
...Happy reading 📖...
...****************...
"Apakah aku akan mati lagi? Malangnya nasibku, dulu aku mati setelah berkuasa, sekarang aku mati saat proses menjadi penguasa, sepertinya takdir lebih menyukai ku berusaha tanpa menikmati hasilnya,"batin Alina sebelum kesadaran menghilang.
...----------------...
Alina POV
"Dimana lagi aku ini? Mengapa aku tidak bisa hidup dengan tenang? Pindah sinilah pindah situlah, tempat asinglah tempat mengerikan lah,huh," teriakku frustasi.
Oke, aku memang frustasi, tadi aku berada di istana kekaisaran Utara dan tengah sekarat sekarang aku berdiri sehat, segar, bugar di tempat asing lagi, Ayolah tempat apalagi ini?
Tempat ini sangat mengerikan, tanah yang kupijak sekarang layaknya tanah bekas peperangan dimana banyak sekali darah yang berceceran dan banyak mayat yang tergeletak begitu saja, anehnya aku tidak mencium anyir darah, tapi mayat-mayat dengan sayatan pedang dan kulit yang membiru itu cukup menjijikkan.
__ADS_1
"Aku menyerah, kepercayaanku yang kau hancurkan tidak akan pernah kembali, cinta ku yang kau hianati tidak akan pernah ada lagi. Kita mungkin tidak ditakdirkan untuk bersama saat ini ataupun dimasa depan."
Setelah mendengar suara seorang wanita, aku langsung berteleportasi menuju ke sumber suara dan dibalik batang pohon besar yang sudah tumbang aku melihat dua orang lawan jenis saling berhadapan.
Aku tidak bisa melihat keduanya karena pria yang sedari tadi diam membelakangi ku dan wajah wanitanya ditutupi dengan tubuh jangkungnya.
"Tidak, jangan katakan itu."
Terbang, wanita itu terbang tinggi di udara dan aku bisa melihat wajahnya itu, wajahku ya wajahku di dunia yang sekarang ini.
Setelah wanita yang mirip denganku itu terbang, keluar dua cahaya berwarna putih dan hitam dari dalam tubuhnya, cahaya putih memperlihatkan wajahnya sama sosoknya yanb sedikit transparan dan terlihat memakai gaun putih polos dengan selendang biru yang bertengger di lengan kirinya, sosok itu berdiri satu meter disisi kanan wanita tadi, cahaya hitam yang juga keluar dari tubuh wanita tadi membentuk seluet wanita yang hampir sama dengan sosok yang pertama transparan, tapi sosok itu mengenakan pakaian hitam polos dengan selendang merah yang bertengger di pundak kirinya, aura yang dikeluarkan sangat besar seperti aura dari Demon ku.
"AKU RATU DARI SELURUH RATU, TIDAK AKAN BISA DIMILIKI SIAPAPUN KARENA AKU TIDAK AKAN PERNAH TUNDUK LAGI PADA CINTA," ucap sosok yang mengenakan pakaian bewarna hitam itu dengan amarah yang menggebu-gebu.
Setelah mengatakan hal itu kedua sosok transparan itu pergi menghilang begitu saja dan wanita tadi langsung terjatuh ke bawah, sebelum terjatuh sang pria berlari menangkapnya.
__ADS_1
"Kumohon bangunlah ratuku. Aku terpaksa, aku tak berdaya, aku tak punya pilihan lain."
Aku penasaran dengan pria itu, suaranya nampak tak asing dan sepertinya aku pernah mendengar suara itu, tapi dimana?
Saat tengah fokus mendengarkan kata-katanya, tiba-tiba sebuah cahaya menyilaukan muncul didepanku dan saking silaunya aku sampai menutup mata dan menghalau sinarnya dengan tanganku.
"Kau melihat nya, Alina?"
Aku langsung membuka mata saat mendengar ucapan seseorang dan lagi aku berada di tempat yang asing, tepat di depanku ada seorang wanita dengan wujud sedikit transparan
Ya,seperti sosok yang keluar dari raga wanita tadi yang mengenakan gaun putih.
"Siapa kau? Dan dimana lagi ini?"
"Aku adalah kau, wujud dari kekuatan angelmu."
__ADS_1
"Angel?"
"Ya, apa kau melihat yang tadi Alina?"