
...Happy reading 📖...
...****************...
"Saya dengar inti elemen api berada di tengah-tengah lava itu apa nona tidak ingin mengambilnya?"tanya Neo yang berada cukup jauh dari Alina.
"Benarkah? Tentu saja akan aku ambil,"jawab Alina.
Alina mengeluarkan gumpalan-gumpalan air dari telapak tangannya hingga membentuk lingkaran yang mengelilinginya tanpa celah.
Alina menarik dan mengendalikan angin-angin yang berada di sekelilingnya membentuk pusaran seperti ****** beliung dan mengobrak-abrik seluruh lava yang berada di dalam gunung hingga keluar dan muncrat ke mana-mana, tak lama sebuah berlian bewarna putih kebiruan yang berada di dalam gunung berlava itu terbang ke permukaan dan berhenti tepat di depan Alina.
"Seperti biasa nona harus menyerap energinya, "ucap Neo yang juga membentuk perlindungan dengan elemen air yang mengelilingi tubuhnya.
Meski posisi Neo cukup jauh dari lava gunung, namun karena angin ****** beliung yang Alina ciptakan memuncratkan lava panas jadi tak menutup kemungkinan lava-lava panas itu mengenai tubuh Neo.
Alina menyerap energi dalam inti elemen yang berada di dalam berlian putih kebiruan itu hingga habis tak tersisa.
"Akhirnya tinggal dua elemen lagi. Sekarang aku ingin mengendalikan elemen es dulu baru elemen waktu," ucap Alina terbang mendekat ke arah Neo.
"Emmm sebenarnya saya juga tidak tahu dimana dan bagaimana caranya mengendalikan dua elemen itu nona."
__ADS_1
"Lalu sekarang aku belajar apa lagi?"
"Nona bisa kembali ke kediaman perdana menteri, kurasa di sana sudah ada kejadian yang menggemparkan dimana putri terbuang mereka menghilang hahahaha."
"Aku belum belajar melakukan telepati, sihir dan kurasa masih banyak lagi."
"Itu semua tak perlu nona lakukan, nona hanya perlu bermeditasi, nona adalah keturunan terpilih dan setiap nona naik tingkat dalam bermeditasi maka keahlian-keahlian seperti telepati dan lainya akan aktif dengan sendirinya, seperti teleportasi nona yang aktif setelah nona menembus tingkat 3."
"Aku harus pulang?" tanya Alina yang dibalas anggukan kepala oleh Neo.
"Huh,padahal aku belum berpikir drama apa yang akan ku buat untuk membodohi orang-orang dikediaman perdana menteri,"kata Alina.
••••••••••
Semua prajurit dari istana maupun dari kediaman perdana menteri sudah dikerahkan untuk mencari Alina namun hasilnya tetap saja sama, Alina menghilang tanpa jejak.
"KALIAN INI! HANYA MENCARI SATU GADIS SAJA TIDAK BISA!" bentak putra mahkota pada barisan prajurit di depannya yang menunduk takut.
Perdana menteri, nyonya Desina, selir Raisa, Delana, dan Devina serta semua orang yang berada di depan paviliun anggrek hanya diam melihat putra mahkota yang sedari tadi memaki-maki prajurit yang berbaris di depannya.
"Hormat hamba putra mahkota, Perdana menteri sekeluarga, putra mahkota hamba baru ingat nona Alina memiliki ruang rahasia di bawah tanah mungkinkah nona Alina ada disana,"ucap salah satu prajurit yang tiba-tiba datang.
__ADS_1
"Mengapa kau tidak bilang dari tadi?!"tanya putra mahkota menatap tajam prajurit itu.
"Men-jawab pu-tra mahkota, hamba dari perjalanan mencari tabib untuk menyembuhkan nyonya Devina," jawab prajurit itu takut.
"Antarkan aku ke ruang bawah tanah yang kau maksud," ucap putra mahkota datar.
"Baik, putra mahkota, " jawab prajurit itu kemudian berjalan dibelakang putra mahkota sambil menunjukkan jalan menuju ruang rahasia Alina.
"Di bawah sini tempatnya putra mahkota, tapi hamba tidak tahu bagaimana cara masuk ke dalamnya, dulu hamba ingat saat pelayan Yuri memanggil hamba ke sini untuk membantu mencari nona Alina yang masuk ke dalam ruang bawah tanah tapi tidak juga segera kembali," ucap prajurit itu menunjuk lantai kayu yang berada di tengah-tengah pintu.
"Cepat panggil pelayan itu! "titah putra mahkota yang langsung dilaksanakan oleh dua prajurit yang ditunjuknya.
"Baik putra mahkota," ucap dua prajurit kompak kemudian berbalik untuk memanggil Yuri yang sedang dihukum cambuk serta menanti hukum mati karena telah lalai menjaga nonanya yaitu Alina.
Tak lama kemudian,dua prajurit tadi kembali sambil menyeret Yuri yang nampak sangat lemah.
"Hamba menghadap putra mahkota," ucap Yuri lemah dan bertekuk lutut di hadapan putra mahkota.
"Cepat katakan bagaimana caranya untuk masuk dalam ruang bawah tanah milik nona Alina?" tanya putra mahkota.
"Me-meja tar-rik me-ja it-itu, " ucap Yuri terbata sambil menunjuk ke arah sebuah meja kecil yang berada di samping kanan pintu setelah itu Yuri langsung tak sadarkan diri.
__ADS_1
Melihat isyarat tangan putra mahkota untuk menarik meja di sebelah pintu, salah satu prajurit langsung bergegas untuk menarik meja itu dan setelah ditarik tiba-tiba lantai yang dipijak putra mahkota menjadi anak tangga yang menurun ke sebuah ruangan bawah tanah yang gelap.
Tanpa menyia-nyiakan waktu lagi putra mahkota langsung menuruni anak tangga itu diikuti perdana menteri, nyonya Desina dan selir Raisa dibelakangnya.