
...Happy reading 📖...
...****************...
"Eh tunggu, mengapa kau keluar dari ruang
Tara,Kak? Bagaimana jika ada yang melihat seorang pria di paviliun ku,apalagi melihat kita mengobrol seperti ini? Pasti mereka akan berpikir yang tidak-tidak," ucap Alina menatap sekitarnya.
"Aku hanya ingin membawa mu ke ruang Tara, karena ilmu bela dirimu harus segera ditingkatkan, jika kau ingin berlaku bebas di wilayah Benua Utara ini bahkan mungkin kau juga bisa bebas berlaku sesukamu di seluruh dunia ini kecuali di Benua Tengah,karena tidak akan ada yang bisa melebihi kekuatan dari Raja Benua Tengah," ucap Neo.
"Semua orang memiliki kelemahan,Kak, di atas langit masih ada langit, " ucap Alina dengan bijaknya.
"Di atas langit memang masih ada langit dan tepat di langit yang paling ataslah Raja Benua Utara berada. Tidak ada yang berani padanya, tidak ada yang pernah menang melawannya dan yang paling penting jangan pernah mencari masalah dengannya," jelas Neo.
__ADS_1
"Menarik, bagaimana kalau aku menaklukkannya," ucap Alina menerawang ke atas memikirkan beberapa rencana brilian dikehidupan masa depannya.
"Jangan main-main dengannya Alina! jangan sampai kau berurusan dengannya atau hidupmu akan berada di ambang kesengsaraan. Sejak kecil hingga sekarang aku hanya mendengar kehebatannya yang selalu di agung-angungkan, Raja Benua Tengah sudah mencapai tingkat 9 ilmu bela diri, memiliki elemen-elemen langka dan sihir hitam yang pekat, kekejamannya juga tak kalah tenar, tangannya sudah merenggut ratusan bahkan ribuan nyawa,"ucap Neo memperingati Alina.
"Sejak kau kecil? Berarti Raja itu sudah berumur ratusan tahun? Hahahaha aku tidak jadi menaklukkannya,hahaha.
Alina,Alina bagaimana kau bisa memilki rencana untuk menaklukkan kakek dari kakek dari kakek dari kakek buyutmu itu hahaha, " ucap Alina tertawa terbahak-bahak saat menyadari pikiran konyolnya.
Bayangan seorang kakek-kakek tua yang sudah keriput dan memiliki janggut yang panjang bewarna putih serta rambut-rambut yang putih melintas di pikiran Alina.
Neo menarik tangan Alina dan membawanya masuk dalam ruang Tara.
"Bagaimana jika ada yang mencari ku,Kak?" tanya Alina setelah selesai tertawa dan menyadari kalau dirinya sudah berada di istana ruang Tara.
__ADS_1
"Putra mahkota yang sudah tergila-gila padamu itu sedang berada di istananya, perdana menteri dan dua istrinya tengah mengurusi beberapa masalah di luar kediaman, sedangkan pelayan Yuri ku berikan ramuan agar dia tertidur sampai beberapa hari,tapi tenang saja aku melingkari tubuhnya dengan dinding energi agar dia tak lemas, aku kasihan dengan tubuh tua dan kurusnya itu yang seharusnya dihabiskan untuk menikmati masa tuanya malah harus mengurus mu," jelas Neo sambil berjalan menuju air terjun kemurnian.
"Ya ya ya ya," jawab Alina acuh.
Setelah sampai di tepi kolam air terjun kemurnian, Alina langsung berteleportasi menuju tepat di atas batu di bawah guyuran air terjun kemurnian, ia duduk bersila dan menyatukan kedua tangannya di depan dada lalu Alina mulai bermeditasi.
Meditasi Alina berlangsung kurang lebih 7 hari di ruang Tara yang berarti sama dengan 3 hari di bumi, selama bermeditasi, Neo setia menemani dan mengawasi Alina dari pinggir kolam.
Sama seperti meditasi sebelumnya, tubuh Alina dilingkari cahaya biru berbentuk seperti kepompong yang menghalau jatuhnya air yang mengenai Alina, semakin lama Alina bermeditasi maka semakin terang pula cahaya biru yang melingkarinya.
Tak lama kemudian cahaya yang melingkari Alina meredup hingga memperlihatkan Alina yang menatap tajam ke depan dengan kedua iris mata bewarna berbeda yang kanan bewarna biru cerah dan yang kiri bewarna ungu gelap, kedua irisnya sama-sama mengkilap menambah kesan tajam dalam tatapannya.
Kedua iris mata Alina kembali bewarna biru cerah setelah Alina mengedipkannya beberapa kali.
__ADS_1
Kemudian Alina berteleportasi dan muncul di depan Neo.