Keturunan Terpilih

Keturunan Terpilih
Bab 65


__ADS_3

...Happy reading 📖...


...----------------...


"SEKARANG AKU YANG AKAN MENGAMBIL KEBAHAGIAAN MU, AKU AKAN MEREBUT SEMUA YANG KAU MILIKI DAN AKU AKAN MEMBUAT MU MENDERITA SAMPAI KAU SENDIRI TIDAK INGIN HIDUP DAN MELIHAT DUNIA INI LAGI."


Perkelahian keduanya tak dapat di hentikan, pohon-pohon tinggi yang menjulang hancur berantakan saat terkena dampak pertemuan dua kekuatan beda aliran yang menimbulkan ledakan dahsyat, langit yang awalnya bewarna cerah berubah menjadi gelap gulita, pertanda bertemunya dua kekuatan beda aliran yang mampu menghancurkan dunia jika salah satunya tidak menyerah atau kalah dalam waktu singkat.


Perkelahian yang semula imbang sekarang didominasi oleh kelincahan dan kehebatan dari gadis berambut hitam, bermata biru, dan bergaun merah yang di panggil Zia.


Tak lama gadis yang berteriak dengan marah tadi terjatuh saat mendapatkan serangan kuat dari bola kekuatan yang dilontarkan Zia, gadis itu terbatuk darah sambil memegangi dadanya, dia masih bisa menatap Zia dengan pandangan penuh dendam.


"Azura kau temanku yang sudah ku anggap saudara ku sendiri, apa karena putra mahkota itu pertemanan kita yang sudah bertahun-tahun ini akan hancur?"

__ADS_1


Azura, gadis itu mengeluarkan elemen tanahnya yang berupa serpihan tipis nan tajam kemudian melemparnya ke arah Zia dengan brutal. Dan dengan mudahnya Zia dapat menghindari setiap serpihan tajam yang mengarah padanya, namun karena sedikit kurang fokus sebab menghawatirkan Azura yang kondisinya cukup parah setelah mengeluarkan elemen tanahnya di sisa-sisa tenaga dalamnya membuat satu serpihan berhasil menggores lengan Zia.


"Hentikan Azura! Tenaga dalam mu bisa hancur jika kau terus memaksa untuk mengeluarkan elemen mu."


"Ti-tidak akan, aku akan melenyapkan mu Zia! Bukan hanya karena putra mahkota yang sangat mencintai mu, tapi juga karena guru yang lebih menyayangi mu. Aku iri dengan kehidupan mu yang sempurna Zia. Kau memiliki segalanya, orang tua yang menyayangimu, harta, tahta, cinta, dan semuanya, sedangkan aku, aku hanya ingin mendapatkan cinta dari laki-laki yang selalu ku puja tapi dia malah memilih mu, dia memilih mu menjadi ratunya dan aku tidak terima semua itu, AKU TIDAK TERIMA!!"


"Kau dibutakan oleh cinta Azura, aku menyayangimu layaknya saudara perempuan ku sendiri, lupakan putra mahkota dan kita berdamai kembali seperti dulu."


"Aku tidak bisa melupakan putra mahkota, kenapa tidak kau saja yang melupakan putra mahkota, Zia? Aku menginginkannya, berikan..... berikan putra mahkota padaku!"


"Berbahagialah Azura, aku akan selalu menyayangi mu, "ucapannya meninggalkan Azura yang masih tertunduk memegangi dadanya.


"Aku tidak bisa Zia, aku menginginkan putra mahkota dan aku pasti akan mendapatkannya bagaimana pun caranya, bahkan jika harus menyingkirkan mu pun aku siap asal aku bisa bersama putra mahkota... selamanya."

__ADS_1


"Apa kau benar-benar tidak mengingat ku Zia? Aku Azura, kegelapan dalam kehidupan mu."


"Baiklah, tak apa kalau kau tak mengingatku, aku akan membantumu mengingat ku Zia, dengan mengulang kembali hari itu tapi kali ini aku pastikan keberuntungan tak akan berpihak padamu, Zia, " ucap Azura, gadis berbaju merah darah dengan senyumannya yang menyeramkan.


Alina yang terus memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit itu tak menyadari kalau Azura mengeluarkan sihir hitamnya membentuk sebuah bola sihir bewarna hitam gelap yang kemudian di lemparkan ke arah Alina.


Sebelum bola sihir itu menyentuh Alina, sesosok pria berambut putih nan panjang menarik Alina dalam dekapannya kemudian menghilang dalam sekejap mata.


BRAKK


DUARRR


Bola sihir milik Azura menghantam keras batang pohon dan membakarnya menjadi abu.

__ADS_1


"ARRGGHHH SI4L4N!!!! ZIA AKU AKAN MEMBUNUHMU!!! KEMANA PUN KAU SEMBUNYI AKU PASTI AKAN MENEMUKAN MU DAN..... MELENYAPKANMU!!! " teriak Azura murka diakhiri dengan smirknya yang menyeramkan.


__ADS_2