Keturunan Terpilih

Keturunan Terpilih
Bab 44


__ADS_3

...Happy reading 📖...


...****************...


"Baiklah hewan kontrak, aku akan merawat anakmu,menjaganya dan akan mengontrak anakmu," ucap Alina menatap hewan kontrak tadi yang menghilang setelah semua kekuatannya masuk ke dalam tubuh Alina.


"Hitung-hitung buat tambahan pelindung ku, hehehehe," lanjut Alina.


Alina menggigit sedikit ujung jarinya dan meneteskannya di atas serigala mungil yang masih memejamkan matanya itu, serigala itu mengeluarkan sinar putih yang menyilaukan mata bersamaan dengan terserapnya tetesan darah Alina.


Oekk...Oekk...Oekk


Tak lama cahaya tadi meredup dan memperlihatkan seorang bayi mungil yang menangis dengan sangat kencang.


"Cup-cup-cup, kamu lucu banget,"ucap Alina menggendong bayi itu dengan sangat berhati-hati.


"Kenapa sayang,cup-cup-cup, bunda di sini sayang,sudah dong jangan menangis,kan bundanya udah disini," ucap Alina memenangkan bayi itu dengan menimangnya perlahan.


"Karena kamu hewan kontrak bunda yang menjadi anak bunda dan menjadi pelindung bunda,kelak maka nama yang cocok untukmu adalah Willy," ucap Alina tersenyum bahagia.


"Willy kecil bunda hahahaha."


.


.

__ADS_1


.


"Bibi Yuri, apa boleh kalau Alina tidak hadir di pesta ulang tahun Kaisar?"tanya Alina yang sibuk mengipasi wajahnya dengan kipas tangan lipat bewarna biru.


"Semua wajib merayakan pesta di istana nona, terlebih untuk para keluarga pejabat yang jelas sudah mendapatkan undangan resmi dari keluarga Kaisar bahkan rakyat-rakyat kecil tidak mampu yang jauh dari wilayah istana akan berkumpul di balai kota masing-masing untuk melakukan pesta," jawab Yuri.


"Baiklah, lebih baik bibi bersiap dulu setelah itu kita berangkat," ucap Alina sambil terus mengipasi wajahnya.


"Aggrrhh, kenapa badan ku terasa sangat panas!" ucap Alina berteriak setelah melihat Yuri keluar dari kamarnya, sebelumnya Alina sudah membuat dinding pelindung di sekitar kamarnya agar tidak ada yang bisa mendengar suaranya.


Alina sudah mengeluarkan elemen airnya hingga seluruh tubuhnya di tutupi gelembung-gelembung air tapi rasa panas yang keluar dari tubuh Alina masih belum mereda justru semakin menjadi.


Tok.... Tok.... Tok


"Se-sebentar kak," jawab Alina memejamkan kedua matanya sebentar membuat elemen air yang mengelilingi Alina menghilang begitu saja.


Alina segera membenahi gaunnya yang sedikit berantakan, rambutnya yang acak-acakan disanggul dengan sangat rapi memperlihatkan leher jenjangnya yang putih mulus.


Ceklek


"Ayo Kak,Alina sudah siap," ucap Alina.


"Apa ini adik, mengapa kau memakai pakaian seperti ini,lihat bahumu yang terekspos,pasti banyak pria hidung belang yang akan menatapmu dan apa juga ini, dimana cadarmu?"ucap Varo menatap Alina mulai dari ujung rambutnya hingga ujung kakinya, bahkan Varo beberapa kali memutar tubuh Alina.


"Sudah kak, Alina lelah, lebih baik sekarang kita segera pergi ke pesta agar pesta itu cepat selesai," ucap Alina memutar bola matanya malas.

__ADS_1


"Baiklah-baiklah, ayo kita ke ruang aula istana, hampir semua orang sudah berada di ruang aula," ucap Varo berjalan di samping Alina.


"Tunggu kak, bibi Yuri masih bersiap," ucap Alina berhenti mendadak.


"Pelayan akan merayakan pesta di tempat lain Alina sayang,di aula hanya akan bersisi para pejabat dan keluarga perdana menteri."


Pagi tadi,Alina baru tiba di istana kekaisaran wilayah Utara dan malamnya lebih tepatnya malam ini adalah pesta perayaan ulang tahun Kaisar yang diadakan di aula istana.


"PERHATIAN-PERHATIAN...PUTRA SULUNG KELUARGA MENTERI KEHAKIMAN.... ELVARO ALDINE.... DAN NONA KEDUA KELUARGA PERDANA MENTERI...NONA ALINA ZIVANKA GERALDINE... MEMASUKI AULA, "teriak kasim yang berjaga di pintu masuk aula.


"Apa tenggorokannya tidak sakit berteriak sekencang itu? Telingaku saja rasanya mau pecah,"batin Alina.


Semua pandangan mengarah pada Alina yang berjalan dengan anggunnya dan dengan senyum manisnya yang tak pernah pudar.


"Jika aku belum punya istri,sudahku angkat nona itu menjadi istriku."


"Angkat saja menjadi selir."


"Apa kau bod0h, nona secantik itu mau kau angkat menjadi selir? Hahaha,dia tidak akan mau!"


"Percuma cantik tapi lemah."


"Dia hanya wanita lemah dan tak akan mampu bersaing denganku."


Kalimat-kalimat pujian dan hinaan dilontarkan pada Alina dari sebagian orang yang berada di aula,karena memang kebanyakan orang yang berada di aula belum pernah melihat kecantikan Alina secara langsung dan hanya mendengarnya dari mulut ke mulut namun, sekarang antara kagum dan juga iri mereka mengakui kecantikan Alina yang tiada tandingnya.

__ADS_1


__ADS_2