Keturunan Terpilih

Keturunan Terpilih
Bab 21


__ADS_3

...Happy reading 📖...


...****************...


"Ka-karena....putri Alina.....pernah melakukan kesalahan, putra mahkota, jadi saya mengasingkannya di paviliun anggrek ini yang jauh dari kediaman saya, agar putri Alina bisa merenungi kesalahannya dan tak akan mengulanginya lagi," jawab perdana menteri gugup dan bingung mencari alasan.


...----------------...


Tidak mungkin bukan jika perdana menteri bilang bahwa dulu dia malu memiliki putri buruk rupa dan tak memiliki tenaga dalam, apalagi ia juga tidak tahu apakah Alina putri kandungnya atau putri dari selirnya dengan laki-laki lain.


"Aku tidak akan menanyakan kesalahan apa yang diperbuat nona Alina, tapi sampai kapan nona Alina tinggal di paviliun anggrek ini? Keamanan disini sangat tak terjamin apalagi nona Alina memiliki kecantikan luar biasa, apa kau tak takut jika ada yang menculik putri mu?"


"Dulu hukuman yang diberikan untuk putri Alina adalah sampai ia menikah dan ikut dengan suaminya," jawab perdana menteri asal.


"Oh, lalu dimana nona Alina? Sejak kesini aku tidak melihatnya, " tanya putra mahkota.

__ADS_1


"Mungkin sedang jalan-jalan, saya memberikan keringanan hukuman putri Alina untuk jalan-jalan keluar kediaman, agar kita bisa bebas memeriksa ruang bawah tanah dan seluruh ruangan di paviliun anggrek ini," jawab perdana menteri.


"Baiklah,tugas ku untuk mencari buku sang keturunan terpilih di seluruh kediaman mu sudah selesai, perdana menteri, aku akan segera kembali ke istana,"ucap putra mahkota.


Sore hari kembali terjadi kehebohan di paviliun anggrek karena Alina belum juga kembali, Yuri yang sudah sembuh dan sehat terlihat sangat cemas sedari tadi sambil berdoa dalam hati agar nonanya itu segera kembali.


Bukan hanya keselamatan Alina yang belum pulang yang dicemaskan Yuri, melainkan hukuman apa yang menanti Alina karena membuat seorang putra mahkota kekaisaran menunggu sejak tadi.


Putra mahkota setia menunggu kepulangan Alina sejak tadi, jika ditanya mengapa maka tanpa ragu putra mahkota akan menjawab "Aku hanya ingin berpamitan" padahal keduanya tidak memiliki hubungan khusus.


"Putri ini memberi hormat pada putra mahkota dan perdana menteri," ucap Alina yang baru datang kemudian membungkuk hormat pada perdana menteri dan putra mahkota.


Sebelum keluar dari ruang Tara, Alina sempat mengganti pakaiannya dengan gaun bewarna merah tanpa memakai cadar, Alina juga tidak memakai sarung tangan sehingga memperlihatkan tangan putih dengan jari-jari lentiknya dan memperlihatkan sebuah cincin dengan berlian ungu ditengahnya.


"Kalau putri ini boleh tahu, mengapa putra mahkota dan perdana menteri ada di depan paviliun anggrek?" tanya Alina.

__ADS_1


"Aku hanya ingin berpamitan untuk kembali ke istana mungkin minggu depan aku akan kesini lagi," ucap putra mahkota berjalan mendekat ke arah Alina dan berhenti tepat satu langkah di depan Alina.


"Maaf, mengapa putra mahkota berpamitan pada saya, kita tidak memiliki hubungan lebih kan?" tanya Alina menatap bingung ke arah putra mahkota dan setelah mundur dua langkah menjauh dari putra mahkota.


"Kau tidak sopan putri Alina,harusnya kau meminta maaf karena putra mahkota menunggumu bukan malah bertanya mengapa!" tegur perdana menteri.


"Seorang ratu tidak akan meminta maaf perdana menteri bod0h ! " Alina membatin sinis.


"Tak apa perdana menteri,kami memang tidak memiliki hubungan apa-apa, setidaknya untuk saat ini," ucap putra mahkota mengedipkan sebelah matanya ke arah Alina.


"Selamat tinggal selirku," bisik putra mahkota tepat di samping telinga kanan Alina.


Kemudian putra mahkota berlalu diikuti perdana menteri meninggalkan Alina yang mematung, bukan karena bisikan dari putra mahkota melainkan ada bisikan lain yang seakan-akan memperingatkannya.


"Kau hanya milikku, ratuku."

__ADS_1


"Nona Alina, apa nona baik-baik saja?" ucap Yuri menyadarkan Alina.


__ADS_2