Keturunan Terpilih

Keturunan Terpilih
Bab 58


__ADS_3

...Happy reading 📖...


...****************...


"Lihat saja,Paman, hari-hari seterusnya bunda hanya milik Willy seorang, hanya Willy yang akan menemani bunda bukan kalian ataupun satu diantara kalian," ucap Willy dengan senyum devilnya kemudian berlalu meninggalkan Neo dan Dreko yang mulai waspada.


"Sepertinya kita salah perhitungan,Dreko, anak kecil licik itu pasti akan melakukan segala cara agar kita tidak bisa mendekati dan menjaga Alina, " ucap Neo.


"Kau benar, Neo, kita harus berhati-hati, aku tidak mau kejadian lima hari yang lalu itu terjadi lagi," ucap Dreko setuju.


Mengingat tentang lima hari yang lalu adalah hari yang paling buruk bagi dua hewan kontrak itu karena tepat lima hari yang lalu Alina murka, mengira Dreko dan Neo yang telah merusak bunga indah kesayangannya padahal semua itu perbuatan Willy yang tak sengaja jatuh di atas bunga mawar pelangi kesayangan Alina saat menangkap kupu-kupu.


Dengan otak liciknya, Willy membuat siasat, saat Dreko dan Neo bertengkar di dekat bunga pelangi milik Alina, Willy membakar bunga pelangi Alina yang sudah patah dan rusak itu.


Dan karena Alina tipe pintar tapi malas berpikir keras, Alina langsung menyimpulkan bahwa bunganya terbakar oleh elemen api yang mungkin tak sengaja dikeluarkan kedua kakaknya itu saat bertengkar hingga berakhirlah Alina yang marah dan tidak mau bicara pada Dreko juga Neo.


Tapi tiga hari kemudian Dreko dan Neo membawa bunga mawar pelangi yang didapatkan keduanya dengan susah payah di gunung Derpo salah satu gunung terluas, tertinggi, dan salah satu gunung yang memiliki parasit mematikan.


Dengan segala permohonan maaf dan bujuk rayu menggunakan bunga mawar pelangi yang jumlahnya lebih banyak, akhirnya Alina memaafkan Dreko dan Neo.

__ADS_1


Mulai kejadian itu pula Dreko dan Neo bekerja sama membalas Willy dengan mengambil perhatian Alina dan saling tuduh menuduh agar mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari Alina.


Lebih dari lima jam sudah berlalu semenjak Alina masuk ke dalam ruang herbalnya, namun Alina belum juga berhasil menciptakan sebuah ramuan yang sesuai dengan keinginannya.


Yaitu ramuan yang bisa meningkatkan ilmu beladiri dalam sekali meditasi.


BRUAKKK


PRANGGG


KLONTANG-KLONTANG


Ya ini bukan kali pertamanya Alina menghancurkan barang-barang di ruang herbal melainkan sudah yang ke 7 kalinya, pernah satu kali Alina hampir membakar ruang herbalnya karena gagal menciptakan ramuan yang sesuai keinginannya.


"Ada apa lagi adik?"tanya Dreko melihat kekacauan yang di perbuat adik kesayangannya.


"Arrggghhh, gagal lagi kak, ribuan kali aku membuatnya hasilnya tetap sama, gagal, " jawab Alina kesal.


"Buat apa bunda terus membuatnya? Jika gagal ya sudah lupakan saja, " ucap Willy dengan gampangnya.

__ADS_1


"Siapa yang mengajarkan mu mengatakan itu, putra manisku?"tanya Alina.


"Loh kan bunda sendiri yang bilang. Jika gagal ya sudah lupakan saja, cari kesibukan lain yang lebih bermanfaat daripada mengulang hal yang masih mungkin untuk kita bisa gapai, " jawab Willy dengan polosnya.


"Apa itu ajaranku? Tapi kapan aku mengatakan itu?" batin Alina bertanya-tanya.


"Apa seperti itu ajaranmu adik?"tanya Neo dengan tatapan yang menuntut penjelasan.


"Aku sendiri tidak ingat kalau aku pernah mengatakan itu,Kak," jawab Alina masih terus berusaha mengingat kapan dia mengatakan hal seperti itu pada Willy.


"Ah masa bunda tidak ingat sih?"


"Sepertinya bunda perlu udara segar, kepala bunda terasa penuh memikirkan ramuan tadi," ucap Alina keluar dari ruang herbalnya.


"Bunda mau kemana?"


"Iya, kau mau kemana adik?"


"Mencari sesuatu yang membuatku senang," jawab Alina tanpa menoleh.

__ADS_1


__ADS_2