kediaman perdana menteri karena ia diutus menteri kehakiman untuk membantu mengumpulkan bukti tentang kekejaman keluarga perdana menteri, terutama kedua istri dan anak perdana menteri yang sering menyiksa Alina.
"Dia sudah dilatih mandiri sejak kecil karena keberadaannya yang tak pernah dianggap oleh perdana menteri penghianat itu," ucap Varo berlalu menuju kudanya yang berada di samping kiri kereta kuda Alina yang dinaiki.
Alina POV
"Apa perdana menteri itu sudah g1l4? Pernikahan karena hamil diluar nikah dirayakan sangat meriah.... benar-benar bod0h."
__ADS_1
"Ya, perdana menteri b0doh itu membuat perayaan yang sangat meriah untuk pernikahan Delana dan Mark padahal sudah jelas-jelas putrinya hanya dijadikan selir tapi perayaan pernikahannya seakan-akan anaknya diangkat sebagai seorang permaisuri."
Setelah tersebarnya aib Delana yang dibongkarnya sendiri tanpa sadar, perdana menteri mau tak mau harus menerima pinangan Jenderal Utara untuk menjadikan Delana sebagai selir Mark, agar pemberontakan beberapa rakyat dapat dikendalikan, banyak rakyat yang memberontak karena menganggap perdana menteri tak layak menjadi seorang pejabat istana karena mengurus keluarganya saja ia lalai apalagi mengurus masalah di istana kekaisaran.