
Neo tak membawa Alina berteleportasi jauh,dia hanya membawa Alina ke tempat semula tadi,yaitu di atas ladang tanah yang mengering.
"Udara atau angin ada hampir di mana saja, jadi nona tidak perlu jauh-jauh untuk bisa mengendalikannya, tidak seperti 4 elemen umum lainya yang perlu tempat khusus untuk mengendalikannya," itulah yang dikatakan Neo saat Alina bertanya.
Sebenarnya elemen bisa dikendalikan dimana saja, asal ada elemennya namun untuk bisa mengendalikannya secara sempurna harus pada tempat yang khusus dan sempurna pula.
Tak perlu ekstra perjuangan untuk Alina dalam mengendalikan elemen, hanya perlu fokus kemudian menyerap dan elemen angin sudah bisa dikuasai oleh Alina.
Namun sayangnya Alina tidak mendapatkan inti elemen angin karena inti elemen angin hanya ada pada titik pusat angin ****** beliung yang hanya akan muncul 7 tahun sekali.
Setelah elemen angin Alina memilih mengendalikan elemen air, kali ini Alina tidak berteleportasi tapi terbang dengan elemen anginnya yang akan membawanya ke samudera Erilo yaitu samudera terluas, terdalam di dunia, serta memiliki ombak yang tinggi dan sangat ganas.
Mudah bagi Alina untuk menyerap energi elemen air namun sangat sulit untuk bisa mengendalikannya, bahkan baju yang dikenakan Alina sudah basah kuyup akibat dari guyuran air, yang seharusnya gumpalan-gumpalan air itu terbang sesuai gerakan tangan Alina malah terbang kemudian mengguyur Alina.
"Neo... Aku tidak bisa mengendalikan air ini, lihat aku sudah basah kuyup,"ucap Alina berteriak karena jarak antaranya yang berada di tengah samudra dan Neo yang berada di tepi samudra sangat jauh.
"Nona pasti bisa, nona harus fokus dan sabar nona," ucap Neo menyemangati.
__ADS_1
Mendengar ucapan Neo yang menyemangatinya, Alina berusaha lebih fokus.
Kemudian ia mulai mengangkat air itu dengan kekuatannya hingga membentuk gumpalan-gumpalan air yang melayang dan menari-nari di udara sesuai dengan gerakan tangan Alina.
Setelah yakin bisa mengendalikan elemen air di udara Alina mendaratkan kakinya di atas air tanpa tenggelam seakan-akan air yang dipijak Alina membeku.
Perlahan senyum bangga terbit di bibir mungil Alina, namun tak lama air yang Alina pijak kembali normal hingga Alina tenggelam di dalam samudera.
Byurrrrr
"NEO!!" teriak Alina sebelum tubuhnya tertelan habis oleh tingginya ombak yang tiba-tiba datang entah dari mana.
"NONA....... NONA ......... NONA!!" teriak Neo panik sambil berjalan mondar-mandir di tepi samudra.
Tak lama sebuah pusaran air ditengah samudra terbentuk dan muncullah cahaya putih dari tubuh Alina yang tengah berdiri ditengah-tengah pusaran itu dikelilingi oleh ombak-ombak tinggi nan ganas.
Tiba-tiba ombak-ombak sekeliling Alina membentuk bulatan kepompong hingga membungkus seluruh tubuh Alina mulai dari kepala hingga kakinya, tak lama ombak tinggi yang tadinya membentuk kepompong itu pecah dan kembali menjadi air samudera yang damai.
__ADS_1
Neo yang sedari tadi memperhatikan dibuat kagum serta bangga karena ombak-ombak yang mengelilingi nonanya tadi adalah inti elemen air, ya tak semua inti elemen berbentuk batu berlian ataupun permata namun ada juga yang berbentuk elemen itu sendiri, seperti tadi contohnya elemen air memiliki inti elemen berupa bentuk ombak yang menyimpan energi-energi utama.
"Sekarang tinggal elemen api, ayo Neo aku sungguh tidak sabar,"ucap Alina yang tiba-tiba muncul di samping Neo.
"Tidak sabar untuk mengendalikan semua elemen?"tebak Neo.
"Tak sabar untuk melanjutkan tidurku yang terpotong karena pembelajaran melelahkan ini," ralat Alina yang langsung di balas tatapan datar Neo.
"Ratu pemalas,"batin Neo.
"Lupakan, sebelum terjadi perdebatan yang akan lebih memotong jatah tidur ku.
Sekarang bawa aku ke tempat pengendalian elemen api.....aku lelah jika aku harus pergi dengan tenaga sendiri, " ucap Alina.
"Sesuai keinginan anda, Sang Ratu," ucap Neo membungkuk seolah-olah sangat menghormati dan patuh pada Alina.
Dalam sekali jentikan jari mereka berdua telah berpindah di sebuah puncak gunung yang memiliki lava putih kemerahan yang paling panas yaitu gunung Arpa.
__ADS_1
Bagi ksatria yang memiliki elemen air dan angin seperti Alina akan sangat mudah dalam mengendalikan elemen api. Terlihat Alina sudah siap terbang di atas gunung Arpa dengan elemen anginya dan mulai menyerap energi api di sekitarnya kemudian mencoba mengendalikannya.
Alina bisa mengeluarkan api melalui telapak tangan dan ke dua iris matanya.