Keturunan Terpilih

Keturunan Terpilih
Bab 27


__ADS_3

...Happy reading 📖...


...****************...


"Apa prajurit-prajurit itu sudah mati? "ucap Alina setelah terdiam tak menjawab pertanyaan putra mahkota.


"Mungkin saja,"jawab putra mahkota.


"Nona? Apa anda baik-baik saja?"tanya kusir menghampiri Alina diikuti 4 prajurit menteri kehakiman.


"Aku baik, bagaimana dengan kalian, apa kalian juga baik-baik saja?" tanya Alina menatap khawatir 4 prajurit dan satu kusir itu.


"Kami baik-baik saja nona, hanya luka bagian luar entah siapa yang telah menyembuhkan luka dalam kami," jawab salah satu prajurit.


"Tapi kami benar-benar sangat bersyukur, meski tidak tahu siapa orang itu," sahut prajurit yang satunya lagi.


"Syukurlah, jika aku tahu siapa yang menyembuhkan kalian,aku akan mengucapkan terimakasih padanya, " ucap Alina.


"Apa kalian masih kuat untuk melanjutkan perjalanan?"tanya putra mahkota.


"Maafkan hamba putra mahkota,hamba tidak menyadari keberadaan anda," ucap ke-empat prajurit dan kusir itu kompak sambil menyatukan kedua tangannya dan bertekuk lutut.

__ADS_1


"Tak apa, aku tau kalian sangat mencemaskan keadaan nona kalian,jadi lupakan saja."


"Terimakasih putra mahkota anda sungguh baik,semoga dilancarkan urusannya."


"Kami masih mampu melanjutkan perjalanan kami ke kediaman menteri kehakiman,karena perjalanan sudah hampir dekat dengan kediaman."


"Ya sudah segera lanjutkan, kurasa nona kalian sudah mulai kelelahan karena terlalu lama duduk di atas kereta kuda," ucap putra mahkota menatap lembut serta penuh cinta ke arah Alina.


"Sekali lagi terimakasih putra mahkota, karena sudah membantu, saya permisi, " ucap Alina menarik tangan Yuri untuk segera naik ke atas kereta.


"Menyusahkan, dia datang bagai pahlawan, senyum bangganya sangat memuakkan, penghancur rencana orang!" gerutu Alina dalam hati.


.


.


.


Didepan gerbang menteri kehakiman terjadi kehebohan, dimana nenek Alina tengah menangis tersedu-sedu sambil memeluk suaminya, bibi Alina juga menangis dalam pelukan suaminya.


"APA ALINA BAIK-BAIK SAJA? CUCUKU BAIK-BAIK SAJA KAN?" tanya Elsa nenek Alina berlari langsung ke arah kereta kuda yang ditumpangi Alina yang baru datang.

__ADS_1


"Nenek, Alina baik-baik saja,Nek," ucap Alina yang langsung memeluk Elisa serta menenangkannya setelah turun dari kereta kuda dengan terburu-buru.


"Kami mencemaskanmu sayang, seharusnya kau sampai sini sore hari atau paling tidak pada malam hari mengapa kau baru sampai pagi hari?" tanya Elsa.


"Istriku tenanglah, Alina baru sampai tapi kau sudah memberikan deretan pertanyaan, maafkan nenekmu itu Alina dia terlalu mencemaskan mu," ucap Agran menghampiri dan memegang pundak Elsa.


"Tidak apa-apa kakek, tidak masalah, aku merasa sangat bahagia karena ada yang menyayangi putri pembawa aib seperti ku," ucap Alina menunduk sedih.


"Siapa yang bilang kau pembawa aib sayang?"tanya Agran dengan amarah yang tertahan.


"Nyonya utama....eh bukan-bukan,lupakan saja kakek, tidak ada yang bilang kok....iya tidak ada yang bilang,"jawab Alina dengan gelagapan dan panik.


"Istirahatlah sayang, setelah kau beristirahat nanti kau bisa berkumpul dan mengobrol dengan nenek, kakek, paman, bibi, dan dua saudara sepupumu," ucap Agran mengusap lembut rambut Alina.


"Pelayan, antarkan Alina di kamar istimewa yang sudah ku siapkan," ucap Elisa pada pelayan pribadinya.


"Baik nyonya."


"Alina permisi dulu kakek, nenek dan semua, " ucap Alina berjalan didepan pelayan pribadi Elsa.


"Yuri, iku kami," ucap Agran.

__ADS_1


"Nenek, mengapa tidak memperkenalkan kami dulu pada adik?" tanya Elvano/Vano kakak sepupu Alina adik dari Elvaro/Varo kakak sepupu sulung Alina.


"Kasihan adik kalian, pasti sangat lelah, biarkan dia istirahat terlebih dahulu, " ucap Risa.


__ADS_2