
...Happy reading 📖...
...****************...
"Apa yang kalian lakukan disini?"
Suara lembut seorang gadis mengalihkan pandangan putra mahkota yang tadinya mengamati ukiran-ukiran unik disekitarnya.
"Lebih baik jika kita membicarakan ini di atas karena kondisi di sini cukup gelap," saran perdana menteri.
Ruangan itu memang cukup gelap karena hanya ada sebuah lentera kecil di atas meja di sebelah tumpukan buku-buku tebal.
"Baiklah, kita kembali ke atas,"ucap putra mahkota dengan tegas.
Alina mengikuti langkah putra mahkota yang berjalan didepannya di belakang Alina diikuti perdana menteri, nyonya Desina dan selir Raisa.
"Bibi Yuri?!" teriak Alina saat melihat tubuh Yuri terbaring tak berdaya di atas lantai tanpa ada satupun orang yang menolongnya.
"Apa yang terjadi? Bibi..hiks...bangun hiks bi " ucap Alina disela-sela tangis pilunya sambil memangku kepala Yuri dan menepuk-nepuk pipi Yuri.
__ADS_1
"Mengapa hiks kalian tidak menolong bibi Yuri hiks?" tanya Alina menatap orang disekitarnya.
"Dia harus dihukum karena lalai menjagamu," jawab putra mahkota tegas.
"Tidak bisa menjagaku?....Hiks jika bibi Yuri hiks tidak bisa menjagaku pasti saat ini aku sudah mati hiks.... sejak kecil hiks bibi Yuri merawat ku hiks bibi hiks menyayangi ku bagai putrinya sendiri hiks dibagian mana bibi Yuri lalai menjaga ku hiks saat aku menghilang dua hari dua malam?.... Hiks aku tidak menghilang aku hanya ingin membaca buku di ruang bawah tanah milik ibu apa itu salah hiks?" ucap Alina dengan tangis pilunya yang menyayat hati.
"Mengapa kau tidak izin dulu sebelum pergi ke ruangan itu? Kau membuat semua orang cemas," tanya putra mahkota berubah lembut karena tak tega air mata Alina yang terus mengalir tanpa niat untuk berhenti.
"Aku hiks tidak tau kalau ada yang hiks mencemaskan ku hiks biasanya semua hanya hiks akan acuh saat tidak melihat hiks keberadaan ku hiks bukanya semua orang hiks lebih memilih mengabaikan ku hiks lalu mengapa hiks saat aku tidak ada kalian malah hiks menghukum bibi Yuri yang tidak bersalah hiks."
"Tolong obati bibi Yuri hiks hanya dia yang hiks menyayangi ku hiks dengan tulus hiks," mohon Alina menatap ke arah putra mahkota dengan posisi masih memeluk kepala Yuri.
"Laksanakan, putra mahkota."
"Bolehkah aku menemani bibi Yuri?"tanya Alina menatap memohon ke arah putra mahkota dan karena tak tega melihat wajah memohon Alina akhirnya putra mahkota hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Perdana menteri, aku ingin kita bicara 4 mata di ruangan mu," ucap putra mahkota tanpa mengalihkan pandangannya dari punggung kecil Alina.
"Baiklah putra mahkota, mari."
__ADS_1
Setelah diperiksa, Alina termenung duduk di samping Yuri bukan memikirkan tentang kesehatan Yuri namun mengingat kejadian sebelum ia berada di ruang rahasia itu.
Dimana setelah mengatakan kalau Alina belum memiliki ide untuk membohongi seluruh kediaman perdana menteri, Neo membawa Alina ke sebuah ruangan rahasia di istana Tara.
Di ruangan itu terdapat sebuah lingkaran gumpalan air yang melayang di atas lantai pelangi yang berguna untuk melihat kejadian yang sudah lalu di mana pun itu.
Sebenarnya ruangan itu bisa juga digunakan untuk masa depan namun karena Alina belum menguasai elemen waktu jadi untuk saat ini hanya bisa melihat masa lalu itupun tak bisa sedetail kejadian aslinya, dan untuk merancang ide berlian Alina harus melihat suasana di kediaman perdana menteri sebelum bertindak.
Otak cantik Alina memang selalu memiliki banyak sekali ide tak terduga yang masuk akal, tapi karena adanya kaisar dan putra mahkota yang cukup cerdik dan sangat teliti itu, jadi Alina harus memikirkan rencana yang benar-benar matang.
"Kaisar?Bukannya kaisar masih ada di kediaman perdana menteri? lalu mengapa di kehebohan tadi aku tidak melihat batang hidungnya?" pikir Alina saat menyadari kalau kaisar tidak ia lihat sedari tadi.
Mengabaikan pikiran Alina,di sisi lain tepatnya di ruang khusus milik perdana menteri, putra mahkota duduk dan memandang serius ke arah perdana menteri.
"Apa kau sudah menyelidiki dikediaman mu ini perdana menteri? Apakah salah satu putrimu adalah keturunan terpilih?" tanya putra mahkota memulai percakapan.
...----------------...
Apa jawaban dari perdana menteri??
__ADS_1
Apakah ia tau bahwa Alina putri kedua nya adalah keturunan terpilih atau...?