
...Happy reading 📖...
...****************...
"Jika sekarang aku meminta izinmu untuk mengangkat seorang selir, apakah kau mengizinkannya?"
...----------------...
"Tentu saja tuanku, aku tidak punya hak untuk melarang mu memiliki selir,"jawab putri mahkota tak keberatan tapi dalam hatinya ia tak rela, wanita mana yang rela berbagi suami dengan wanita lain.
"Aku ingin mengangkat putri kedua dari perdana menteri untuk menjadi selirku."
"Putri ini akan selalu mendukung keputusan tuanku," ucap putri mahkota dengan senyum manisnya berbeda dalam hatinya yang tersenyum pahit.
Putri mahkota sudah mendengar kalau putri ke dua dari perdana menteri memiliki wajah yang sangat cantik yang bisa memikat lelaki manapun, awalnya putri mahkota tak percaya tapi setelah mendengar kalau suaminya akan mengangkat putri kedua perdana menteri sebagai selir, maka percaya tak percaya ia harus percaya akan kecantikan luar biasa dari putri kedua perdana menteri, karena putra mahkota adalah pria yang sangat mencintainya dan dulu pernah berjanji untuk tidak menduakan nya tapi entah terbang kemana janji itu sekarang.
"Terimakasih, aku beruntung dulu mengangkat wanita secerdas dan sebaik dirimu menjadi permaisuri ku kelak,"puji putra mahkota.
"Terimakasih atas pujiannya tuanku," ucap putri mahkota tersenyum malu bahkan ke dua pipinya sudah semerah tomat.
__ADS_1
Tak lama pasangan itupun tertidur saling memberikan kehangatan melewati pelukan kenyamanan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Hormat saya nona Alina," ucap seorang pelayan menunduk hormat ke arah Alina.
"Berdirilah, ada apa?" tnya Alina menghentikan kegiatannya yang tengah memetik bunga mawar.
"Saya diutus nyonya Desina untuk mengantarkan ini, kiriman dari Menteri kehakiman," ucap pelayan tadi menyerahkan sebuah kantong.
"Terimakasih," ucap Alina mengambil kantong itu.
"Silahkan."
"Emmm, kira-kira berapa ratus koin yang dikorupsi rubah yang satu itu ya," gumam Alina menghitung uang yang berada di dalam kantong.
"Ck hanya tinggal 20 koin emas dan 100 koin perak?"ucap Alina tak percaya.
"Huh, aku harus segera membalas dendam kepada para rubah-rubah munafik itu,tapi dimulai dari rubah yang mana ya...... "ucap Alina mengetuk-ngetuk dagunya berpikir.
__ADS_1
"Devina?... Ah tidak-tidak,rubah itu sudah di campakkan suaminya karena wajah buruk rupanya yang sangat menjijikkan itu."
Devina memang sudah memiliki suami yaitu putra dari menteri keuangan dan menjadi seorang nyonya utama di kediaman menteri keuangan, namun karena wajah buruk rupanya akibat ramuan penghancur kulit yang dulunya akan disiramkan pada Alina justru mengenai tubuhnya sendiri.
Sekarang Devina diturunkan menjadi selir dan bahkan sudah dicampakkan oleh mertua dan suaminya sendiri. Sudah beberapa hari pula Devina tinggal di kediaman perdana menteri untuk menjalani pengobatan yang tak membuahkan hasil sama sekali.
"Nyonya Desina.....ah tidak juga, dia masih menderita karena melihat anaknya yang dicampakkan dan aku juga masih menikmati gunjingan-gunjingan yang merendahkannya karena memiliki anak yang buruk rupa."
"Delana....ya Delana, pembalasan kali ini akan menjadi pembalasan dendam yang seru karena satu musuh masa laluku akan terkena imbasnya pula hahahaha," ucap Alina diakhiri tawa jahatnya.
"Kau sangat cerdik adikku sayang," ucap Neo yang tiba-tiba muncul tiga langkah di depan Alina.
Bugh
Karena terkejut, kantong berisikan koin yang Alina pegang melayang mengenai kepala Neo.
"Awssss, Adikkk, apa salahku?" tanya Neo geram mengusap kepalanya yang terkena lemparan Alina.
"Kau mengagetkanku kak, " jawab Alina menatap tajam Neo.
__ADS_1